Tradisi Babungkus

Imam Dairoby

 

Tradisi Saling Memberi dari Manado

Babungkus adalah sebuah kata dalam bahasa Manado yang berarti membungkus. Tetapi dalam pengertian sehari-hari Babungkus adalah kegiatan mengambil makanan yang ada dalam pesta, perjamuan atau acara makan-makan lainnya untuk dibawa pulang ke rumah. Dan sudah menjadi tradisi atau budaya di daerah Manado dan sekitarnya.

Saya sangat tertarik dengan tradisi ini karena hanya di wilayah Manado (terlalu luas untuk menyebutkan Sulawesi Utara, karena saya mengalaminya hanya di Manado) dapat di jumpai. Tentu budaya babungkus itu yang sering melakukan adalah kalangan perempuan saja, walau tak jarang ada juga dari kaum pria yang melakukan, kalo nintau malo no heheheheh…(Kalo gak tau malu hehehehe).

babungkus

Awalnya saat saya yang berasal dari Jawa melihat tradisi ini sangat kaget luar biasa, dalam pikiran saya kok orang tidak punya malu ya membungkus makanan untuk dibawa pulang, padahal kan sudah makan di tempat acara, pake bawa sekeluarga lagi. Tetapi bersamaan dengan lamanya saya menetap di Manado, akhirnya kebiasaan babungkus itu (istri saya lho yang ba bungkus hahahaha) menjadi kebiasaan istriku juga bila datang ke pesta. Dan itu adalah tradisi unik yang memang hanya ada di Manado.

Walau bila dilihat dari kacamata suku lain, tradisi babungkus adalah tradisi yang tidak baik dan memalukan, tetapi sebenarnya banyak nilai positifnya dari budaya babungkus.

Mari kita lihat satu persatu. Di Manado Pesta berarti makan besar sebab kegemaran makan masyarakat Manado sangat-sangat luar biasa (boleh diliat dari body dang). Hal utama dalam sebuah pesta dalam masyarakat Manado adalah makanan yang disajikan. Selain mengikuti menu dan peletakan menu ala kolonial, unsur tradisional juga tak kalah mewarnai setiap perhelatan pesta.

Kegemaran pesta bukan pada kegemaran bermewah-mewah dan menghambur-hamburkan uang, tetapi karena sebagai bentuk rasa syukur ke pada Opo Empung Tuhan Yang Maha Esa. Dan bentuk itu diaplikasikan dengan mengundang sanak saudara handai taulan untuk berkumpul bersama dan makan bersama.

Karena menu yang dihadirkan adalah menu western dan tradisional tentunya akan banyak makanan yang disediakan. Bermacam-macam hidangan sehinggga orang yang datang tak akan takut untuk tak kebagian makanan. Dan itu adalah cirri khas sebuah pesta warga Manado, Sulawesi Utara umumnya.

Babungkus adalah acara terakhir, apabila sang tamu mau pulang maka tuan rumah akan menyediakan tas plastik untuk diisi tetamu yang datang dengan makanan yang disukai untuk di bawa pulang. Dan itu sangat baik dari pada menyisakan makanan dan tak dimakan sama sekali hingga terasa mubazir.

Hal unik yang berkaitan dengan babungkus adalah saat diadakan pesta Pengucapan Syukur. Acara diadakan di satu kampung atau kecamatan dan menyediakan berbagai macam makanan. Nah yang unik adalah tetangga kampung atau kecamatan bahkan sanak saudara yg jauh yang datang ke pesta pengucapan syukur akan dijamu walaupun tidak saling mengenal. Dan jika mereka pulang kembali mereka akan dibekali atau dibungkuskan berbagai macam makanan yang tadi disediakan.

Masyarakat Manado memang terkenal sangat ramah dan ceria, sebagai pendatang kita akan segera dapat beradaptasi dengan penduduk lokal dan saling menghormati apapun latar belakangnya.

Kembali ke nilai positif tradisi babungkus, ternyata itu adalah wujud bahwa masyarakat Manado sangat bersahabat dan tak segan berbagi dan satu hal yang saya dapat petik dari tradisi babungkus adalah bagaimana kebersamaan di dalam keberagaman.

Jadi nilai luhur babungkus jangan sampai hilang ya. Bungkus akang dang nasi Jaha, Dodol amurang ….pengucapan to sekarang . Salam Ba bungkus

 

Artikel ini dapat juga dijumpai di blog saya http://pojokidm.blogspot.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.