Deng

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

deng-mao

ADA dua anekdot tentang Deng Xiaoping. Waktu dia meninggal 1997 (lahir 22 Agustus 1904), teman saya art director bilang, “Wan, toko bangunan tutup semua di Kalimalang ya? (rumah saya kebetulan di sana)” Lho, kenapa? “Baca nih, koran: PRESIDEN SOEHARTO KIRIM KAWAT DUKA. Gara-gara kirim kawat ke Tiongkok, habislah persediaan kawat se Jakarta.

Kedua waktu baca di TIME anekdot (sepertinya bukan anekdot), bahwa Deng Xiaoping agak bermusuhan dengan Mao Tse-tung, pendiri Tiongkok yang juga sahabat perjuangannya. Ketika jelang rapat partai komunis, Mao bertanya kepada kader-kadernya, “Yang tak setuju kebijakan partai silahkan berdiri!”, tanya Mao. Deng berdiri tegap tapi tak terlihat oleh Mao. “Baik, semua setuju! Rapat ditutup. Ketok palu.

Deng posturnya pendek (sekitar 152cm), jadi ketika dia berdiri tingginya sama dengan yang duduk (Mungkin Deng tak perlu nunduk kalau masuk VW combi).

mao and deng

Deng berjasa memajukan Tiongkok seperti kita kenal sekarang. Liberalisasi ekonomi. McD masuk, Coca Cola masuk, semua produk barat masuk leluasa. Padahal dulu jaman Mao jadi benda haram dan bisa digantung di alun-alun kalau berdekatan dengan produk-produk barat. Barang-barang buatan Eropa dan AS yang mahalnya minta ampun, jadi barang murah dengan kualitas sedikit turun (gak apa-apa). iPad jadi murah, iPhone murah, semua gara-gara Deng Xiaoping. Coba dibuat asli di AS, gak mampu saya beli produk Apple.

Orang-orang besar justru kebanyakan cebol.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.