Jobstreet

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SULIT Presiden Susilo Yudhoyono menjabat Sekretaris Jenderal PBB usai menjadi warga biasa tanggal 20 Oktober 2014 malam hari. Seolah mudah jadi Sekjen PBB seperti ‘buangan’. Banyak hal yang akan menghalangi SBY jadi sekjen PBB, jabatan bergengsi bagai ‘presiden dunia’ yang selama bertugas tinggal di kota paling riuh di dunia, New York, dengan rumah dinas mewah di Sutton Place, kawasan elit Manhattan. Lengkap dengan pengawalan NYPD (polisi NY).

Jabatan sekjen PBB itu berdasarkan budaya rotasi sesuai regional. Sekarang giliran Asia yang dijabat diplomat Korea Selatan, Ban Ki Moon, yang berakhir 2017 kelak. Artinya baru 1 Januari 2017 ada pengganti yang baru. SBY? No…!

Tradisi menduduki jabatan ini berdasarkan rotasi regional. Ban Ki Moon dari Asia, setelah itu giliran Eropa Barat atau negara Barat atau Eropa Timur (sepertinya sudah gabung karena tak ada komunis lagi). Setelah Eropa, giliran Amerika Latin. Kemudian Afrika dan kembali Asia lagi.

Bisa dibayangkan, SBY harus menunggu sekitar 20 tahun bila tiap Sekjen hanya menjabat 5 tahun. Tradisinya seorang sekjen PBB rata-rata menjabat 10 tahun. Jadi SBY harus menunggu sekitar 40 tahun untuk jadi sekjen PBB! Bisa jadi terjadi keajaiban, SBY jadi Sekjen PBB berikutnya. Tapi kemungkinan itu 0,000000001%. Misalnya ada usulan dari Tiongkok. Tapi pasti diveto oleh negara besar lain yang punya hak veto (AS, Inggris, Cina, Rusia dan Prancis). Mereka tak rela gilirannya diserobot oleh grup regional yang lain.

Biasanya juga, Sekjen PBB itu mantan diplomat lama di PBB. SBY tak pernah jadi dubes atau diplomat meski pernah menjabat jabatan kemiliteran di pasukan perdamaian PBB. Alex Alatas, Nana Sutresna atau Nugroho Wisnumurti adalah contoh diplomat karir kita yang lama bertugas di PBB. Mereka bertiga lebih mungkin jadi Sekjen PBB bila dilihat dari segi karir. Tahun 1950an akhir, diplomat kita Ali Sastroamidjojo pernah ingin diajukan sebagai Sekjen PBB. Entah mengapa tak diperjuangkan.

SBY

Lalu apakah bisa menjabat sekjen PBB? Ya bisa saja. Asal 1 Januari 2017 nanti ketika menginjak usia 67 tahun. Too old! Itu pun sangat tidak mungkin. SBY bisa berkarya di badan-badan dunia atau di lembaga PBB, seperti UNHCR, UNCTAD, FAO, ILO atau UNICEF bila ada lowongan. Kalau sekjen PBB masih tidak mungkin untuk sekarang ini. Yang mungkin hanya menjabat Sekjen PBB.

Partai Bulan Bintang.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *