Super Mom

Jeng Margi

 

Erna (nama samaran) kawan saya adalah salah satunya. Ia seorang istri dan juga  ibu dari dua orang anak yang lagi butuh extra perhatian. Dari bangun tidur hingga tidur lagi yang ada dalam benaknya adalah bagaimana anaknya selalu dalam kecukupan gizi, bisa bersekolah dengan baik dan dalam pengasuhan yang tepat. Erna bukanlah seorang full time mother. Doi juga bekerja seperti saya. Di rumahnya Erna sama sekali tak mempekerjakan Asisten Rumah Tangga. Praktis semua pekerjaan ditekel sendiri. yang membedakan saya dengan doi adalah jiwa all out-nya untuk keluarga. Hehehehehe…

supermom1

Pagi-pagi sebelum ngantor, Erna sudah berkutat di dapur menjerang air untuk mandi ke 2 anaknya lalu bikin lauk berikut sayurnya disambi cuci-cuci baju. Setelahnya mengantar anak-anaknya berangkat ke sekolah berboncengan motor. Menjelang istrirahat siang, kawanku Erna sudah harus tergopoh-gopoh menjemput kedua anaknya pulang dari sekolah (kebetulan lokasi sekolahnya kurang lebih 5 km dekat kantor), mengantarnya pulang, membelikan makan siang. Setelah dirasa semua aman, barulah Erna back to office. Di kantor, Erna juga adalah pribadi yang baik dan bertanggung jawab. Teman-teman banyak yang memuji dengan cara kerjanya.

Tugas Erna  belumlah selesai. Sore menjelang malam, Erna sudah duduk manis dan bermetamorfosis menjadi guru bagi anaknya. Doi begitu fasih dan luar kepala menjelaskan semua mata pelajaran sekolah anak-anaknya yang dirasa anak tak mudeng. Lalu hingga larut malam memastikan anak-anaknya sudah tertidur pulas. Barulah tugasnya dirasa selesai…ckckckckck…

Erna sungguh wanita pintar sehingga  tak perlu repot-repot mendatangkan guru les. Hasilnya tak sia-sia.  Kedua anaknya selalu mendapat nilai yang memuaskan. Bahkan Si Sulung baru saja mendptkan sekolah paling favorit. Perjuangan Erna membuahkan hasil. Anak yang baik memang berasal dari ibu yang baik.. Hehehehehe…

Menjadi Ibu seperti Erna sungguhlah tak mudah. Bagi saya, mengikuti style-nya Erna itu, saya sudah tumbang dari kemarin-kemarin. Bukan karena kemalasan tapi lebih karena kondisi fisik yang tidak setangguh Erna. Bayangkan, bila istirahat siang sekedar untuk menjemput anak pulang dari sekolah saja saya sudah amat kelelahan. Oleh karenanya terpaksa saya harus berlangganan dengan ojek.  Padahal gaji saya dengan Erna hampir-hampir sama. Dan bisa ditebak, Erna menjadi pribadi yang irit, tingkat kebocoran finansialnya boleh dibilang minim. wkwkwkwkwkwk…

Mengenal Erna menimbulkan energi yang sangat positif. saya jadi malu tuk berkeluh kesah yang tak perlu. Secapai apapun, saya tak pernah melihat Erna mengeluh. Dia selalu fight. Sepertinya Doi jarang kehabisan energi. BBM-nya selalu dalam kondisi fulltank. Hihihihi

Erna juga seorang akuntan yang baik bagi keluarganya. Tak lihat doi emang sayang anak banget tapi bukan berarti doi ngujo anak. Membelikan sesuatu ke anak karena butuh bukan karena ingin. Doi bukan tipe org yang suka menghambur-hamburkan uang. Padahal doi sebenarnya juga sosok yang pinter cari duit lho.

super-mom

Membayangkan kiprah Erna kawan saya ini, saya jadi teringat dengan suaminya, betapa beruntung sekali suaminya itu mempunyai istri macam Erna ini. Komplit. Bisa menjadi istri, ibu dan wanita karier yang hebat. Dan tak semua wanita bisa menjalaninya. Meminjam istilah pada iklan salah satu Bank, suaminya ini termasuk suami yang  “Untung Beliung” hahahahahaha…

Saya rasa masih  banyak erna-erna yang lain di dunia ini yang  struggle dalam menjalani hidup, tanpa pernah berkeluh kesah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.