Traveling ke Pujon, Kalimantan Tengah

Imam Dairoby

 

Lagi-lagi lebaran tahun ini aku tak bisa pulang ke tempat keluargaku. kali ini aku menelusuri belahan Kalimantan Tengah yang baru pertama kali aku jelajahi.

Layaknya seorang Backpacker dari Banjarbaru ke terminal Pal 6 Banjarmasin aku meminta diantar teman sekantor dengan mobil kantor. Setelah sampai di terminal aku menaiki sebuah bus tua yang akan mengantarkan aku ke Palangkaraya.

pujon-kalteng (1)

Dengan tiket seharga 55 ribu rupiah bis membawa aku menelusuri jalan trans Kalimantan menuju ke Palangkaraya. Perjalanan yang penuh sensasi kehausan hahahahahahahaha, karena aku tetap berpuasa di tengah cuaca yang sangat terik dan bus yang tak ber AC.

Bus berjalan perlahan membelah jalan-jalan di kota Banjarmasin menuju luar kota. Cuaca panas tak menghambat aku untuk menikmati pemandangan yang tersaji lewat jendela bus. Salah satunya adalah kemegahan Jembatan Barito sebagai sarana untuk menyeberangi sungai besar yang membelah Kalimantan Selatan.

pujon-kalteng (2)

Sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan aku telah sampai di kota Kuala Kapuas. Kota ini berjulukan Kota Air. Mungkin karena banyak terdapat sungai-sungai kecil yang membelah kotanya sehingga dinamakan Kota Air.

pujon-kalteng (3)

pujon-kalteng (4)

Bus pun melaju pada jalan yang mulus berliku membelah kabupaten Pulang Pisau. Di sepanjang jalan kiri dan kanannya tak henti-henti tanaman kelapa sawit, Karet dan pohon kayu balam menghiasi panorama jendela bisku. Angin yang berhembus menepis panas yang seakan tak pernah pergi. Rasa kantuk pun menyergapku hingga aku terlena tanpa sadar aku memasuki sebuah jalanan beton yang berliku. Teman di sampingku berkata bahwa bus kami melewati jembatan terpanjang se Indonesia. Ah…bercanda temanku nih, yang ku tahu jembatan terpanjang adalah Jembatan Suramadu. Tetapi ternyata temanku tersebut benar Jembatan Tumbang Nusa ini adalah memang jembatan terpanjang dan meliuk sepanjang 10 KM.

pujon-kalteng (5)

Sekitar 6 Jam perjalanan sudah ku tempuh dan akhirnya aku sampai di terminal bis yang megah di pinggir kota Palangkaraya.

pujon-kalteng (6)

Karena menjelang sore, aku memutuskan untuk menginap semalam di kota Palangkaraya untuk keesokan harinya berangkat menuju Pujon. Setelah semalaman beristirahat di sebuah hotel kelas melati di daerah pasar Blauran, aku dijemput travel yang akan membawaku ke Pujon.
Dengan melewati Jembatan Kahayan yang megah aku keluar dari kota Palangkaraya.

pujon-kalteng (7)

pujon-kalteng (8)

Dengan menggunakan jasa travel tersebut aku membayar sebesar 100 ribu rupiah untuk sampai di Pujon. Agak lumayan nyaman perjalanan kali ini karena tak menaiki bus seperti ke Palangkaraya. Apalagi setelah sampai di simpang 5 Timpah yang ternyata jalan ke Pujon adalah jalan yang tak beraspal.

pujon-kalteng (9)

pujon-kalteng (10)

Jalan tersebut ternyata adalah jalan bekas jalan Logging dahulu ketika masa kayu masih berjaya di bumi kalimantan. Di beberapa tempat saya melihat sebuah tower yang kata teman di sebelah saya duduk adalah tempat menambang emas. Ternyata daerah Pujon adalah daerah yang kaya dengan emas.

pujon-kalteng (11)

Ah…sayang, ternyata penambangan itu banyak menyisakan kubangan-kubangan air yang banyak mengandung mercuri. Entahlah bukit yang meranggas itu apakah sebagai akibat dari eksploitasi hutan jaman dahulu atau bukan, tetapi yang nyata terlihat daerah sepanjang jalan menuju Pujon adalah daerah yang merangas.

