Mongi dan Pesiak – Ritual Unik Dayak Kowon’t Bidayuh

Jemy Haryanto

 

Setelah ritual Mongi digelar, acara berlanjut ke ritual Pesiak yang menjadi satu rangkaian prosesi, bertujuan sebagai pengobatan bagi warga yang sakit. Ada tiga cara unik dalam pengobatan lewat ritual ini. Yaitu dengan daun pepasan, ditarik mata kail hingga menghisap lidah orang sakit oleh dukun.

Dalam perjalanan kali ini aku berkesempatan berkunjung ke dusun Bumbung, kecamatan Seluas, kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Ada upacara tradisional unik dan menarik ditemukan. Suatu ritual peninggalan nenek moyang tempo dulu yang masih dipertahankan turun-temurun warga sekitar dusun tersebut. Yaitu ritual Mongi.

Ritual ini merupakan ritual memanggil semangat atau ‘spirit’. Akan digelar ketika sebuah keluarga menginginkannya. Namun dalam aplikasi secara umum, ritual Mongi kerap menjadi bagian dalam setiap pagelaran upacara besar.

Perayaan besar yang dimaksud adalah ketika semua persyaratan sudah dalam kondisi lengkap, seperti alat musik tradisional dan hadirnya seorang dukun untuk mengobati orang sakit.

Dalam pelaksanaan, ritual Mongi tidak sembarang dilakukan. karena harus menyertakan bahan-bahan sebagai syaratnya. Selain itu juga harus melibatkan seorang dukun yang nantinya bertugas sebagai pemimpin upacara, yang tidak saja tahu seluk beluk dan tata cara ritual, tapi juga seorang spesialis yang telah ditunjuk oleh segenap kumpulan masyarakat di kampung itu.

Ada beberapa tahapan upacara yang harus dilalui dalam ritual Mongi ini. Yang dari setiap tahapan itu memiliki makna dan simbol-simbol kekuatan bagi mereka yang percaya. Sehingga wujud dari refleksivitas kegiatan dan spirit nenek moyang masa lalu terkorelasikan secara transendental dengan kebesaran Tuhan.

Langkah pertama yang dilakukan dalam ritual ini adalah, menyiapkan syarat yang nantinya akan menjadi nafas ritual. Seperti dukun, asisten dukun, alat musik tradisional, ayunan yang terbuat dari kulit kayu, selendang panjang berwarna merah, beras kuning, pelepah pinang, dan masih banyak lagi lainnya. Namun yang tidak boleh dilupakan adalah mangkok.

Seorang dukun akan memulai ritual - Jemy Haryanto

Seorang dukun akan memulai ritual – Jemy Haryanto

Dari percakapanku dengan tetua adat setempat, mengatakan satu benda itu wajib ada dalam upacara Mongi. Dikarenakan mangkok dalam ritual Mongi menjadi alat vital sebagai media untuk menghimpun semangat. Karena setelah semangat dipanggil oleh dukun, dikumpulkan di dalam mangkok sebelum dibagikan pada warga yang menggelar upacara ini, maupun warga yang sakit.

Setelah syarat ritual dirasa sudah cukup, alat musik tradisonal dimainkan. Itu sebagai tanda bahwa ritual Mongi akan dimulai. Kemudian dukun yang dipercaya memimpin ritual ini naik ke atas ayunan. Sambil membaca mantra-mantra, kedua tangannya menggoyang-goyang selendang merah sepanjang kurang lebih dua meter. Prosesi pertama pun selesai.

Selanjutnya dukun beranjak dari ayunan dan menari mengelilingi audien beberapa kali sembari membaca mantra-mantra. Kemudian memanggil asisten dukun untuk menyampaikan pesan dari roh. Yang pesan tersebut wajib disampaikan oleh asisten kepada warga yang hadir dalam upacara tersebut.

Menari - Jemy Haryanto

Menari – Jemy Haryanto

4.Dukun yang ditunjuk memimpin ritual - Jemy Haryanto

Dukun yang ditunjuk memimpin ritual – Jemy Haryanto

Biasanya, pesan itu berisi bahwa selama proses mengumpulkan semangat, si dukun akan pingsan. Warga diminta untuk berjaga-jaga dan menangkap tubuh si dukun agar tidak jatuh ke atas lantai.

