Lindungi Keluarga Kita dari Bahaya Internet Jahat

Dwi Isti

 

Saya merasa terpanggil untuk sedikit berbagi tips bagaimana berinternet yang sehat dan mencerdaskan, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk keluarga terutama anak-anak. Fakta bahwa internet menjadi resource yang terdepan di era digital adalah hal yang tak terbantahkan. Bila butuh info mulai resep masakan, tips menyusui, peluang bisnis, mencari update berita nasional hingga dunia bahkan tentang seputar aspek religi semua mengarah ke internet, dan tentu saja sumber terbesarnya adalah search engine seperti Google, Yahoo dan media sosial dimana orang dengan bebas berbagi aneka informasi maupun opini ke publik.

globe, group of the people and notebook on white background

Memasuki dunia maya juga butuh panduan, agar kita bisa tidak sesat dalam rimba informasi yang tak jelas batasnya. Kalo cuma salah dalam mempraktekkan resep masakan, mungkin gak akan sampe fatal efeknya…paling banter..masakan anda akan di“lepeh” (apa sih bahasa Indonesia’nya…he..he) sama yang makan, tapi kalo informasi yang kita dapatkan hingga menjadi sebuah keyakinan dan kita anggap sebagai sebuah kebenaran…apalagi menganggap nya kebenaran final…wah bahayanya luar biasa.

Saya memang bukan seorang pakar IT, tapi saya seorang praktisi internet marketing sejak sekitar 13 tahun lalu, sehari-hari berkutat dengan dunia maya, sebagai lahan mengais rejeki, mencari teman, atau sekedar cari hiburan atau bahkan mengajari anak-anak pelajaran di sekolah. Jadi istilah apa itu HOAX, mana foto editan, lalu memilah bahasa marketing yang terlalu Hype untuk melakukan strategy hard selling dan mana yang reasonable, menilai kredibilitas sebuah website , sehingga bila ada berita yg bisa dikonfirm kita tau menghubungi siapa, insya Alloh saya ada sedikit pengetahuan.

A.Mengetahui sebuah berita itu HOAX atau bukan

Kalo anda tiba-tiba terima broadcast dari BBM, WA, Twitter, forum atau medsos  misalnya  “perang dunia ke 3 pecah besok”, jangan langsung panik ya, dan jangan langsung di share, tenang dl, langkahnya :

–          Buka google.com; ketik keyword “perang dunia ke 3 pecah besok”, kalo tidak muncul di halaman pertama maka  siap-siap bahwa itu adalah hoax .karena logikanya berita penting seperti itu harusnya diberitakan media-media besar internasional dan nasional dan pasti terindex di halaman pertama google.

–          Tapi andaikata kamu cari di google trus yang keluar di page satu adalah berita dari The Onion atau bahkan gak ada sama sekali, kamu bisa yakin itu adalah berita bohong.

Beberapa pengecualian:

1.     Beritanya berhubungan dengan konspirasi atau gosip. Kalo yang ini, kemungkinan kantor berita besar gak akan nayangin. Soalnya namanya juga belum pasti, gak ada yang bisa buktiin secara terang-terangan.

2.     Beritanya lokal banget. Kalo kayak gini, anda mungkin bisa langsung buka detik.com atau kompas.com.

3.     Beritanya berhubungan dengan teman-teman anda yang gak mungkin masuk berita juga. Kalo kayak gini, kita saranin anda telpon langsung yang bersangkutan sih.

Yap, begitulah kira-kira. Jadi, jangan mudah tertipu lagi ya. Konfirmasi dulu sebelum kamu retweet atau forward!

 

B. Mengetahui foto itu editan/ rekayasa atau bukan

Sering kali pula saya mencoba sendiri rekayasa foto untuk keperluan manipulasi prewedding ataupun keinginan pembuatan portofolio. Sudah pasti cara yang saya lakukan ini juga seringkali dipakai oleh orang-orang yang menginginkan membuat sensasi di internet dengan memunculkan foto-foto hasil editan software grafis, yang membedakan hanya objek dan tujuannya atuaupun teknik manipulasinya. Bagaimana cara membedakan itu foto asli atau rekayasa? Ini hampir sama dengan cara seorang detektif yang menggunakan reka ulang, karena setiap kejadian pasti akan menimbulkan jejak. Nah, jejak inilah yang akan kita cari.

1.     Metadata

Untuk membaca metadata sebuah file gambar, Anda bisa menggunakan Windows Explorer. Klik kanan pada gambar digital Anda > Properties > Summary > Advanced. Dalam foto yang asli bidikan kamera, ada informasi yang dapat dibaca di bagian equpment make, dan informasi jenis kamera. Jika foto ini hasil rekayasa, biasanya tidak ada informasi detail seperti contoh ataupun juga jenis kamera yang tidak support summary data. Foto asli biasanya menyertakan data IPTC, History, dan Origin, bila ada copyright juga akan dimasukkan dalam metadata ini.

