Pria Indonesia Cenderung Jadi Pemerkosa?

Itsmi – Belanda

 

Perkosaan di Indonesia sudah bisa dikatakan hal yang biasa atau normal. Dari hasil penelitian PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), ternyata di Asia di mana Indonesia negara nomor dua yang paling banyak terjadi pemerkosaan.

26,2% pria yang bermukim di perkotaan, mengakui pernah melakukan pemerkosaan. Sedangkan di pedesaan mencapai 19,5%. Nomor satu ditempati oleh negara Papua New Guinea. twitpic.com/dct94t

Selain melakukan pemerkosaan, 25% pria yang tinggal di perdesaan juga mengakui melakukan kekerasan terhadap wanita. Namun di perkotaan lebih tinggi angkanya, yaitu mencapai 30%.

Kalau mengikuti diskusi-diskusi di berbagai situs Belanda mengenai Indonesia (ini saya pernah mendiskusikannya di situs lain di tahun 2007), banyak pria Belanda yang berpendapat, bahwa wanita Indonesia bodoh di tempat tidur atau dingin, seperti pasif atau inisiatif selalu harus dari pria untuk memulai pemanasan dan sex, kasih sayang seperti membelai-belai atau berpelukan. Sepertinya wanita Indonesia merasa asing atau takut pada keintiman. Apalagi kalau berciuman.

Hal itu banyak terjadi pada wanita yang telah diperkosa. Tentu juga hal ini bisa terjadi bukan hanya dikarenakan perkosaan, tetapi juga antara lain karena emosional inteligensia rendah atau bisa juga tidak ada rasa cinta dan kasih terhadap pasangan.

Dari hasil penelitian PBB, memperlihatkan bahwa faktor yang sangat berperan pada wanita yang kacau di tempat tidur adalah karena pernah mengalami pemerkosaan. Mengapa? Karena perkosaan itu adalah perlakuan yang sangat dahsyat dan berakibat kecacatan bagi psikis wanita. Apalagi kalau perlakuan perkosaan itu tidak pernah diungkapkan kepada siapapun atau dipendam.

pemerkosa

Belum lagi mengenai problem relasi atau mendidik anak yang penuh dengan konflik. Tidak mengherankan jika di Indonesia banyak praktek-praktek seksual yang di kelola oleh konsultan-konsultan abal-abal. Semua orang bisa mempromosikan dirinya sebagai psikolog atau seksolog.

Bisnis konsultan ini sangat menguntungkan karena banyak penggemarnya dengan keluhan seksual. Jadi bukan hanya secara psikis tetapi juga fisik. Untuk fisik ditangani oleh konsultan pria. Dari membelai sampai penetrasi. Pemerintah pun terkesan membiarkan praktek-praktek konsultan semacam ini, karena mungkin dianggap bukan prioritas. Padahal hal ini bisa mengakibatkan persoalan yang lebih kompleks bagi para korbannya.

Dari hasil penelitian PBB itu, kita bisa berkesimpulan bahwa Indonesia mempunyai problem besar terhadap seksual. Namun problem ini ditutupi dengan selalu menuduh kepada Barat, bahwa seksual moral Barat kacau, vulgar dll. Dengan kata lain, di negara sendiri seksual moralnya lebih tinggi dari pada Barat. Jadi perkosaan hanya terjadi di dunia belahan Barat.

Pria-pria Indonesia menuntut pada wanita sebelum dinikahi harus perawan sesuai dengan aturan agamanya. Untuk itu wanita ketakutan apabila ketahuan kalau dia tidak perawan lagi di malam pertama. Sementara untuk melaporkan kepada pihak kepolisian, bahwa mereka pernah diperkosa,  cenderung tidak berani. Maklum, dari berbagai hasil penelitian, para pelaku pemerkosaan itu biasanya adalah orang dekat korban atau orang yang dikenal. Juga siapa yang mau mempercayai kalau si pelaku tersebut adalah teman, kenalan, teman baik papanya, dosen, tetangga, pastor, kyai, dokter, pacar, suami, kakak atau papanya sendiri…

Apalagi dari religius konservatif yang berpikir, bahwa wanitalah yang bersalah. Atau sering disebut wanitalah yang mengundang pria, seperti suka mengenakan rok mini atau t-shirt. Dengan kata lain, wanita dikorbankan untuk kedua kalinya. Jadi wanita yang korban pemerkosaan berpikir, apa untungnya untuk melapor?

Atau seperti kata Hakim Muhammad Daming Sanusi,”Pelaku perkosaan dan korbannya “dua-dua menikmatinya.”

Pendapat ini banyak didukung paling sedikit oleh seperempat dari pria Indonesia. Menyedihkan……

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.