Ayo Selamatkan Kucing dan Tikus Lucu dari Senjata Orang Tolol

Prabu – Jakarta

 

Seekor tikus kecil warna coklat berlari kencang, lalu nyelinap masuk lobang.  Tikus lucu inipun selamat dari keprukan gagang sapu yang kucing pegang. Di balik lobang, si tikus cengar cengir sambil menyiapkan perangkap mematikan. Di atas perangkap lalu diletakkan seutas tali yang menjulur keluar lobang. Melihat ekor tikus yang amat seksi, lidah kucing menjulur panjang. Aksi mandi kucing pun dilakukan; dimulai njilati ekor secara pelan, lalu nafas tertahan dan jantung berdetak kencang, lidah kucing masuk semakin dalam ke lobang:  Woargnnhhhhhh…..!!! teriak kucing kesakitan. Melihat lidah kucing kejepit jebakan, tikus tertawa girang.

tom-and-jerry

Itulah cuplikan episode Tom & Jerry. Film animasi karya animator William Hanna dan Joseph Barbera (Hanna-Barbera) yang kemudian diproduksi oleh Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) ini, tak hanya digemari anak-anak. Tapi orang yang sudah beranakpinak pun dijamin terkekeh-kekeh melihat kelicikan tikus bernama Jerry dalam menghadapi kucing bernama Tom yang bernafsu dan oportinistis ini.

Meskipun berjudul Tom & Jerry, film animasi yang populer di TVRI sejak 1970an ini tidak hanya dibintangi oleh kucing dan tikus. Ada Spike, seekor anjing bulldog yang selalu ingin menghajar Tom. Spike ini kerap jadi sasaran keusilan Jerry, namun yang menjadi tumpahan amukan Spike selalu Tom. Anak saya dibuat gemas sama kekonyolan Jerry ini.

“Huhh…! Spike, yang gigit ekormu bukan Tom, tapi Jerry!”, dengan mimik inocentnya.

Selain Spike, ada pula tokoh bernama Mammy Two Shoes. Anehnya, wanita gemuk berkulit hitam ini ketika muncul tidak pernah terlihat wajahnya. Tokoh manusia ini selalu dekat dengan Tom. Kadang memberinya makan. Saking misteriusnya, beredar rumor bahwa mammy Two Shoes ini mungkin berwajah anjing?

Di lain episode, ketika Tom main gitar dan Jerry bernyanyi manja, anak saya nyeletuk, “akur… nih ye”.

Berhubung Tom & Jerry tidak mengenal koalisi permanen, sejatinya kemesraan keduanya terasa semu. Maka yang muncul tiap tayang selalu didominasi permusuhan. Namun meskipun keduanya saling hajar dan kepruk-keprukan sampai gepeng, faktanya Tom & Jerry tidak amnesia maupun koit alias modar!

“Go…go… Jerry ngumpet!”, teriak anak saya melihat adegan Tom gegap gempita mengejar Jerry. Tapi ia pun mendadak ngakak terpingkal-pingkal, ketika tubuh Tom gepeng terlindas jebakan Jerry.

Saking seringnya nonton Tom & Jerry yang disiarkan RCTI dan Global TV, anak saya pernah mengatai ibunya yang melabrak kakak sulungnya, “ah, emak kayak Tom & Jerry aja”. Saya cuma mesem mendengarnya.

Kesan inilah yang saya temukan ketika sekeluarga nonton kartun Tom & Jerry. Sementara jutaan pemirsa lainnya tentu sepakat, ketika pulang kerja bisa kumpul bersama keluarga dengan celetukan-celetukan lucu yang dilontarkan anak-anak saat melihat adegan Tom & Jerry, adalah suasana yang tak bisa dibeli dengan uang.

Namun disayangkan, suasana demikian akan segera hilang, karena Komisi Penyiaran Indonesia memberi peringatan keras kepada 3 stasiun tv yang menyiarkan film kartun Tom & Jerry.

Komisi-Penyiaran-Indonesia

Seperti diberitakan, KPI mengeluarkan peringatan keras kepada bos stasiun tv untuk wanti-wanti perihal tayangan anak di televisi yang banyak adegan kekerasan dan dinilai tak pantas disaksikan anak-anak. Dikutip dari detik.com, dalam siaran pers, Senin (22/9) Komisioner KPI Agatha Lily merilis sejumlah tayangan yang dinilai berbahaya yaitu 3 (tiga) tayangan anak dan kartun. Dimana dalam kategori berbahaya termasuk Tom & Jerry.

Menyimak siaran pers demikian, sungguh miris dengan masa depan republik ini. Ternyata kita keliru memilih pemimpin. Menurut rumor, KPI isinya ibu-ibu penikmat hiburan sesat. Animasi berkelas dibasmi, sementara sinetron dungu bin dodol dinikmati.***

 

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *