Tolong

Meitasari S

 

Sebenarnya, aku tak ingin percaya bahwa aku mendapat karunia melihat hal-hal yang tak kelihatan, pun pesan-pesan kecil tentang sesuatu yang akan terjadi.

Banyak kejadian aneh yang tak masuk akal yang beritanya disampaikan lewat mimpi, dibisikkan atau kadang lewat di mata seperti barisan kalimat yang muncul di berita-berita televisi.

Aku tak mau terjebak menjadi seorang peramal yang menjadikan aku orang aneh dan sok tahu.

Tapi, kejadian hari ini membuatku tak berdaya

Aku bekerja di sebuah perusahaan asing yang mempekerjakan ratusan buruh. Berada di lingkungan yang multi problem ini seringkali membuatku mati langkah. Maju salah berdiam diri tidak sampai hati.

Adalah seorang yang bernama Ali, dia tipe orang yang tidak bisa diam melihat suatu ketidak beresan. Ali seringkali datang ke ruanganku mengadukan sistem yang tidak berjalan baik diperusahaan.

Sayang sekali, Ali tidak berumur panjang. Ia meninggal karena suatu kecelakaan. Anehnya, kira-kira sebulan sebelum meninggal, aku berpapasan dengan Ali dalam wajah yang bercahaya putih dan keemasan. Tapi saat itu justru aku berpikiran apakah orang ini memakai susuk untuk menarik perhatian orang. Huffffttt jahat sekali pikiranku !

Aku baru tahu bahwa hal demikian sebetulnya adalah pertanda untuk orang-orang yang akan meninggal. Ini kutahu setelah aku bercerita pada teman tentang penglihatanku itu.

 

Hari ini sekali lagi aku dibuat merinding oleh Ali.

 

Ruangan kerjaku berada di lantai 2. Kemarin ketika hendak ke kamar mandi yang terletak di lantai 1, aku melihat pocong di dapur. Aku sempat kembali ke ruanganku dan bercerita pada teman-teman. Aku bertanya ada apa gerangan siang bolong aku melihat pocong di dapur.

dhemit

Pertanyaanku itu terjawab ketika, aku dipanggil 2 manajerku. Seorang manajer produksi, yang seorang lagi manajer PPIC yang juga mempunyai kelebihan melihat hal supranatural. Kebetulan saat pulang kemarin, aku menumpang manajer PPIC. Aku bercerita padanya tentang apa yang kulihat di dapur itu.

Aku tak tahu mengapa aku dipanggil,sampai sang manajer produksi bertanya, Ibu kenal Ali ? Aku menjawab, kenal.

Lalu ia bercerita bahwa istri Ali kemarin sekitar pukul 3 sore datang ke kantor. Istri Ali meminta tolong, karena diteror oleh orang-orang yang uangnya ditabungkan di Ali untuk dipinjamkan ke orang lagi. Sementara yang meminjam diam saja tidak mengembalikan, dan yang menabung meminta haknya. Tentu saja hal ini membuat istri Ali menjadi repot karena ia tidak mengenal satu persatu orang-orang itu. Apalagi menjelang lebaran, pasti orang-orang yang menabungkan itu berharap uangnya kembali.

Aku terhenyak mendengar cerita itu. Merinding……

Manajer PPIC itu berkata, Mbak saya kemarin sudah menduga bahwa yang Mbak lihat kemarin adalah Ali. Tapi saya tidak yakin. Setelah Pak Manajer Produksi bercerita saya jadi yakin bahwa itu adalah Ali yang ingin berkomunikasi dan meminta tolong tapi tidak bisa.

Hadhuhhhhhhhh…….

Tolonggggggg……..

 

Semarang, 16 Juli 2014

 

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.