Finally, IKEA Indonesia!

Josh Chen – Global Citizen

 

Ternyata tinggal di desa pinggiran Jakarta yang bernama Serpong cukup menyenangkan. Dari hari ke hari Serpong semakin menarik. Fasilitas-fasilitas kelas dunia semakin banyak bermunculan di pinggiran Jakarta ini. IKEA salah satu iconic dunia hadir di Serpong, setelah sekian belas tahun ditunggu oleh masyarakat Indonesia.

IKEA

Konon IKEA memang tidak ingin toko-tokonya ada di tengah keramaian hiruk pikuk downtown, sehingga IKEA memutuskan untuk memilih pinggiran Jakarta untuk membuka toko pertamanya di Indonesia. IKEA Indonesia (yang pertama dan akan terbesar di Indonesia, nomor dua terbesar di Asia Tenggara – setelah Thailand), terletak strategis di pinggir jalan tol Jakarta-Merak, terlihat jelas dari kejauhan sekian kilometer. Salah satu ciri khas IKEA adalah harus di pinggir jalan tol utama.

IKEA bisa dibilang sudah menjadi legenda dunia yang fenomenal dalam bisnis furniture. Mengutip dari Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/IKEA):

IKEA (/ˈkə/; Swedish: [ɪˈkeːˈa]) is a multinational group of companies that designs and sells ready-to-assemble furniture (such as beds, chairs and desks), appliances and home accessories. As of January 2008, it is the world’s largest furniture retailer. Founded in Sweden in 1943 by then-17-year-old Ingvar Kamprad, who was listed as one of the world’s richest people in 2013, the company’s name is an acronym that consists of the initials of Ingvar Kamprad, Elmtaryd (the farm where he grew up), and Agunnaryd (his hometown in Småland, south Sweden). The company is known for its modern architectural designs for various types of appliances and furniture, and its interior design work is often associated with an eco-friendly simplicity. In addition, the firm is known for its attention to cost control, operational details, and continuous product development, corporate attributes that allowed IKEA to lower its prices by an average of two to three percent over the decade to 2010 during a period of global expansion. The IKEA group has a complex corporate structure and is controlled by several foundations based in the Netherlands, Luxembourg and Liechtenstein.

Ingvar Kamprad founded IKEA in 1943 as a mostly mail-order sales business. It began to sell furniture five years later. The first Möbel-IKÉA store was opened in Älmhult, Småland, in 1958, while the first stores outside Sweden were opened in Norway (1963) and Denmark (1969). The stores spread to other parts of Europe in the 1970s, with the first store outside Scandinavia opening in Switzerland (1973), followed by Germany (1974).

Amid a high level of success, the company’s German executives accidentally opened a store in Konstanz in 1973 instead of Koblenz. Later that decade, stores opened in other parts of the world, such as Japan (1974), Australia and Hong Kong (1975), Canada (1976), and Singapore (1978). IKEA further expanded in the 1980s, opening stores in countries such as France and Spain (1981), Canada (1982), Belgium (1984), the United States (1985), the United Kingdom (1987), Italy (1989) and Poland (1991). The company then expanded into more countries in the 1990s and 2000s. Germany, with 44 stores, is IKEA’s biggest market, followed by the United States, with 40 stores. At the end of the 2009 financial year, the IKEA group operated 267 stores in 25 countries. The first IKEA store in Latin America opened on 17 February 2010 in Santo Domingo, Dominican Republic. As of July 2013, the company’s presence in developing countries remains minimal.

Kebetulan saya mendapatkan undangan pre-opening tanggal 11 Oktober 2014. Kesempatan bagus yang tidak saya sia-siakan karena kesempatan seperti ini tidak akan datang untuk keduakalinya. Walaupun di sela-sela pre-opening ini ada panas-panasnya dikarenakan memang sudah dijadwalkan akan ada fire-drill, secara keseluruhan pengalaman berkunjung ke IKEA ini sungguh asik. Toko yang dibangun di atas lahan seluas kira-kira lima hektar ini penuh dengan barang yang memang apik dan mengedepankan simplicity, functionality dan minimalist. Angan-angan tentang harga yang tinggi atau super mahal harus kita buang jauh-jauh karena harga-harganya cukup masuk akal. Pernik peralatan dapur juga sangat menarik.

IKEA (1) IKEA (2) IKEA (3) IKEA (4)

Salah satu lampu yang sangat menarik desainnya

Salah satu lampu yang sangat menarik desainnya

IKEA (7)

Kursi dengan desain simple, menarik dan mengedepankan fungsi serta kualitas – sedang dalam proses pengetesan

IKEA (8)

Yang tidak kalah menarik tentu saja adalah resto IKEA. Desain yang simple dan menawarkan pengalaman baru dalam urusan perut dan mulut. Resto dibuka jam 12:00 setelah fire-drill selesai. Antrean yang panjang sekali sudah bersiap di depan pintu masuk resto. Sekitar jam 11:50, resto dibuka dan para pengunjung yang sudah antre sekitar 15-20 menit serta merta menghambur untuk mencari tempat duduk dan ke counter pemesanan makanan. Meatball yang legendaris dari Swedia dan beberapa macam sajian salmon wajib dicoba. Kopi, teh dan minuman soda bebas refill sebanyak yang kita mau. Sedikit masalah ketika hendak membayar. Entah karena jalur komunikasi yang belum lancar atau saking membludaknya pengunjung, yang jelas pembayaran non-tunai memerlukan sedikit perjuangan menunggu. Tak sedikit yang kebingungan karena tidak membawa cukup tunai.

IKEA (13) IKEA (14) IKEA (9) IKEA (10) IKEA (12)

Yang paling menarik adalah sedikit cerita mengenai katalog yang dibagikan sejak kira-kira 2-3 minggu sebelumnya. Katalog IKEA di seluruh dunia dicetak terpusat di Jepang. Hah? Bingung saya mendengar keterangan ini. Masa mencetak katalog saja harus sampai ke Jepang. Menurut keterangan, kertas untuk mencetak katalog ini hanya bisa disediakan dan dicetak di Jepang dengan harga yang paling ekonomis (menurut mereka) dibandingkan jika dicetak di negara lain yang bisa menyediakan jenis kertas dan kualitas cetak yang sama.

Kertas apa itu kok sepertinya canggih sekali? Kertas yang disyaratkan oleh IKEA Pusat adalah kertas dengan FSC certified. Apa itu FSC? FSC adalah Forest Stewardship Council. Lebih lengkapnya silakan mampir langsung ke: http://en.wikipedia.org/wiki/Forest_Stewardship_Council atau https://ic.fsc.org/. Kabarnya seluruh material kertas di IKEA sudah sekitar 80-90% memiliki FSC certification. Kertas premium untuk katalog ini ternyata juga memiliki karakteristik khusus yaitu ringan, tipis dan kuat, sehingga jika dicetak di atas kertas jenis lain dengan kualitas hasil cetak yang sama atau mirip, hasilnya adalah ketebalan katalog tersebut menjadi dua kali lipat! Harus diakui, pemikiran dan sistem negara maju memang jauh ke depan, kita masih harus belajar banyak sekali!

Ah, secara umum pengalaman melongok toko IKEA untuk pertama kali cukup berkesan. Grand opening tanggal 15 Oktober 2014 akan dihadiri beberapa petinggi Indonesia dan Swedia dimana IKEA berasal.

 

 

About J C

I’m just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *