Bule Hunter

Elisabeth Oktofani

 

Tadi malam saya tercengang mendapatkan sebuah email dengan link tentang sebuah blog di Kompasiana yang berjudul Buku Dodol dan Vulgar: Salah Kaprah atas Bule dan Lelaki Indonesia.  Wow! Jujur saja, itu  membuat saya sangat resah dan geli. “Budhe… budhe ….yang salah kaprah itu siapa?” tanya saya pada diri saya sendiri. Baca bukunya saja belum tetapi sudah sesumbar.

bule-hunter2

Hal tersebut membuat saya ingin bertanya pada teman-teman sekalian…

1. Apakah anda pernah mendapatkan SMS dari seorang perempuan muda yang mereka bercerita baru saja melakukan hubungan badan orang yang mereka sukai unt pertama kalinya?

2. Apakah anda pernah mendapatkan SMS dari seorang kawan yang mendapari dirinya terkena penyakit menular seks seperti hepatitis B, syphilis atau bahkan HIV/AIDS?

3. Apakah anda pernah mendapati seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan rumah tangga atau dalam pacaran?

4. Apakah anda pernah didatangi oleh perempuan-perempuan muda (18-23) yang bercerita betapa ingin mereka mendapatkan jodoh bule karena KEREN titik, tidak ada alasan lainnya?

5. Apakah anda pernah duduk di sebuah taxi dengan pasangan orang Barat alias bule lalu si supir taxi bertanyaWah neng… burungnya pasti besar!“? atau “Wah neng… nikah sama bule pasti cepet kaya ya?

6. Apakah anda pernah duduk dengan seorang pekerja seks komersil yang bekerja untuk menghidupi anaknya karena dia ditolak bekerja formal karena punya penyakit pneumonia?

7. Atau anda pernah mendapati ungkapan, eh kok bule maunya sama yang tampamg babu sih?

Saya sendiri pernah mendapati semuanya itu.

Ketika perempuan-perempuan muda bercerita betapa bahagianya mereka baru saja melakukan hubungan badan dengan orang yang mereka kagumi/cintai, tanpa mau menghakimi atas nama budaya dan norma, saya hanya bilang “Berhati-hatilah! Jangan lupa pakai kondom. Siapa tahu, kamu bukan satu-satunya pasangan! Banyak predator seks di luar sana yang tidak bertanggung jawab dan kemudian membawa penyakit pada diri kamu,”

Lalu ketika seseorang mendapati diri mereka terinfeksi sexual transmitted disease seperti hepatitis B, HIV/AIDS, syphilis atau gonoreha …. tentu saya tidak akan menjauhi mereka, saya akan memberikan ruang dan waktu sebisa saya untuk membantu mereka even it is just a moral support! Saya banyak menemui kasus ini sampai kadang saya hanya berdiam diri dan mendengarkan saja karena yang mereka butuhkan telinga untuk mendengarkan bukan judgment kenapa mereka sampai seperti itu.

Belum lagi, saya sering mendapati cerita perempuan-perempuan muda yang bercerita bahwa pacar/suami mereka (yang notabene bule) sangat abusive baik psychically or emotionally hanya karena mereka adalah tuan-tuan berduit sehingga mereka merasa bisa melakukan kekerasan terhadap pasangan mereka yang notabene orang Indonesia yg dianggapnya bakal mau diabuse hanya karena uang. Sayangnya mereka terlalu takut untuk ke polisi atau bercerita pada keluarga. Yang ada mereka lari pada kawan.

Lalu…. bukan hanya lima atau sepuluh kali saya sering mendapati perempuan-perempuan muda berbagi dengan saya bahwa mereka pengen sekali punya jodoh bule dengan satu alasan KEREN titik. Tidak ada alasan lain. Bagi saya, alasan itu sebenarnya tidak cukup kuat. Bule atau bukan, mereka semua adalah laki-laki dan manusia dengan sifatnya dan latar belakang masing-masing. Bisa dibilang, bule itu cuma ‘casingnya’ doang!

Nah kalau sudah begitu…. anda mau bilang apa? Apa anda mau melarang? Ya enggak kan….? Setiap orang punya mimpi dan cita-cita masing-masing. Ada yang mimpinya tentang jodoh mereka seperti apa, pekerjaan mereka seperti apa dan lain sebagainya. Kalau pun ada yang bilang jodoh di tangan Tuhan ya, ya monggo. Saya enggak bisa menggunakan religious approach untuk menanggapi curhatan kawan-kawan tersebut.

