Jatim Fair 2014 – Let’s Talk About Batik (1)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Acara ini digelar dalam rangka ulang tahun Jawa Timur ke 69. Acara yang diselenggarakan. 11hari acara ini digelar mulai 9 Oktober hingga 20 Oktober, 11 artis Nasional manggung di-stage yang berada di-outdoor. Dan pamerannya sendiri ada di Exhibition Hall yang berada di level G dan level 3 dilokasi yang sama di Grand City Surabaya. Booth dilevel G berisi stand campuran seperti dari Japan, Polandia, Holland, France, Korea, Australia. Lalu ada Sumatra, Kalimantan, Jawa Tengah dan bebebrapa daerah lainnya. Ada juga beberapa perusahan bahan bangunan, travel, pengerajin dan lain lain.

Itu nggak akan aku bahas, semua kan sudah tau kira-kira seperti apa ya suasana pameran. Yang akan aku dongengin justru yang di lantai 3 nih. Semuanya khusus Jawa Timur. Segala yang dibuat di Jawa Timur. Umumnya berupa makanan, Jatim memang nggak kalah deh kalau soal kuliner. Nah semua itu masih bisa lah aku anggap biasa, tapiiii yang bikin dengkul lemes, mata kunang-kunang byar pet plus kepala pusing adalah BATIK.

Batik Jawa Timur sangat sangat cetar membahana dan sumpah aku baru nyadar ternyata bagus-bagus dan sangat keren. Selama ini aku terpaku bahwa pusat Batik adalah Jawa Tengah and I was wrong. Menurut para pengerajin yang aku ajak ngobrol (kalo diajak adu panco waktunya kurang pas) 90% Batik Jawa Timur adalah tulis. Bahkan sampai koleksi kaos batik pun berasal dari batik tulis bukan cap. Aku meng-amini, lha wong memang sepanjang aku lihat aneka batik keren itu memang jelas-jelas Batik Tulis. Sebagai pencinta Batik aku memang hanya membeli Batik Tulis, karena itu karya yang sangat original dan butuh ketekunan dan konsentrasi penuh saat mengerjakannya. handmade nggak pake mesin apapun. Trus kebayangkan? Semua itu digelar di depan mataku dan aku pas nggak ada dana buat ngeborong semua itu. Sungguh 6 jam di sana rasanya bagai disiksa (padahal diem-diem pesen) wkwkwkwkwk

 

******

Nah here we go, Batik Tulis Kediri , harganya kisaran IDR 200.000. Batik Bolleches adalah unggulan dari Batik Tulis Kediri dengan motif unik Batik yang berupa bulatan-bulatan dan titik-titik. Diambil dari arti bolleches (Bahasa Belanda) yang artinya kumpulan titik-titik atau bola-bola kecil yang diaplikasikan dengan bunga tertentu atau motif legenda tertentu. Batik ini diciptakan pada 1980.

Lalu ada lagi Batik Gumul yang  coraknya diilhami dari Monumen Simpang Lima Gumul yang merupakan ikon Kabupaten Kediri, bentuknya mirip “L’ ARCH D’TRIOMPH” yang ada di Perancis. Motif utama yang sering ditampilkan dalam Batik Kediri adalah gambar Burung Garuda. Dalam kajian sejarah, Burung Garuda sering disebut sebagai Garuda Muka, kendaraan Dewa Wisnu. Ada pula yang menyebut, Garuda Muka (Garuda Mukha) adalah Lambang Kerajaan Airlangga.

batik jawa timur (1)

Motif Garuda Muka Sekar Jagad adalah motif yang menampilkan sosok Garuda. Pada Batik ini nampak gambar kotak-kotak yang mewakili bentuk tahu (Kediri penghasil tahu takwa). Ada pula bulatan-bulatan sebagai penggambaran gethuk (Kediri penghasil gethuk pisang). Banyak sekali motif-motif Batik Kediri yang lainnya, misalnya Batik dengan motif Kuda Kepang atau Kuda Lumping yang menjadi kebudayaan asli Kediri.