2.     Sumber cahaya yang berbeda

Pada foto asli, sumber cahaya datang dari satu arah dan berlaku pada objek-objek lain dalam foto tersebut. Misalnya sama-sama cahaya matahari atau lampu. Intensitas cahaya yang berbeda antar bagian juga menunjukkan foto tersebut hasil rekayasa.

3.     Pola ketajaman pixel gambar yang tidak sama. Sebuah foto asli dalam format JPG, seharusnya memiliki pola yang sama baik itu di bagian wajah, tubuh, atau background. Pola ini dapat dilihat jika foto tersebut di zoom hingga kelihatan piksel-pikselnya.

4.      Efek blur

Dengan menggunakan Adobe Photoshop atau software pengolah gambar yang lain, zoom sebuah foto hingga setiap satu piksel kelihatan jelas (misalnya zoom 1000%). Piksel-piksel yang baur, menunjukkan foto itu telah direkayasa dengan efek blur.

5.     Perbedaan warna kulit

Foto ini menunjukkan foto rekayasa, Karena perbedaan warna kulit antara wajah dengan leher atau tubuh. Juga berbeda dari arah datang cahaya dan intensitas cahaya.

6.     Proporsi tubuh Foto asli. Selalu memberikan proporsi tubuh yang ideal, misalnya perbandingan kepala dengan leher, perbandingan kepala dengan badan. Jika orang yang merekayasa foto kurang terampil, perbandingan yang ada tidak natural.

7.      Perbatasan yang tidak sempurna. Foto hasil rekayasa yang merupakan gabungan dua buah foto atau lebih, misalnya wajahnya milik artis tertentu tetapi tubuhnya milik orang lain, memiliki perbatasan (sambungan) yang kurang sempurna (misalnya di bagian leher atau dagu, badan dengan background).

 

C. Membedakan website kredibel atau tidak

§  Website yang berumur lebih lama relatif lebih kredible karena dibangun oleh pembuatnya untuk tujuan jangka panjang dan serius, bukan untuk kepentingan dadakan. Cara cepat untuk mengetahui umur suatu website bisa menggunakan bantuan banyak tools di internet seperti WHOIS DOMAIN TOOL. Tapi tidak menutup kemungkinan ada juga website yang dibangun lama yang memang tujuan si pembuat adalah untuk menyebarkan berita bohong atau HOAX

§  Website kredibel khususnya media mainstream memiliki banyak sumber daya untuk mencari berita dari sumbernya langsung. Mereka memiliki petugas pencari berita atau wartawan, bahkan selalu standby di tempat-tempat strategis sumber berita

§  Website yang kredibel selalu memiliki tautan about us dan disclaimer. About usberisi informasi terkait pengelola website dan juga alamat organisasi pemilik website baik alamat di internet, media sosial, nomor telepon dan atau seluler yang bisa dihubungi hingga alamat kantor yang jelas yang bisa didatangi. Bila suatu website tidak menyediakan hal tersebut, maka sebaiknya berhati-hati terhadap website tersebut. Tidak adanya nama pengelola dan alamat yang jelas/lengkap, menandakan website/pengelolanya sudah memikirkan jalan untuk kabur atau lari dari tanggungjawab terhadap kekacauan yang dibuatnya.

§  Disain sangat mempengaruhi kredibilitas website. Namun tidak sebesar kontennya. Konten yang ditulis dengan baik lebih besar kredibilitasnya daripada disain yang baik. Kira-kira seperti ini :

§  – Disain jelek & konten jelek = kredibilitas rendah

– Disain baik & konten jelek = kredibilitas sedang

– Disain jelek & konten baik = kredibilitas tinggi

– Disain baik & konten baik = kredibilitas maksimal

 

§  Dan masih banyak cara lain untuk mengetahui kredibilitas sebuah website, tp mungkin ketiga hal diatas adalah yang penting

 

D. Menilai sebuah pernyataan sebagai strategy marketing hype atau hard selling atau pernyataan yang reasonable

Yang ke empat ini lebih banyak diaplikasikan untuk informasi bisnis atau making money. Hype adalah istilah yang biasanya digunakan para internet marketer untuk menyebut sebuah kata-kata sales letter yang bahasa sangat membuai, terlalu tinggi hingga boleh dibilang too good to be true. Bahasa seperti ini sering dipake para marketer untuk melakukan propaganda penjualan produknya, kadang sambil memajang mobilnya yang mewah, dan ditulis….”Gue cuman sambil tiduran loo dapat mobil ini”  bisa jadi itu bener kalo emang anda dapat undian atau dibeliin ama babe ..he..he. Tapi percayalah bahwa hukum alam tetap berlaku, no free lunch, semua harus diusahakan dengan kerja, mungkin marketer gak akan bercerita panjang tentang bagaimana berdarah2 nya perjuangan mereka…yang terekspose hanyalah apa yang telah tercapai. Selalu gunakan logika, banyak-banyaklah untuk mencari informasi dari berbagai sumber agar ada pembanding yang bisa di jadikan rujukan. …………..itu dulu deh…kapan-kapan sambung lagi..mulai pegel ini tangan.

 

 

About Dwi Isti

Seorang penulis lepas yang berasal dari Surabaya dan sekarang tinggal di Jogja.

My Facebook Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.