Down Syndrome – Jangan Dilahirkan

Itsmi – Belanda

 

Richard Dawkins, seorang Biolog dan kritikus agama berpendapat bahwa melahirkan anak yang menderita Down Syndrome jika sudah diketahui sebelumnya sedangkan sebelumnya pula masih ada pilihan untuk menggugurkannya, itu imoral.

Di sosial media dengan Twitter di bawah ini heboh.

@RichardDawkins@AidanMcCourt I honestly don’t know what I would do if I were pregnant with a kid with Down Syndrome. Real ethical dilemma.

@InYourFaceNYer Abort it and try again. It would be immoral to bring it into the world if you have the choice.

Sewaktu mendengar berita tersebut, tiba-tiba ingat kejadian yang kami alami sewaktu mengandung, sebagai calon orangtua, kami sangat gembira dan bahagia namun di samping itu ada juga tersirat kekhawatiran dan bertanya, seandainya anak di dalam kandungan menderita Down Syndrome?

Dua hari kami diskusikan hal ini, pada akhirnya mengambil keputusan, untuk di periksakan jika hasil pemeriksaan positif, sudah siap untuk digugurkan.

medical-wordle

Tentu jika anak belum lahir ke dunia, di dalam pikiran sangat mudah meremehkan waktu dan biaya yang akan dibutuhkan untuk perawatan dan kehidupan anak tersebut, jika anak menderita Down Syndrome lahir dan hidup di Belanda akan menghabiskan ratusan ribu euro per tahun. Sudah jelas ini saya cerita mengenai kehidupan penderita Down Syndrome di Belanda.

Mengingat juga mengurus anak yang cacat berat tersebut, hidup kita sepenuhnya untuk anak. Belum lagi membahas siapa yang akan merawat selanjutnya jika kita sudah berumur dan jika kita sudah meninggal. Tidak heran kebanyakan dari mereka hidup di rumah khusus yang sudah disesuaikan untuk mereka. Bagi orang tua selesai dan tidak perlu mengurusnya.

Orangtua yang mempunyai anak Down Syndrome dan mengurus sendiri tentu sudah terbiasa dengan kehidupan bertahun tahun merawat anak cacatnya. Juga tidak mengherankan kalau mereka tidak bisa lagi membayangkan hidup tanpa mengurus anak yang cacat berat ini, bagaimana hidupnya. Mimpi aja sudah tidak berani mengenai hidup yang lebih ringan dimana yang bisa didapatkan kalau tidak ada anak cacat.

Janin dengan Down Syndrome kebanyakan terjadi keguguran spontan atau miskram. Kata lain dikoreksi alam. Wanita yang terdeteksi Down Syndrome kebanyakan memilih aborsi. Menariknya, ketika pilihan hipotetis hanya 30% memilih aborsi, tetapi kenyataan sebanyak 80%.

Pendapat kami ini tetap pilihan bagi orangtua masing-masing tetapi kadang kadang dalam hidup mengambil keputusan yang keras adalah paling manusiawi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.