Festival Kampung Arab

Yang Mulia Enief Adhara

 

Ms. Hana tiba-tiba mengirim SMS dan isinya membuatku bersemangat. “Ada Festival Kampung Arab, cuma hari ini dan setahun sekali belum tentu”. Itu isi SMS singkat Ms. Hana. Walau Ms. Hana tidak bisa hadir, aku tetap penasaran, untungnya Thomas berminat juga dan meluncurlah kami ke kawasan Ampel tepatnya ke Jalan Sasak.

Di kawasan Arab ini memang sangat bernuansa Arabian. Kawasan ini juga sangat antik dan eksotis dengan tiap jalan (lorong) bernuansa tempo dulu ada Ampel Suci, Ampel Agung, Ampel Melati dan banyak lagi. Aku sih kali ini memakai baju koko dan celana panjang (ingat kisahku di salah satu catatanku tentang Ampel). Nah Jalan Sasak kali ini ditutup karena sedang digelar festival yang memang jarang dibuat. Tujuan dari acara ini adalah untuk mengangkat kawasan Surabaya Utara Supaya lebih dikenal.

festival kampung arab (1)

festival kampung arab (2)

Acara mulai ‘hidup’ sekitar jam 5.00 Pm walau gembar gembornya akan dibuka jam 3.00 Pm. Masyarakat nampak antusias, tua muda semua hilir mudik umumnya berbusana Moslem. Namun ada juga sih turis bule atau non Moslem yang hadir, beberapa dari mereka memakai celana pendek, tapi memang masih diperbolehkan selama tidak masuk ke kawasan makan Sunan Ampel.

festival kampung arab (3)

festival kampung arab (4)

festival kampung arab (5)

Wajah nuansa Arab nampak di sana sini, ya namanya aja Kampung Arab. Hingga akhirnya meja stand mulai diisi oleh pemiliknya, walau beberapa nampak kosong. Sayang betul acara ini sepertinya tidak digarap dengan serius, ornamen Arabian tidak mendominasi jalanan selain lampion kain yang agak-agak dibuat bergaya Arab.

festival kampung arab (6)

festival kampung arab (7)

festival kampung arab (8)

Makanan yang dijajakan memang beraneka ragam, sayangnya aku kok nggak nemuin makanan yang sangat khas Arabian, paling Roti Maryam, Sambosa, Kroket, kebab sisanya makanan umum saja sejenis jajanan pasar dan roti.

Nah di kawasan Kampung Arab ini memang didominasi oleh Toko Aneka Oleh.-Oleh khas Arab seperti kacang, kismis, kurma. Lalu Toko Busana Moslem, Toko Buku dan Toko Minyak Wangi Oplosan. Itu saja hampir ada di setiap lorong atau gang.

festival kampung arab (9)

festival kampung arab (10)

festival kampung arab (11)

festival kampung arab (12)

Yang menarik ya tentunya arsitektur antik dari era 20 hingga 60an. Tentu inilah nilai ‘jual’ kawasan ini. Tapi ya sekali lagi saat berkunjung ya jangan terlalu seenaknya di kawasan ini, orang Arab cenderung tertutup, nggak ada salahnya menghormati kampung orang lain.

festival kampung arab (13)

festival kampung arab (14)

festival kampung arab (15)

festival kampung arab (16)

Berjalan mondar mandir di Jalan Sasak membuatku memutuskan buat mencoba Sate Kelopo dan Nasi Karak. Nasi ini dari beras merah yang ditaburi parutan kelapa dan bubuk kedele. Nasinya agak mirip ketan dan berasa gurih, so yummy.

festival kampung arab (17)

Aku sempet mencoba minuman dari serutan timun dan jeruk nipis, aku pernah membuat resep ini dan yang ini rasa jeruk nipisnya nggak berasa, gak balance dan dengan terpaksa aku kasih nilai 4 saja. Aku juga sempat mencoba minuman dari kulit manggis dan teh rosella, nah yang ini lumayanlah, nilainya 7. Tapi yang menyenangkan para penjualnya ramah dan interaktif.

Pengunjung juga sempat dihibur kelompok Nasyid dari Bandung yang bernyanyi acapella, bagus dan nyaman untuk didengar. Mereka beraksi di sebuah panggung yang berada di ujung Jalan Sasak.

festival kampung arab (18)

Wartawan, komunitas foto atau penggemar photography banyak berdatangan, ini adalah hal bagus, setidaknya akan ada promosi gratis bagi Kawasan Arab. Soal pengamanan juga bagus sekali, mulai polisi, Satpol PP hingga Hansip semua ada dan siaga.

festival kampung arab (19)

festival kampung arab (20)

Sekedar masukan, mungkin next time acara ini bisa dibuat lebih extravaganza, lebih menjual dari segi dekorasi dan tentu stand yang ikut memeriahkan acara harus lebih memiliki nilai jual layaknya festival.

Aku juga sempet masuk kawasan Masjid Ampel menuju ke lokasi Makam. Gosh! Penuh banged dan semrawut. Rombongan ziarah yang ribuan jumlahnya nampak asyik berpiknik (kalau berbuka ini jelas lebih dari itu) Masjid jadi arena piknik, halamannya apalagi. Mereka duduk seenaknya, dimana ada lahan kosong. Sampah pun bertaburan di mana saja. Super brengsek!

Dan saat aku akhirnya masuk area pemakaman, ternyata itu seperti area pemakaman yang sudah dipasangi paving block tinggal batu nisannya saja yang nampak. Yang menarik di area ini ada gentong besar nan antik berisi air yang konon bisa membuat awet muda, sehat dan bla bla bla.

festival kampung arab (21)

Di area makam ini juga penuh manusia di mana-mana ada gerombolan yang jongkok atau duduk dan asik ‘berpiknik’. Katanya disuruh ngehormatin makam sampe-sampe aku pernah disemprot gonggongan lantaran pake celana pendek, itu orang duduk di makam, asik piknik dan buang sampah seenak udel kok nggak ditegor??? Hanya karena busana mereka memenuhi syarat??? Biatch ! (Gue masih kesel aja saat gue dicaci maki)

Aku nggak lama-lama di kawasan ini coz sumpek dan aromanya mirip ada di kandang kuda. Eh ini bukan jelekin ya ?! Ini apa yang aku rasa, boleh donk aku cerita apa adanya ? Oh ya aku juga sengaja buang tissue sembarangan di depan petugasnya, nggak ditegor tuh, mungkin karena aku pakai celana panjang dan baju koko? Auk ah blebeg!

Tapi kembali ke tujuan utama yaitu menyaksikan acara Festival Kampung Arab, aku cukup puas dan memuji usaha panitia membuat sebuah event yang bisa dibilang untuk mengangkat kawasan Surabaya Utara, semoga dimasa yang akan datang lebih bergema dan lebih luas informasinya.

festival kampung arab (22)

festival kampung arab (23)

festival kampung arab (24)

festival kampung arab (25)

Okeee segini aja ya reportasenya, aku kasih banyak foto coz foto lebih berbicara dari pada seribu kata, see u again diblusukan berikut yuaaaa

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.