Lalu ada juga Batik Jumputan dengan kisaran harga IDR 130.000. dani Batik Tenun yang ditawarkan dengan kisaran IDR 230.000, Harganya lebih mahal dari Batik Tulis lantaran benangnya impor dari India dan Pakistan. Jadi Kediri memiliki 3 jenis Batik dengan 3 jenis pengerjaan. Untuk buatan yang khusus dan lebih rumit, harganya tentu akan jauh lebih mahal.

batik jawa timur (2) batik jawa timur (3)

Sentra Batik Kediri terdapat di Jl. KH Dewantoro 74 Sekoto, Badas Pare, Kediri. Di sentra tersebut memproduksi berbagai macam jenis motif batik tulis, batik sasirangan, jumputan, batik tenun ikat, dan lain-lain. Motif batik pun bisa dipesan sesuai dengan yang anda inginkan.

 

******

Batik Madiun yang berkembang pesat dalam 4 tahun ini juga memiliki motif yang indah. Siapa sangka Batik Tulis Madiun sudah begitu eksis. Batik Madiun sebenarnya sudah ada sejak jaman Mataram, karena terdapat sebagian wilayah Madiun yang dulunya menjadi kekuasaan kerajaan Mataram. Setelah sempat beberapa tahun punah, namun pada masa penjajahan Belanda, Batik Madiun mulai bangkit kembali walau hanya beberapa tahun saja. Batik Madiun sempat mengalami kejayaan pada tahun 1960-an sampai 1980-an.

Sedikit orang yang mengenal Batik khas Kabupaten Madiun yang bernama Batik Kenongo. Kondisi ini memang diakui oleh pihak Pemkab Madiun. Batik Kenongo dinyatakan nyaris punah, dikarenakan hanya tersisa seorang perajin yang masih bergerak untuk membatik. Motif andalan dari Batik Kenongo adalah bunga kenanga yang memiliki makna wangi atau harum. Motifnya berupa motif Batik Keris yang terinspirasi dari cerita sejarah Madiun dan memiliki kaitan budaya berupa cerita sejarah Madiun yaitu warisan keris pusaka yang diterapkan pada ragam hias utama berupa keris.

Terdapat pula motif Batik Porang terinspirasi dari tumbuhan di Madiun yang berkaitan dengan kebudayaan mata pencaharian Madiun yaitu berkebun dan diterapkan pada ragam hias utama berupa tumbuhan porang. Motif porang ini terinspirasi dari tanaman porang yang banyak tumbuh di Desa Kenongorejo yang terdapat di tepi hutan. Warna pada Batik Madiun tidak terikat, Batik Madiun cenderung tergolong dalam Batik Pesisiran.

batik jawa timur (4)

Motif khas lainnya yaitu Batik motif Retno Kumolo yang motifnya terispirasi dari tokoh wanita zaman Kerajaan Mataram, Ciri khas yang sangat kental dan sarat pesan ini diyakini bisa menjadi daya tarik tersendiri, sedangkan warna cenderung mendekati biru benhur. Motif lainnya berupa motif Beras Kutah (beras tumpah) yang melambangkan Kabupaten Madiun sebagai lumbung pangan Jawa Timur sebelah barat. Motif Serat Jati, dan motif ini merupakan motif cerminan daerah Madiun yang sebagian besar wilayahnya adalah kawasan hutan produksi jati, sebanyak 40 persen berupa hutan jati. Batik Madiun berharga kisaran IDR 200.000 ke atas. Ini ada salah satu owner usaha Batik, Tri Mei Wulandari yang bisa dihubungi di 081359000198, untuk Workshop dan Showroom bisa datang ke Perumahan Bumimas Blok Z No 17 Madiun, Telp 085746180710.

 

******

Dahulu sekitar tahun 1970an di Trenggalek memang ada tempat sentra Batik seperti Kelurahan Surondakan dan Kelurahan Sumbergedong, di mana kelompok-kelompok pengrajin Batik ini sudah mengerjakan dengan sistem kelompok, misalnya kelompok yang hanya membuat Sidomukti, kelompok yang membuat Grinsing, bahkan ada juga kelompok yang membuat Grinsing Buket, kelompok yang membuat Grinsing Satriyo Manah, sepertinya memang sudah ada semacam paguyuban kelompok perajin Batik.

