Pandawa Kurawa

Rusdian Malik

 

Perang Mahabharata yang sangat sengit itu dulu berlanjut hingga di dunia nyata, tepatnya di gedung emka. Yakni antara Pandawa versus Kurawa. Dan gilanya lagi karena masing-masing kubu merasa sebagai Pandawa.

Namun rupanya jika menilai rupa, kubu banteng sepertinya lebih Kurawa hahaha, sedangkan kubu garuda lebih Pandawa, apalagi di sana memang ada biduan lagu arjuna mencari cinta yang ogah dipotong burungnya hahaha…

Sebab, dari sarang garuda punya jagoan si ABRI dan si rambut putih yang tampan gempal macho rupawan tubuhnya. Sedangkan dari kandang banteng diwakili si kurus ndeso penjual kayu lemari bangku meja, dan si mantan penunggu pohon beringin yang renta yang sudah masuk usia uhuk-uhuk jua adanya.

Namun ternyata kemenangan ada di kandang banteng terlepas dari segala kecurangan yang dilakukan keduanya dan tidak terlepas dari saling lempar tai dari keduanya. Perang pun berlanjut, kawanan burung menguasai gedung pesawat alien yang bahan bakarnya dibelikan dari duit kita. Yang salah satu artis favoritnya adalah sikap jendral brutus yang mendua-dua yang setengah sorga setengah durjana.

Namun sadarlah wahai pemirsa, ingatkan pada hati kita. Bahwa, siapapun dia, baik yang merasa Pandawa maupun yang menuding lawannya adalah Kurawa, adalah pelaku takdir yang menjalankan dharma-Nya. Mereka adalah melakukan “ijtihad” sesuai porsi dan tugas mereka. Maklumi saja andai mereka berantem dan bercumbu. Jangan lah terlalu memuja-muja, jangan pula terlalu mengutuk-ngutuk segenap jiwa raga. Sebab sejatinya, di pihak Pandawa ada yang juga Kurawa, di Kurawa ada pula Pandawanya.

kurawa-pandawa

Dan pasti, tidak semua Pandawa berhati Pandawa dan tidak semua Kurawa berhati Kurawa. Baik Pandawa baik Kurawa ada yang masuk sorga ada yang masuk neraka, para pemirsa yang bukan Pandawa bukan Kurawa pun bisa pula masuk neraka.

Hindarkan diri kita dari merasa paling Pandawa, dan jangan kecil hati andai kita disebut seperti Duryudana yang durjana padahal kedurjanaan itu ada di mana-mana, bisa di Pandawa, di Kurawa dan bisa di diri kita sendiri pemirsa.

Kenapa Pandawa dianggap pahlawannya? Karena ada Kurawa. Tanpa jasa Kurawa, Pandawa tak berarti apa-apa, tak berjuang apa-apa, hanyalah sekumpulan pemalas pengangguran anak mami yang manja berleha-leha. Kenapa ada orang kaya? Karena ada orang miskin papa yang tak punya. Kenapa ada yang menang? Karena ada yang kalah. Kenapa ada orang alim? Karena ada orang pe-a. Kenapa kita banyak pahala? Karena ada godaan setan iblis dan syahwat dunia. Kenapa ada neraka? Ya karena agar engkau-engkau memasukinya, agar tercipta tidak sia-sia.

Makanya, kita wajib berterima kasih pada orang yang durjana, pada orang miskin, pada yang kalah, pada orang yang jahil yang bego yang bahlol dan pe-a, pada setan, iblis, dan syahwat dunia, dan bersukur pada neraka, sebab karena mereka lah keseimbangan alam semesta ini ada.

Masih ribut pada pesta pilpres yang masih menyisakan durjana? Masih ribut pada pesta pelantikan presiden yang banyak rakyat bahagia di sana dan masih ada yang menghina-hina karena dianggap tak layak pesta, banyak rakyat sengsara bla bla bla? Biarlah rakyat berpesta hai durjana. Kalau tak suka, maka jadilah penentang yang bermartabat, musuh yang menghargai musuhnya. Sebab, oposisi itu penting demi keseimbangan dunia. Agar para peternak banteng tidak besar kepala, kejumawaannya tidak terlalu jumawa, dan agar peternak kuda ada kerjanya hahaha. Kalau masih banyak ngotot mau berkelahi membabi buta, maka jangan2 ini malah memang sudah kecanduan durjana, makanya tak lengkap tak elok andai kedurjanaan ini cepet selesai tak berlanjut durjana.

Cukuplah wahai sayang, siapa pun pemenangnya ini tetaplah pesta. Layaknya pesta seharusnya kita harus ngakak, ceria dan bahagia. Apalagi katanya ini namanya pesta demokrasi, kok lebih banyak yang gila, ya ganti aja namanya dengan siksa demokrasi yang durjana.

Cukuplah wahai sayang, siapa pun yang dapat piala, yang penting tetap menjamin kenyamanan hidup, keamanan iman, kelayakan sandang pangan, dan menjamin kenikmatan selangkangan ah oh ah oh ah oh jua adanya.

 

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.