[Edisi Cinta Monyet] Rosyid

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

Rosyid namanya. Ia adalah salah seorang siswa dari sekolah lain yang “menumpang” mengikuti ujian akhir Sekolah Menengah Pertama di sekolah kami. Wajahnya terbilang biasa saja, pendiam dan terlihat sangat pemalu. Menurut teman-temanku dia naksir aku. Bukan aku merasa besar kepala, tetapi sikapnya yang sangat menyolok itu yang membuatku risih. Apalagi mendengar komentar lucu dari sahabatku se-gank yang sangat usil. Bagaimana tidak menyolok. Setiap pagi, dia menantiku di depan gerbang sekolah. Ketika aku tiba, wajahnya terlihat senang, dan ia menyapaku sambil tersenyum, tak lebih. Wajahnya juga tersenyum wajar, bukan senyum genit yang memuakkan.

puppy love

Sahabat-sahabatku itupun dengan senangnya meneriakkan nama dia…”Rosyid”…. sambil tertawa-tawa. Akupun jengah dibuatnya, inginnya masa ujian cepat berlalu. Seandainya dia adalah lelaki yang aku taksir juga, pastilah aku akan berbunga-bunga dan tersipu-sipu, hehehe…. Begitulah aku, kadang tanpa disadari, betapa soknya. Mentang-mentang disukai lelaki pendiam itu. Padahal, mestinya aku bersyukur jika orang lain mengagumiku.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *