I Hate Technology

Primastuti Dewi Rakhmawati

 

Saya banyak bersentuhan dengan teknologi 10 tahun terakhir ini, tidak hanya dalam kehidupan normal di luar kelas. Di dalam kelaspun saya berhadapan dengan teknologi. Suatu hari ketika saya berada di Rome, seorang sahabat mengundang saya untuk makan siang bersama, hampir dua tahun kami tidak bertemu, kami bertukar kabar melalui email dan chatting. Saya membayangkan bahwa kami akan melewatkan makan siang dengan berbagi cerita menarik tentang kehidupan kami, tertawa bersama face to face. Harapan saya pupus ketika tidak lebih dari dua menit setelah kami memesan makan siang, teman saya disibukkan dengan Gadget barunya. Selama makan siang kami hanya bercakap-cakap sekedarnya, teman saya sibuk dengan electronic device nya sementara berbagai pertanyaan muncul di benak saya tidak habis pikir, saya melewati ribuan mil hanya untuk menonton orang bermain dengan gadget. Kemudian saya teringat Dosen saya pernah berkata “Bagi sebagian orang, fanatik terhadap teknologi ternyata melebihi rasa fanatik mereka terhadap agama”. Bagi sebagian besar masyarakat masa kini, teknologi adalah nafas yang member kehidupan bagi mereka.

i-hate-technology

Andai saja seseorang yang mati 20 tahun yang lalu bangun dari kuburnya saat ini, saya yakin Ia akan benar-benar terkejut dan kagum melihat transformasi teknologi yang sedemikian cepatnya dalam kurun waktu yang sangat singkat. Teknologi membuat sesuatu yang dulu bahkan tidak terbayangkan dan tidak mungkin untuk diciptakan menjadi nyata. Kita dikelilingi teknologi kemanapun kita pergi, tidak perduli di mana kita berada, bahkan tempat terpencil pun sekarang telah memiliki teknologi. Jadi apakah mengherankan jika kita sekarang kecanduan teknologi seperti internet, handphone, blackberry, video games, iPod, iPhone, gadget, dan lain sebagainya?

Ini merupakan sebuah masalah bagi ribuan orang, terutama remaja yang kecanduan chat room dan SMS ataupun social network. Mereka harus tetap terhubung dengan teknologi setiap saat apapun keadaanya. Hampir setiap sekolah melarang siswa membawa handphone, akan tetapi mereka tetap menemukan cara untuk tetap dapat terhubung dengan teknologi.

Segala bentuk kecanduan memang tidak baik, demikian pula kecanduan terhadap teknologi. Ketika kita di dalam kelas dan sibuk dengan sms atau BB kita kehilangan moment untuk fokus pada pelajaran. Saat kita bekerja dan sebentar-sebentar membuka facebook, email dan lain sebagainya kita kehilangan konsentrasi dan membuang waktu yang berharga yang barangkali bisa kita manfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Walaupun hampir semua menyadari kenyataan ini, rata rata dari kita menolak untuk tidak lagi menggunakan gadget. Dan siapa yang bisa menyalahkan mereka ketika kita semua tahu bagaimana Presiden Amerika Barack Obama sulit terpisah dari Blackberry-nya. Jika Barack Obama tidak bisa hidup tanpa gadget favoritnya, bagaimana dengan kita?

Lalu kemudian muncul pertanyaan, apakah mungkin seseorag hidup terisolasi tanpa teknologi? Kemungkinan tidak, karena teknologi telah merembas dalam setiap aspek kehidupan kita dan berakar begitu dalam sehingga jika kita ingin mencabutnya, sama halnya kita melukai atau bahkan membunuh diri kita sendiri. Tapi apa yang bisa kita lakukan adalah mengatur penggunaannya sehingga tidak menghabiskan seluruh waktu kita.

Bagaimanapun, the power of technology adalah ketika kita dapat menggunakan pada tempatnya, dimanfaatkan dengan baik. Teknologi seperti kincir angin, apabila angin bertiup akan menghasilkan listrik, akan tetapi jika badai datang, maka kehancuranlah yang akan terjadi. Mari kita mencoba membangun kincir angin, membangun mental maupun sosial yang lebih baik dalam kehidupan kita

Teknologi bukanlah sesuatu yang spesial. teknologi adalah alat, teknolgi adalah sesuatu yang bisa di manipulasi dan bisa digunakan, bukan sesuatu yang memaksa kita untuk mengorbankan pengalaman belajar, tentu saja ini sulit bagi saya pribadi. I hate technology but I use it every day.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.