Yang paling parah adalah saya sering mendapatkan pertanyaan tentang hal-hal ‘nyleneh’ ketika saya jalan dengan kawan pria bule saya. Mereka bertanya apakah dia burungnya besar, pasti bule kaya. Waduh….saya sudah jengah dengan hal-hal ini.

Terus, apakah seseorang yang pergi ke club malam, cafe atau pekerja seks komersil adalah bukan perempuan baik-baik? Apa artinya perempuan yang ingin melepaskan lelahnya atau give themselves an award by going to cafe or bar or night club after long week of working kemudian berarti mereka bukan perempuan baik-baik? Baik-baik menurut apa dan siapa? Apa standardnya? Bisa tolong dijelaskan?

Lalu ketika orang-orang mengatakan bahwa perempuan yang jalan dengan bule adalah perempuan bertampang babu, tentu tidak semuanya; hanya karena kulit mereka hitam dan krempeng tidak seperti perempuan yang ada di billboard iklan shampoo di sepanjang jalan atau perempuan ideal di dalam televisi Indonesia dengan standar putih, kulit putih dan rambut hitam panjang. Bagi saya, saya ingin bertanya apakah sih artinya cantik? Apa sih artinya tampang babu. Kecantikan/keindahan itu relatif, tergantung pada orang yang melihat bukan.

Sayangnya masyarakat kita suka dengan mudah menghakimi dan tak jarang yang dihakimi pun hanya diam saja. Saya jengah! Saya gerah!  Saya ingin berbagi pada orang lain bahwa there’s another part of life yang merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari yang mungkin tidak kita pahami tapi kita terlalu mudah menghakimi. Bahkan antar sesama orang Indonesia sendiri.

Jujur saja ini merupakan suatu kegelisahan saya, kenapa saya menulis buku yang cukup kontroversial dan kemudian diputarbalikkan sehingga keren. Tujuan saya bukan bisnis tapi mengajak orang yang merefleksikan kembali.

Saat The Magdalene mengulas tentang Bule Hunter: Money, Sex and Love dengan judul artikel What “Bule Hunter” Wants, saya merasa pesan saya tersampaikan. Lalu pada hari Minggu, 7 September melalui Indonesia Now, Metro TV kembali mengulas buku Bule Hunter: Money, Sex and Love, lagi-lagi saya senang bahwa pesan saya tersampaikan. Dan tanggal 8 September lalu, The Jakarta Post kembali memuat artikel tentang saya sebagai penulis buku Bule:Hunter, Money, Sex and Love dan lagi-lagi pesan saya tersampaikan.

bule-hunter1

Namun pada tanggal 9 September lalu, salah satu media online ternama di Indonesia menuliskan sembilan berita yang misleading membuat saya, dibully dan dicaci seolah saya pendosa besar. Untung saja, Beritasatu kembali menyampaikan pesan di balik buku Bule Hunter: Money, Sex and Love. Begitu juga dengan artikel di vemale.com; Wolipop dan juga suara.com.

Ya begitulah tak kenal maka tak sayang, sudah anti duluan. Lebih parahnya lagi referensi berita yang misleading dijadikan patokan untuk menulis blog menyerang saya. Oh well… I’m only human who wants to make a small contribution to the Indonesian women especially to them who are in relationship with westerner but often being UNFAIRLY JUDGED by the society! If you thought that I would be perfect, I apologise for being human! I am far from the definition of perfection!

Dan ini sebagian tanggapan dari teman-teman KKC:

komentarKKC01 komentarKKC02 komentarKKC03 komentarKKC04 komentarKKC05 komentarKKC06 komentarKKC07

 

Bisa juga dibaca di: http://bulehunter.com/2014/09/12/ketika-buku-bule-hunter-dicap-vulgar-dan-dodol/

 

Note Redaksi:

Elisabeth Oktofani, selamat datang dan selamat bergabung! Semoga betah dan kerasan ya dan ditunggu artikel-artikel lainnya. Terima kasih Dewi Aichi yang sudah mengajak Elisabeth Oktofani dan terima kasih untuk Oktofani yang bersedia bergabung.

 

 

About Elisabeh Oktofani

Lahir di Yogyakarta, 1987, Elisabeth Oktofani adalah seorang jurnalis dan penulis yang kini berdomisili di Jakarta. Lulusan Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2010. Kecintaan Oktofani pada dunia tulis menulis dan ketertarikannya pada isu sosial membuat Oktofani senang berkenalan dan bergaul dengan orang-orang dari berbagai kalangan. Bule Hunter adalah buku Oktofani pertama yang ditulis dengan metode jurnalistik, yakni melalui riset, wawancara dan observasi lapangan dengan sudut pandang perempuan Indonesia.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.