Satu Pagi di Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BUDIMAN . . .

Salam jumpa kembali dengan oret-oretan Dj. Mohon maaf, cukup lama menghilang, karena sedang pacaran…. Hahahahahaha…. Nggak ding… banyak saja alasannya, karena mempersiapkan pensiun dan cukup banyak yang harus diurus…..

Puji TUHAN . . . ! ! ! Sekarang sudah sedikit melihat titik terang, jadi sudah bisa sedikit bernapas…. Nah inilah nasib pensiunan di Jerman, hanya dapat 60% dari upah dan entah berapa % dari perusahaan….Dan harus ke kiri dan ke kanan, banyak yang harus diurus…

Puji TUHAN . . . ! ! ! Dj. ada sehat selalu, bahkan semakin semangat olah raga jalan kaki setiap paginya…. Tidak mau kalah sama yu Lani….. Hahahahahaha….Maklum nganggur, jadi pagi sedikit banyak waktu, tapi jangan ditanya siangnya…. Hahahahahahaha….Sambil mendengarkan music, jadi semakin semangat, kadang ada yang nemanin lewat telpon, juga menyenangkan….

Hahahahahaha….Tapi sangat menyenangkan, karena ada tempat untuk jalan kaki dan tidak harus selalu di pinggir jalan, walau kadang
dari hutan atau taman, harus menyeberang jalan juga… Tapi kebanyakan lewat jalan tanah, jadi ya cukup nyaman.
Tapi ya turun dan naik… maklum kami tinggal perbukitan…

Sangat menyenangkan karena juga bisa melihat pemandangan yang cukup sejuk…..Seperti lewat perkebunan Kohl. Maaf ini Dj. ambil dengan HP. Yang bener saja, masakan jalan kaki mau bawa Nikon D4…??? Hahahahaha…..

mainz01

Juga lihat ada kebun buncis…..

mainz02

Ada juga bunga yang berwarna-warni…Bunga ini bisa dibeli dan dipetik sendiri, kapanpun orang mau….Kalau tidak ada yang jaga, maka di situ disediakan kotak untuk memasukan uang dan harganya juga tertera di situ. Kalau orang mau curang, memang bisa, hanya kebanyakan orang jujur, karena 1 tangkai hanya beberapa cent Euro saja.

mainz03 mainz04 mainz05 mainz06 mainz07

Bisa juga lihat pohon buah-buahan, ada yang tinggi dan ada juga yang rendah yang bisa dipetik… Hahahahahaha…

mainz08 mainz09

Dan selain itu, kadang lihat pohon kacang, mungkin lebih mendekati kenari (walnut). Ini juga banyak yang sangat rendah dan bisa dipetik, sambil jalan… hahahahaha….

mainz10 mainz11

Saat sudah matang, maka kulitnya akan berubah, menjadi hutam dan berjatuhan di jalanan… Nah ya, iseng Dj. pungut beberapa buah untuk Dj. tunjukan kepada anda semua. Kacang ini, saat menjelang Natal, banyak dijual dan juga tidak murah. Bisa dimakan begitu saja, tapi juga sering dibubuhkan ke kueh… Ini satu buah yang Dj. petik dari pohon dan kulitnya masih hijau.

mainz12

Dan di bawah ini, beberapa yang jatuh di jalanan yang Dj. pungut dan ada yang sudah Dj. kupas.

mainz13

Nah…. kira-kira seperti foto di atas ini, dari yang masih berkulit hijau dan keras, kemudian hitam dan jatuh dari pohon…Bila kulit luar terkelupas, maka terlihat kulit dalam yang cukup keras berwarna coklat. Baru di dalam kulit tersebut terdapat kacang yang bisa dimakan, atau dibubuhkan ke kueh. Orang Jerman menyebutnya Walnuss.

Okay…..

Dj. rasa untuk kali ini, cukup banyak cerita, lain kesempatan Dj. sambung lagi….Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang masih mau menerima oret-oretan Dj. Jelas terima kasih kepada anda semua, terutama yang anda-anda yang telah mengirim e-mail agar Dj. menulis oret-oretan lagi. Terutama yu Lani yang begitu sering mengirim e-mail, walau kadang Dj. lupa membalasnya…. Hahahahahaha….Maaf ya yu….

Terimakasih sudah membaca oret-oretan Dj. yang sederhana ini. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

mainz14

 

Note Redaksi:

Salah satu dari silent readers yang menanyakan pak Djoko Paisan via e-mail ke Redaksi.

Kangen om Djoko Paisan

Dear Redaksi,

Saya adalah silent reader yang setia dari Baltyra.com.
Saya perhatikan sudah beberapa Selasa belakangan ini, tulisan om Djoko tidak pernah muncul lagi.
Apakah beliau sehat2 saja (saya mengharap demikian, semoga beliau selalu sehat).
Sampaikan salam kangen dari saya dan juga dari sahabat saya (yang sama-sama kehilangan tulisan om Djoko) pada beliau.
Terima kasih untuk redaksi Baltyra yang selalu memberikan informasi dan bacaan untuk kami, juga terima kasih atas kesediaannya menjadi penyambung kata “kangen” kami buat om Djoko.

Salam hormat,
Irma

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.