Menyedihkan….

1.5 jam berlalu dari simpang 5 Timpah, akhirnya aku sampai di Pujon. Saudaraku menyambut aku dengan senyuman. Alhamdulillah masih bisa bersilaturahmi dengan mereka.

Gema Takbir berkumandang dari Masjid di Pujon, tanda esok adalah hari raya Idul Fitri. Masjid tersebut berdampingan dengan sebuah Gereja.

Pagipun tiba dan aku beserta saudaraku pergi ke Masjid untuk melaksanakan sholat ied. Jamaahnya pun membludak sehingga ada yang akan melaksanakan sholat ied di luar masjid bahkan sampai di depan Gereja.

pujon-kalteng (12)

Setelah selesai sholat, saya diajak keliling kampung Pujon oleh saudaraku. Pergi ke tetangga-tetangga yang mengadakan doa selamat setelah sholat ied. Alangkah terkejutnya aku sebab yang mengadakan doa selamat bukan 1 atau 2 rumah, tetapi ada lebih dari 15 rumah yang harus kami kunjungi. Bukan masalah kecapekan berjalan kaki keliling kampung, tetapi perut ini sudah kekenyangan akibat setiap rumah yang kami sambangi, kami harus makan.

Untung saya memakai sarung jadi tak perlu melonggarkan ikat pinggang hahahahahahaha.

pujon-kalteng (13)

Sepanjang hari pertama Lebaran, yang ada hanyalah silaturahmi ke tetangga-tetangga di kampung tersebut. Dan lebaran hari kedua aku menyempatkan berkeliling ke tempat-tempat yang kuanggap unik.

pujon-kalteng (14)

Kapal Angkut Menyeberangi Sungai kapuas

 

pujon-kalteng (15)

Rumah Tua

 

pujon-kalteng (16)

Makanan Khas di Pujon

 

pujon-kalteng (17)

Ukiran Patung

 

pujon-kalteng (18)

Tiwah : Tempat sesaji

Ah…..sensasi luar biasa kudapat kan diperjalananku di Lebaran tahun 2014 kali ini. Semoga aku masih bisa bertemu dengan Ramadhan dan Lebaran di tahun 2015. Amin Ya Robbal Alamin……………………
Gambar dari berbagai sumber dan dokumen pribadi

 

 

7 Comments to "Traveling ke Pujon, Kalimantan Tengah"

  1. Amir Hakim Siregar  13 July, 2018 at 20:35

    Saya pernah bertugas di Pujon thn 1985 – 1988, sebagai dokter sekaligus kepala puskesmas Pujon (rangkap di Timpah). Sy tinggal di di base camp PT Daya Sakti di Merapit. Banyak kenangan selama di Pujon, sy msh ingat staf paramedis Buring Giman, Hebron, Banteng Nurung dll. InsyaAllah sy akan napak tilas ke Pujon……..”naray kabar…….bahalap……

  2. Antok  5 October, 2017 at 13:41

    Pujon… saya pernah di sana… lagu kita sama “Indonesia Raya”… salam dari Magelang..

  3. heriyansyah  7 April, 2017 at 23:12

    pujon desa yg unik org y ramah2 dan baik2 dgn org jawa….

    sabtu 8 april 2017

    rajia dimana mana sampek org gk bisa kerja emas.

  4. Lani  14 March, 2017 at 08:43

    Pujon? Aku sempat mikir apakah ini di Korea Utara hehehe…….ternyata yg disana namanya Pamunjon ya? Perjalanan yg seru mungkin buatku sdh semaput dl sebelum sampai tujuan hahaha………

  5. Harum Melati  13 March, 2017 at 10:11

    Betul…betul….PUJON = PUJaan Orang Normal.

  6. Taufiq qurohman  11 March, 2017 at 16:49

    Good experience

  7. Taufiq qurohman  26 December, 2016 at 00:39

    Luar biasa…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.