Nikah Beda Agama

Agus Benzaenuri

 

Isu yang lagi hot saat ini kan tentang pada saat ini nikah beda agama, ada yang setuju, ada yang minta ditinjau kembali undang-undangnya. Dalam undang-undang disebutkan, “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan”.

Kalau saya, kembali ke individu yang menjalani, it depends on you.

Kenapa, negara tak pernah melarang nikah beda agama, hanya apabila agama menganggap itu tidak sah maka tidak ‘diakui’ pula oleh negara.

Lantas, jika tentang fiqih, misalnya dalam agama Islam, beberapa kasus nikah beda agama dibolehkan dengan syarat. Namun, agama lain saya belum paham karena belum atau tidak memepelajari hingga hukum pernikahan.

Persoalannya itu, sebagian besar masyarakat atau orang awam pada umumnya itu hanya mengenelarisir bahwa semacam itu melanggar agama karena tidak umum.

Saya dilahirkan jadi itu pilihan saya karena pertama kali belajar agama sebagai Muslim, meskipun saya mempelajari semuanya. Namun, bagaimana jika yang lain, maka itu pilihan mereka. Agama itu pilihan bahkan terkadang ditunjuk buat beberapa orang, seperti orang menikah.

Agama hadir di bumi semata-mata untuk membawa keselamatan bagi manusia. Sekarang dan besok. Agama apapun jika menuju itu tak masalah buat saya, namun jika membawa perang, sesungguhnya mereka tidak memahami ajaran agama.

Nah, untuk hukum pernikahan, selama membawa keselamatan, sekarang dan besok, buat kedua individu yang menjalani, silakan, jika negara tidak melegalkan, itu bukan kemampuan saya. Jika pun minta diubah untuk konteks Indonesia, saya kira budaya Indonesia belum siap menerima itu, walaupun sebagian kecil mengerti.

nikah-beda-agama

Namun, jika nikah bertujuan buruk, untuk semata-mata berorientasi harta misalnya, haram buat saya, walaupun legal menurut negara.

Mewujudkan keselamatan dan kesejahteraan untuk masyarakat itu lebih penting daripada meributkan legalisasi tentang nikah beda agama. Mengubah undang-undang itu perlu diterapkan asas manfaat dan mudarat atau kerusakan bagi orang awam.

4+5 adalah 9, begitu juga 6+3, jadi hormati cara pandang orang lain. Benarkan?

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.