Namun,akhirnya sekitar tahun 1980an banyak perajin yang gulung tikar penyebabnya selain orang mulai jarang menggunakan kain batik untuk sewek, juga mulai membanjirnya Batik Printing yang ada di pasaran. Motif yang dihasilkan saat ini yaitu mengangkat apa yang menjadi kekhasan Trenggalek seperti cengkeh, manggis dan beberapa motif-motif baru, Beberapa jenis motif Ungker Padi, motif Batang Daun, motif Parang Cengkeh, motif Bunga Kapas, motif Truntum Cengkeh, motif Anggrek Bulan.

batik jawa timur (5)

Bagi yang kepingin mengoleksi Batik Trenggalek tapi jauh bingit, no need to worry, silahkan hubungi Rurik Setyani pemilik Batik Setiya Jaya (Ada di FB) dengan HP 081217752315 dan 082132159768. Batik Tulis Trenggalek kisaran IDR 170.000 keatas.

 

******

Selama “berkeliling” ke berbagai Kabupaten, aku hanya bertemu orang-orang ramah. Orang Jawa Timur terkenal blak blakan, gak suka ya langsung ngomong abis itu udah, nggak ada lagi gerundelan. Nah ini terpancar dari mereka yang ada di pameran ini, kita bisa mengobrol asik bagai sudah lama saling kenal. Nah kini aku berkisah tentang Batik Lamongan yang makin menunjukan eksistensinya. Warna-warna yang cerah namun anggun sangatlah menggoda mata. Batik Tulis Lamongan dikenal juga sebagai Batik Sendang.

Motif Batik Sendang dibuat dengan beragam goresan gambar yang dianggap sebagai sebuah seni budaya warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Diperkirakan berawal dari generasi pada masa Dewi Tilarsih istri dari Raden Noer Rochmat (dikenal sebagai Sunan Sendang sekitar abad ke 15) Di antara ornamen lingkungan yang masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Sendangagung sebagai ornamen utama adalah jenis flora dan fauna. Beragam motif gambar dengan nuansa tumbuh-tumbuhan, dedaunan, bunga, buah-buahan, dan kumbang masih menjadi ragam motif yang mendominasi. Warna-warna yang digunakan juga melambangkan tiga alam yang dilalui manusia dalam menghadap Tuhannya, yaitu warna putih sebagai alam Garba (Kandungan), warna merah untuk alam Fana (Dunia) dan warna hitam sebagai alam Baka (Akherat).

Batik Sendang dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu Batik Sendang Tradisional dan Batik Sendang Modern. Batik Sendang Tradisional dianggap memiliki makna dan nilai filosofi tertentu serta memiliki dampak pemakaian atau penggunaan. Sedangkan Batik Sendang Modern merupakan ragam jenis batik yang hanya memiliki nilai guna sebagai citraan gaya hidup modern. Batik Tulis Lamongan kisaran ditawarkan mulai IDR 170.000

batik jawa timur (6)

Terdapat juga motif lain yang juga mencirikhaskan Batik Lamongan, yaitu motif Gendang Ceplik Bandeng Lele yang menggambarkan ikan bandeng dan lele yang ditambahkan bunga melati yang merupakan lambang kesucian, motif Kepiting Rowo Sisik Naga, motif Gapuro Tanjung Kodok, motif Ikan Laut, dan lain sebagainya. Sentra Batik Lamongan berada di daerah Sendang Duwur Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa ini termasuk salah satu desa keramat karena terdapat Makam Sunan Sendang yang banyak dikunjungi para peziarah dan wisatawan rohani. Alamat rumah produksi: Jl. Sunan Muria no.7 Sendangduwur Paciran Lamongan Jawa Timur

 

******

Kini aku menuju ke Kabupaten yang Batiknya sangat sophisticated. Tapi sebelumnya aku akan berbagi tips tentang memilih Batik Tulis Asli, semoga bermanfaat :

TIPS MEMILIH BATIK TULIS YANG ASLI

  1.  Motif batik tulis asli selalu tembus ke belakang. Bagian luar dan dalam motifnya hampir sama jelas.
  2. Kain batik tulis tidak mengandung unsur plastik.
  3. Jika batik masih baru, masih tercium aroma malam (lilin yang digunakan khusus untuk membatik).
  4. Harga batik tulis dalam wujud kain untuk ukuran baju dengan panjang 2 m dan lebar 115-120 cm minimal seharga Rp. 100.000. Jika anda menjumpai batik yang harganya sangat murah, itu bukan batik tulis asli. Mungkin itu batik printing, cap, atau paduan.