Saat dukun tidak sadarkan diri itulah, asisten bertugas mengambil semangat dari tangan dukun untuk dikumpulkan di dalam mangkok. Selanjutnya tugas asisten adalah memanggil kembali semangat dukun sampai terlihat siuman.

Dukun akan pingsan, sementara warga bersiap - Jemy Haryanto

Dukun akan pingsan, sementara warga bersiap – Jemy Haryanto

Namun cepat tidaknya dukun sadar, itu tergantung jauh atau dekat semangatnya pergi. Karena saat dia pingsan, semangatnya bisa saja pergi kemana-mana. Bisa di gunung, lautan dan cakrawala. Setidaknya hal itu yang mereka percayai secara turun-temurun.

Setelah sadar, kemudian dukun membagi-bagikan Mongi atau semangat kepada warga. Dalam hal pembagian semangat harus dibagi secara merata. Atau istilah lain siapa saja yang hadir dalam upacara tersebut, mulai dari anak-anak, pemuda maupun orang tua.

Selanjutnya masuk pada ritual Pesiak. Yaitu ritual khusus untuk mengobati orang sakit. Ritual ini dilakukan dikarenakan dukun berhasil menditeksi ada beberapa anggota keluarga dan warga menderita sakit. Karena tingkatannya berdeda, dukun pun menggunakan tiga metode pengobatan.

Potong babi - Jemy Haryanto

Potong babi – Jemy Haryanto

Potong anjing - Jemy Haryanto

Potong anjing – Jemy Haryanto

Potong anjing - Jemy Haryanto

Potong anjing – Jemy Haryanto

Namun sebelum memulai upacara, ada beberapa syarat yang harus disiapkan. Seperti satu ekor babi, ayam, anjing dan daun-daunan. Ketiga binatang tersebut kemudian dipotong dan diambil darahnya untuk metode pengobatan dengan cara ‘pepas’atau pukul.

Alat pepas terbuat dari daun-daunan yang diikat. Darah yang sudah tertampung di dalam mangkok, lalu dioleskan pada daun-daunan tersebut. Dukun memanggil satu persatu anggota keluarga yang menderita sakit ringan terlebih dahulu. Kemudian menutupi mereka dengan selembar kain.

22.foto jemy haryanto

Ritual pepas - Jemy Haryanto

Ritual pepas – Jemy Haryanto

19.foto jemy haryanto 20.foto jemy haryanto 21.foto jemy haryanto

Setelah pembacaan mantra-mantra selesai, dukun meminta mereka menyingkirkan kain tersebut lalu memukul mereka dengan alat pepas ke bagian tubuh yang dirasa sakit. Prosesi ini bertujuan untuk menggugurkan penyakit yang diderita.

Ritual berlanjut untuk level penyakit berat dengan menggunakan metode tarik mata kail. Namun dalam metode ini tidak benar-benar menggunakan mata kail atau mata pancing, hanya sebuah istilah. Yaitu dukun menggerakkan salah satu jarinya menyerupai mata pancing. Tak lupa dibantu juga dengan kekuatan roh saat melakukan pengobatan dengan metode ini.

Prosesi terakhir, dukun mengobati salah seorang warga yang menderita penyakit sangat berat. Metode yang digunakan adalah tarik atau hisap lidah. Dimana, setelah dukun membaca mantra-mantra, ia kemudian menarik lidah warga yang sakit dengan mulutnya beberapa kali, seperti orang berciuman.

Dukun menarik lidah orang sakit dengan mulutnya - Jemy Haryanto

Dukun menarik lidah orang sakit dengan mulutnya – Jemy Haryanto

Dukun menarik lidah orang sakit dengan mulutnya - Jemy Haryanto

Dukun menarik lidah orang sakit dengan mulutnya – Jemy Haryanto

Metode ini bertujuan untuk mengumpulkan penyakit ke dalam mulut si dukun sebelum akhirnya dimuntahkan. Kerena mereka percaya, lidah merupakan tempat berkumpulnya sumber penyakit. Setelah semua prosesi ritual selesai, sebagai penutup, adalah minum arak dan makan daging babi bersama anggota keluarga dan warga setempat.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.