Naik Turun Karang untuk Menari

Kusnul Istiqomah

 

Tuntutan pekerjaan terkadang membuat seseorang harus mau melalui medan yang berat.

“Baru sekali ini,” seru Ayu Candra Kirana, seorang ledek asal Kecamatan Semin.

Kalimat itu terucap dari bibirnya yang dipoles gincu warna merah muda setelah menuruni dan menaiki batu karang di Pantai Nglambor. Wanita yang akrab disapa Caca ini tidak sendirian. Caca bersama dua rekannya, Linda dan Merian. Caca dan Linda bertugas menjadi ledek, sedangkan Merian menjadi sindennya.

ledek1

Perjuangan ledek dan sinden menuju lokasi ritual Ngalangi di pengalapan di Pantai Nglambor, Purwodadi, Tepus.

Mereka berangkat dari Semin pukul 07.00  WIB, Senin (22/9). Menuju Desa Purwodari, ketiga wanita itu memiliki tujuan untuk menghibur para penduduk desa. Tak terbersit sedikit pun di benak mereka, jika harus melalui medan berat ketika sampai di Purwodadi.

Kedatangan mereka untuk melaksanakan prosesi Ngalangi di Pantai Nglambor. Sebuah prosesi yang dikenal pula dengan nama Bersih Segara. Ritual yang rutin digelar setiap tahun. Ketiga wanita itu pun diantar warga ke lokasi Ngalangi.

Semula, mereka kira akan langsung menuju gedepe (tratag yang terbuat dari kayu dengan atap daun kelapa) dekat Watu Kaum. Di situlah mereka akan menjentikkan ujung sampur dengan gemulai.

ledek2

Perjuangan ledek dan sinden menuju lokasi ritual Ngalangi di pengalapan di Pantai Nglambor, Purwodadi, Tepus.

Siapa sangka, mereka harus bertualang terlebih dahulu. Dengan mengenakan pakaian ledek lengkap dengan sanggul, mereka harus menuruni batu karang. Warga pun selalu siap mengamankan dan membantu ketiga wanita itu menuju sebuah cerukan batu karang yang disebut pengalapan untuk rangkaian ritual dalam Ngalangi.

“Ini hot and cold namanya,” celoteh Caca lagi.

Ketika menapaki karang, mereka harus rela bertelanjang kaki agar tidak terpeleset. Ketika harus menuruni karang yang cukup curam, mereka juga harus menyingsingkan jaritnya. Dengan ragu-ragu mereka melangkahkan kakinya. Namun, warga terus membujuk mereka dan menjamin keamanan mereka.

“Saya dua kali tampil di Ngalangi, tapi dulu tidak sampai menuruni karang. Namun, karena tuntutan, saya harus siap,” ujar dia.

ledek3

Perjuangan ledek dan sinden menuju lokasi ritual Ngalangi di pengalapan di Pantai Nglambor, Purwodadi, Tepus.

Ia senang menjadi bagian ritual yang masih dilestarikan warga. Sebuah ritual yang ia harapkan bisa membawa kemakmuran bagi warga.

Jika Caca sudah dua kali tampil di Ngalangi, berbeda dengan Linda dan Merian. Mereka baru  pertama kali tampil di Ngalangi. Mereka juga baru satu kali ini melalui medan yang berat.

“Wow, menakjubkan sekali,” ujar Linda.

ledek4

Perjuangan ledek dan sinden menuju lokasi ritual Ngalangi di pengalapan di Pantai Nglambor, Purwodadi, Tepus.

Harus bersusah payah menuju tempat ritual membuatnya mendapatkan pengalaman luar biasa. Menyibakkan sampur di tepian pantai membuatnya istimewa. Pengalaman yang menurutnya tidak bisa dilupakan.

Usai mengikuti ritual di pengalapan, mereka menuju batu kaum untuk menari. Warga yang sudah datang duduk setengah lingkaran sembari menyaksikan kedua ledek menari dengan gemulai.

Ritual ini dilaksanakan sebagai tanda syukur warga dan permohonan akan kelimpahan rejeki dan kemakmuran.

 

*Sudah terbit di Harian Jogja

 

 

About Kusnul Istiqomah

Penulis media yang lebih suka mengangkat human interest, mengenalkan daerah terutama wilayah Gunung Kidul dengan segala kearifan lokalnya.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.