Tema Pidato Kenegaraan HUT RI dari Tahun ke Tahun

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

PUITIS. Kata yang tepat untuk menyebut tema/judul pidato kenegaraan HUT RI. Soekarno sangat puitis memberi judul tema HUT RI yang dia bidani sendiri. Sejak 1946 hingga 1966 tiap HUT RI diberi tema puitis dengan judul yang indah, menggema (selalu pakai tanda seru!), semangat, gigantik dan profetik. Kebanyakan memakai bahasa Indonesia yang indah, kadang bahasa Jawa kuno, bahkan pernah memakai bahasa Italia!

1946 : Sekali Merdeka Tetap Merdeka!
1947 : Rawe-rawe rantas, malang-malang putung!
1948 : Seluruh Nusantara Berjiwa Republik!
1949 : Tetalah bersemangat Elang Rajawali!
1950 : Dari Sabang sampai Merauke!
1951 : Capailah tata-tentram, kerta raharja
1952 : Harapan dan Kenyataan
1953 : Jadilah alat sejarah!
1954 : Berirama dengan kodrat
1955 : Tetap terbanglah Rajawali
1956 : Berilah isi kepada hidupmu!
1957 : Satu tahun ketentuan (a year of decision)
1958 : Tahun tantangan (a year of challenge)
1959 : Penemuan kembali revolusi kita
1960 : Laksana malaikat yang menyerbu dari langit jalannya revolusi kita!
1961 : Revolusi-Sosialisme Indonesia-Pimpinan Nasional
1962 : Tahun Kemenangan
1963 : Genta Suara Republik Indonesia
1964 : Tahun “Vivere Pericoloso”
1965 : Capailah bintang-bintang di langit!
1966 : Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!

Sejak 1967 tak ada judul hanya tema, Pidatonya pun datar dan bikin ngantuk karena tak dilakukann di depan rakyat langsung, tapi di depan anggota parlemen yang sering korupsi dan nonton film porno itu.

Tahun 1964 judulnya menarik karena memakai bahasa Italia yang artinya, “tahun yang menyerempet bahaya” atau disingkat Tavip (Tahun Vivere Pericoloso). Banyak senior saya namanya Tavip, saya kira mirip Thoyyib waktu belum tahu maknanya.

the-year-of-living-dangerously

Judul pidato ini dijadikan judul novel dan difilmkan dengan judul yang sama: ‘The Year of Living Dangerously’ (1982) dan dapat Piala Oscar untuk peran pembantu perempuan terbaik 1983. Inilah judul pidato HUT RI paling terkenal dan mendunia (sering dipakai dalam phrase pemberitaan jurnalistik oleh media barat)

Hari ini Presiden Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraannya terakhir kalinya sebagai presiden RI. Mau tahu judul atau temanya HUT RI 2014? (jangan marah ya!).

“Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Nasional yang Makin Maju dan Sejahtera”

Dirgahayu NKRI 69

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *