Undang-Undang Perbankan Baru, Kepemilikan Asing Dibatasi

Agus Benzaenuri

 

Pemerintah mengajukan revisi undang-undang perbankan yang di dalam isinya diantaranya membatasi kepemilikan asing maksimal hingga 40% paling lama hingga 10% dari disahkannya undang-undang perbankan baru ini. Saya melihat upaya ini dilakukan pemerintah untuk mendorong bank-bank besar lokal yang dikuasai bank BUMN untuk memenangkan pasar perbankan dari dominasi investor asing.

Dalam rencana pengajuan dan pembahasannya tahun lalu, Pemerintah dan DPR masih lebih lunak dengan membatasi kepemilikan asing maksimal 49%. Pembatasan aturan ini berlakuk untuk semua investor baik yang sudah ada maupun investor baru.

Selain membatasi kepemilikan asing, aturan baru di antaranya, dalam hal pengawasan, OJK harus meminta pertimbangan BI dalam menetapkan bank gagal, dan bank-bank daerah tidak dibolehkan membuka cabang di luar daerah operasionalnya, kecuali memenuhi kewajiban dan persyaratan yang kuat sesuai yang diatur dalam peraturan OJK.

banking

Namun, dalam artikel undang-undang ini tidak disebutkan secara eksplisit tentang pemegang pengendali akhir dari bank yang dimaksud. Undang-undang hanya menyaratkan kepemilikan terhadap saham asing maksimal 40%. Artinya, kepemilikan asing yang mencapai lebih dari 40% masih dimungkinkan melalui akusisi perusahaan domestik yang pemegang saham pengendali akhir adalah investor asing.

Bank kepemilikan asing di Bursa Indonesia:

image002

Dari 39 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terdapat 7 bank dengan kepemilikan asing lebih dari 40%. Bank CIMB Niaga merupakan bank kepemilikan asing dengan kapitalisasi pasar terbesar yang mencapai lebih dari Rp 25 triliun.

Selain bank-bank yang terdaftar juga 24 bank privat yang bermitra dengan investor asing dan 11 bank asing yang mempunyai cabang di Indonesia.

Jika rancangan undang-undang ini diberlakukan, tentu akan ada 35 bank yang akan menambah partner lokal untuk memenuhi persayatan undang-undang perbankan dan 11 bank asing yang harus mencari partner investor lokal untuk meneruskan kegiatan operasionalnya.

Saya melihat, revisi oleh DPR dan Pemerintah ini adalah salah satu langkah untuk melindungi industri perbankan nasional khususnya bank-bank besar milik pemeritah di tengah masuknya investasi asing di industri perbankan nasional.

Tercatat selama triwuan pertama lalu,  dari seluruh bank yang beroperasi di regional Asia Tenggara, Bank BRI masih mencatatkan return on capital tertinggi hingga 55,91% diikuti oleh Malaysia Buliding Society sebesar 55,84%.

Namun, urutan 4 hingga 6 di tempati oleh perbankan Indonesia dengan kepemilikan asing yang signifikan, yaitu Standard Chartered Indonesia, Bank BTPN dan Deutsche Bank Indonesia, sehingga ini menunjukkan pasar Indonesia yang sedang tumbuh pun telah atau mulai diambil porsinya oleh perbankan asing.

Namun, yang menjadi tantangan bagi perbankan nasional, bank-bank asing mempunyai kekuatan modal yang besar untuk mendorong pertumbuhan, sementara bank-bank lokal mempunyai keterbatasan hal tersebut.

image004

 

Persaingan industri bank di kawasan

Bagaimana persaingan bank di kawasan Asia Tenggara, mampukan revisi undang-undang ini melindungi bank lokal?

Dominasi perbankan Singapura masih tampak di kawasan Asia Tenggara dengan menempatkan tiga  bank di Singapura yaitu DBS, OCBC dan UOB menjadi bank terbesar di Asia Tenggara kemudian diikuti Maybank, CIMB dan Public Bank Malaysia. Sementara itu, bank dari Indonesia, Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BCA masih di bawah bank-bank tersebut.

Berdasarkan kapitalisasi pasar, bank-bank di Indonesia cukup kompetitif dengan bank di kawasan Asean lainnya. Kapitalisasi pasar bank di Indonesia tidak berjarak signifikan dengan bank peringkat ketiga berdasarkan aset sebesar di Asean. Bank BCA mempunyai kapitalisasi pasar sebesar US$ 24,46 miliar dibandingkan dengan OCBC Singapura sebesar US$ 26,90 miliar.  Jika kurs nilai Rupiah menguat terhadap Dollar AS, tentu kapitalisasi bank di Indonesia lebih kuat lagi.

image005

Beberapa upaya telah dilakukan di kawasan Asia tTnggara untuk mengimbani dominasi Singapura dengan mencoba melakukan merger atau penggabungan untuk mendorong pertumbuhan anorganik.

Beberapa bulan lalu, Bank BTN diwacanakan akan diakuisisi oleh Bank Mandiri untuk mendorong konsolidasi aset Bank Mandiri menjadi bank terbesar. Aset Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 729,48 triliun, sementara aset Bank BTN sebesar Rp. 136,96 triliun.  Jika kedua bank dikonsolidasikan akan menjadi sebesar Rp 866,44 triliun.

Pekan lalu, di kawasan Asia Tenggara, CIMB, RHB dan Malaysia Building, tiga lembaga keuangan besar di Malaysia memgumumkan akan melakukan penggabungan unit usaha atau merger. Dengan merger tersebut, akan menjadikan lembaga keuangan terbesar di Malaysia yang menyalip Maybank berdasarkan aset. Gabungan dari tiga bank tersebut menciptakan aset konsolidasi sebesar US$ 187,83 miliar dibandingkan aset Maybank sebesar US$176,22 miliar.

Sebelumnya Bank DBS Singapura juga berencana melakukan akuisisi terhadap Bank Danamon untuk memantapkan pertumbuhan asetnya sebagai bank terbesar di kawasan. Namun, hal tersebut masih mendapat tentangan dari beberapa pengambil kebijakan di Indonesia.

Secara umum, saya melihat upaya merger atau akuisisi tersebut ditempuh untuk mendorong pertumbuhan aset bank tersebut. Bank di Malaysia atau Singapura, karena mereka tidak mempunyai cukup potensi pasar untuk mendorong pertumbuhan organik, mereka lebih memilih cara merger atau akuisisi untuk mempercepat pertumbuhan.

Di sisi lain, potensi pertumbuhan perbankan masih besar di Indonesia dengan ditunjukkan pertumbuhan kredit yang relatif tinggi hingga 15-17% di saat ekonomi global masih melambat. Dengan revisi yang dilakukan Pemerintah dan DPR tersebut salah satunya ditujukan untuk mendorong kinerja bank-bank besar lokal untuk mendorong pertumbuhan organiknya. Tentu saja kebijakan ini pasti akan didukung oleh bank seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI ataupun Bank BCA.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.