Profitabilitas Adhi Karya Melambat Setelah Penurunan Pangsa Pasar Konstruksi

Agus Benzaenuri

 

Kinerja Adhi Karya (Persero), Tbk diprakirakan akan melambat dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 426,51 miliar pada akhir tahun atau hanya naik sebesar 5,1% dibanding tahun 2013 lalu setelah pendapatan diprakirakan hanya naik 7% menjadi Rp 10,53 triliun. Perlambatan tersebut terjadi setelah pangsa pasar jasa konstruksi dan EPC (engineering, procurement and construction) mengalami penurunan setelah tidak adanya kontrak baru yang dikerjakaan selama tahun 2014 ini.

Akibat melambatnya segmen jasa konstruksi dan EPC dari Adhi Karya ini, Pefindo pun menurunkan outlook rating Adhi Karya menjadi negatif pasca Adhi Karya merilis kinerja pada semester pertama tahun ini.

Terlihat perlambatan yang terjadi, selain karena tidak adanya kontark baru pada 2014 sehingga cenderung memerlambat pendapatan, kinerja keuangan Adhi Karya tersebut juga dibebani dengan peningkatan biaya yang signifikan sehingga menjadi penyebab terjadinya tekanan pada marjin profitabilitas, sebagaimana diindikasikan dari kinerja perusahaan pada semester pertama 2014. Perlambatan kinerja Adhi Karya ini juga diindikasikan dengan defisit arus kas dari kegiatan operasi pada periode semester pertama ini, akibat penerimaan dari pendapatan yang mengalami penurunan.

Selama semester pertama lalu, Adhi Karya membukukan pendapatan hingga mencapai Rp 3,19 triliun atau turun 4,1% dibandingkan sebelumnya yang tercatat membukukan pendapatan hingga Rp 3,33 triliun.

Pendapatan pada segmen jasa konstruksi dan EPC tercatat turun 10% menjadi Rp 2,86 triliun sementara beban langsung segmen tersebut hanya turun sebesar 7,3% sehingga menekan marjin segmen tersebut menjadi 6,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,97%.

Laba kotor secara keseluruhan termasuk segmen properti dan infrastruktur tercatat turun hingga 13,43% menjadi Rp 270,13 miliar, namun dengan marjin laba kotor lebih tinggi dibandingkan dengan jasa konstruksi dan EPC, yaitu sebesar 8,46% meskipun juga tercatat turun dari sebelumnya yang hingga 9,37%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa segmen jasa konstruksi dan EPC menekan profitabilitas Adhi Karya. Dengan segmen jasa konstruksi dan EPC diproyeksikan menyumbang 73,6% dari seluruh total pendapatan pada akhir tahun, maka diprakirakan juga kinerja Adhi cenderung melambat pada akhir tahun nanti.

Bottom line Adhi Karya pun diprakirakan cenderung melambat akhir tahun nanti dengan hanya membukukan marjin laba bersih sebesar 4,07% dibandingkan tahun 2013 lalu sebesar 4,14% dengan imbal hasil terhadap ekuitas juga diprakirakan akan menurun menjadi 24,6% dibandingkan dengan tahun 2013 lalu yang mencapai 26,5%.

adhikarya1 adhikarya2

 

Profitabilitas BUMN Konstruksi Lainnya Di atas ADHI

Kinerja Adhi Karya ini sepertinya tidak searah dengan mayoritas BUMN konstruksi lainnya yang masih membukukan pertumbuhan pada segmen jasa konstruksi dan EPC dengan marjin yang lebih tinggi dibandingkan yang dibukukan Adhi Karya.

Wijaya Karya, Tbk (WIKA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan jasa konstruksi dan EPC sebesar 5,3% dengan marjin laba kotor segmen tersebut sebesar 8,9% atau naik jika dibandingkan dengan sebelumnya sebesar 8,5%. Secara keseluruhan laba kotor Wijaya Karya bahkan naik 17,0% dengan marjin laba kotor sebesar 11,4%.

Sementara itu, PT. Pembangunan Perumahan, Tbk. (PTPP) membukukan pertumbuhan penjualan segmen jasa konstruksi dan EPC hingga sebesar 9,65%, dengan marjin laba kotor segmen jasa konstruksi dan EPC naik menjadi 12,0% dibandingkan dengan sebelumnya sebesar 9,3%. Secara keseluruhan laba kotor PT PP tercatat naik hiingga 31,7% dengan marjin laba kotor sebesar 11,7%.

Sedangkan Waskita Karya, Tbk salah satu BUMN konstruksi lainya mengalami penurunan profitabilitas segmen jasa konstruksi dengan mencatatkan marjin kotor sebesar 10% dibandingkan dengan sebelumnya 11,9%, namun pendapatan dari segmen tersebut tumbuh tipis 0,42%. Laba kotor tercatat masih tumbuh hingga 16,88% dengan marjin laba kotor secara keseluruhan masih tumbuh menjadi 9,83% dibandingkan dengan sebelumnya 8,9%.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.