Ramalan Kejatuhan Jokowi di Balik Kemenangan Kubu Prabowo

Prabu

 

Meski kalah di pilpres 2014, Prabowo dengan KMPnya sukses mempecundangi Kolisi Indonesia Hebat (KIH) yang dimotori PDIP. Melalui voting di parlemen sejumlah agenda penting seperti RUU Pilkada, UU-MD3 hingga pemilihan pimpinan DPR dan MPR dimenangkan kubu Prabowo. Sejumlah retorika yang dilontarkan para pengamat politik pun bermunculan. Dari komentar apresiasi tinggi  kepada KMP hingga kebekuan relasi politik Megawati terhadap SBY yang menyebabkan (KIH) keok di parlemen.

jokowi-2014

Tanpa mengesampingkan kecerdikan para politisi KMP, dan tak bermaksud menyakiti hati para relawan pro Jokowi, sesungguhnya terdapat fakta menarik dibalik hatrick kubu Prabowo di parlemen yaitu :

1.  RUU Pilkada dimenangkan KMP tanpa perlu satupun kotak suara. Karena saat memutuskan RUU pilkada dilaksanakan dengan voting terbuka.

2. Pelaksanaan pemilihan pimpinan DPR dan MPR dengan system voting tertutup, ternyata hanya perlu satu kotak suara untuk menampung kertas surat suara.

3. Dalam pemilihan pimpinan DPR dan MPR, tak dibutuhkan konsultan politik, lembaga survey dan quickcount, namun pemenangnya dapat langsung diketahui cukup 1 detik.

4. Pemilihan pimpinan DPR dan MPR berlangsung relative tertib, yang kalah bisa legowo dan yang menang tidak sombong sehingga bentrok massal dapat dieliminir.

5. Pemilihan pimpinan DPR dan MPR tidak butuh biaya besar, karena material untuk voting hanya butuh sebuah spidol dan whiteboard elektronik.

Menyimak fakta demikian, maka tuduhan kecurangan pilpres 2014 yang masif, terstruktur dan sistematis yang diungkap Prabowo nyaris ada benarnya. Meskipun tuduhan demikian berhasil ditolak MK.

Dengan pengalaman kemenangan di parlemen yang dimiliki kubu Prabowo seperti diungkap di atas, maka ongkos social politik ke depannya semakin ringan. Dan merubah pilpres secara langsung menjadi pemilihan presiden melalui MPR bukan lagi sekedar wacana atau mimpi politisi di siang bolong. Ambisi Prabowo yang didukung oleh partai-partai besar dan syarat pengalaman perpolitikan sepanjang Indonesia merdeka, dipastikan akan mengantarnya dengan mudah menjadi presiden RI. Dan jika hal ini terjadi, Prabowo bisa membentuk dinasti politik dan bakalan berkuasa lebih lama dari pada mertuanya, Soeharto. Dengan demikian, jargon Indonesia sebagai macan asia yang digelorakan Prabowo, bukan isapan jempol.

Sebaliknya, melihat hegemoni kubu Prabowo di parlemen saat ini, dan menyimak strategi politik KIH yang tetap berpijak kepada figur Megawati, maka diramalkan Presiden Joko Widodo hanya mampu memimpin Indonesia kurang dari dua tahun. Program jangka pendek pro rakyat macam pencabutan subsidi BBM yang tidak tepat sasaran bakalan mendapat penolakan rakyat dengan dukungan parlemen. PDIP sebagai pemenang pemilu, tak mampu berbuat lebih jauh.

Sama seperti saat Megawati dikalahkan SBY saat pilpres, PDIP langsung mengambil sikap tegas menjadi oposisi. Dengan nasib politik seperti ini, marwah PDIP sejatinya adalah oposisi. Sementara Nasdem sebagai partai baru dengan elit parpolnya yang minim pengalaman mustahil bisa melawan keroyokan politisi KMP. Sementara Hanura, nasibnya akan sama seperti pemimpinnya Wiranto yang hanya singgah sebentar dihati rakyat saja. Begitu pun dengan PPP, sejak era orba partai ini tak siap dengan perubahan. Karena marwahnya hanya menjadi partai manut dan penurut, yang penting elit partainya hidup kenyang.

Melihat parlemen yang dikuasai KMP dan kebiasaan anggota DPR/MPR yang selalu bersidang dan memutuskan hal-hal penting di malam hari – dimana lebih separo rakyat sedang tidur lelap — maka ambisi Prabowo untuk menjadi Presiden RI tinggal selangkah lagi. Kini public hanya bisa berdoa apapun yang dilakukan, tujuannya adalah kesejahteraan rakyat.***

 

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.