Sudah Salah Kaprah

Jeng Margi

 

Kata orang bijak, semua hari itu BAIK. Tak ada hari yg buruk, hari yang bisa membuat someone menjadi sial dan sebagainya. Tapi mengapa banyak orang kalau punya hajatan masih saja senang menggunakan pakem-pakem jadul, tidak di kampung tidak juga di perkotaan.

Misal hajatan kawinan diadakan paling pas adalah bulan besar sementara untuk bulan-bulan yang lain dirasa kurang greget, kurang afdol.

Tentu saja fenomena tersebut ditangkap jeli oleh pelaku-pelaku ekonomi. Dan Hukum ekonomipun berjalan. Komponen-komponen yang berkaitan dengan ritual perkawinan merangkak naik seperti ongkos rias manten, sewa gedung, daging, telur, bumbu-bumbu dapur.

Di kampung suka tidak suka, mau tak mau,  masih mempertahankan tradisi/budaya nyumbang. Di sini arti nyumbang mengalami perluasan makna. Yang dulunya nyumbang, karena memang perlu disumbang (miskin).

Sekarang kondisinya berbalik. Walau tak mendapat undangan, dengan alasan tidak enak, karena masih tetangga. Akibatnya meski sedang bokek sekalipun, gimana caranya tetep bisa nyumbang, kalau perlu utang. Ironis dan salah kaprah memang.

Tuan rumah yang punya hajatan, jangan coba-coba senang dulu, kalau sudah niat pesta, kudu nyuguh, kudu pula ngeteri (bagi yang masih satu kampung).

Kalau tidak sanggup berlaku seperti itu, bisa-bisa dianggap tak serius le duwe gawe (mengadakan hajatan) alias mencari untung. Siap nombok dah!!

Mbok ya sudah tau, di kampung tata ber-acaranya seperti itu, kalo aku boleh menyarankan, mau ngadain pesta sebaiknya menghindari bulan-bulan dimana orang-orang masih menganggap bulan bagus sehingga pengeluaran bisa ditekan atau diminimalisir. Benefitnya banyak. Gedung pesta banyak yang kosong, perias manten tidak waiting list, harga sembako turun.

Orang-orang juga tidak direpotkan harus menghadiri sekian banyak undangan. Kalau mau jujur, Pusing lho, banyak mendapat undangan manten, karena itu jelas-jelas mengganggu perekonomian RT. Mau cuek….? Mana bisa… ? Ini di kampung man…!

Baca juga artikel senada: http://baltyra.com/2009/11/06/kebiasaan-orang-kampung/

true or false

Sebelum semuanya menjadi berlarut-larut, mari, dimulai dari diri sendiri dulu, me-mindset otak kita bahwasanya semua bulan itu BAIK. Yang tak baik itu adalah tingkah laku personalnya. Setuju..?

 

Note Redaksi:

Jeng Margi, selamat datang dan selamat bergabung! Terima kasih sudah memutuskan “pensiun” sebagai pembaca sunyi dan mengirimkan artikelnya. Ditunggu artikel-artikel lainnya ya. Terima kasih Dewi Aichi yang sudah mengajak Jeng Margi “pensiun”…

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.