Oke kini aku membicarakan Batik Pacitan, 1001 goa adalah slogan kota Pacitan, dan tema goa dengan berbagai isinya menjadi inspirasi. Di Pacitan banyak goa sebagai asset wisata dan jelas itu berpengaruh pada motifnya, Stalaktit, batu mulia dan sebagainya. Pacitan di Jatim sebagai pelopor Batik alam yaitu konsisten hanya memakai pewarnaan dari bahan alam dan itu lah sebabnya Batik Pacitan bernuansa pudar.

Motif khas Pacitan berupa buah pace atau mengkudu dan karang laut. Batik klasik buatan Pacitan kini terancam punah karena para pembatiknya sudah memasuki usia renta dan regenerasi masih belum menyamai hasilnya. Sentra Batik Tulis asli Pacitan berada di Desa Lorok, Wiyoro kecamatan Ngadirojo, dan wilayah Arjowinangun Kota Pacitan. Batik Pacitan, selain terkenal dengan motif Pace (Mengkudu), ada pula yang disebut dengan batik Lorok, penamaan batik ini disesuaikan dengan daerah pembuatnya yaitu desa Lorok. Motif Pace yang menjadi ciri khas Batik Pacitan ditampilkan dengan memadukan motif Ukel dan motif Bunga Teratai. Dasar blok dengan motif batuan koral mengisi kekosongan ruang di sela-sela motif utama hal ini untuk menampilkan kesan Pacitan yang banyak terdapat batu-batuan.

batik jawa timur (7)

Batik bernuansa  pudar sesuai seleraku, bagiku warna pudar justru memiliki kesan berkelas dan abadi. Ini menurut seleraku, sekali lagi aku ini selalu mengapresiasi seni berdasar sudut pandangku sendiri tentang apa saja. Nah masalah yang aku pilih beneran berselera atau jelek, silahkan lihat aja sendiri. Batik Lorok Pacitan di era tahun 2010 sudah mulai menampakkan keindahan. Ada dua jenis batik yang dibuat yaitu batik pewarna alam dan batik klasik modern. Batik klasik modern dibuat seperti layaknya batik Lorok tempo dulu, yaitu dengan cara pewarnaan menggunakan wedel (nilo) lalu dilorod, dibatik lagi, disoga lalu dilorod lagi. Sentuhan modernnya berupa coletan warna merah (rapid) dan pemberian warna kuning (sol) pada bagian obyek tertentu.

batik jawa timur (8)

Bagi yang minat bisa hubungi salah satu pengerajinnya yaitu Ibu Rumini di (0357) 884056 yang berlokasi di Jalan Martapura Selatan No 5 Barang Arjowinangun (Gang Timur Pasar Arjowinangun) Pacitan. Umumnya harga dibuka IDR 200.000, Batik Pacitan very recommended buat dikoleksi.

 

******

Kabupaten Blitar memiliki kekayaan alam serta budaya daerah yang menarik sehingga banyak dijadikan inspirasi dalam pembuatan kain batik. Secara kualitas dan mutu, Batik Blitar tidak kalah dengan batik tulis dari daerah lainnya. Batik Blitar memiliki kekhasan corak tersendiri, yang tidak terlepas dari Makam Bung Karno, Candi Penataran dan sebagainya yang berkembang sejak 1902.

Informasi mengenai keberadaan Batik dari Blitar ada di Museum Leiden-Belanda dengan nama Batik Afkomstig Uit Blitar Tahun 1902. Afkomstig Uit artinya Batik kerajinan tangan rakyat dengan motif binatang dan tumbuhan sebagai simbol. Simbol-simbol yang menggambarkan sindiran bagi para peguasa dan bangsawan bentukan penjajah Belanda pada saat itu. Namun Batik kerajinan tangan rakyat di Blitar yang berkembang pada saat itu masih sebatas seperti cerita dalam Wayang Beber yang peruntukannya sebagai penghias dinding ruangan.

batik jawa timur (9)

Memerlukan waktu dan proses cukup panjang dalam penciptaan Batik khas Kabupaten Blitar. Sampai akhirnya lahirlah Batik khas Kabupaten Blitar yang diberi nama Batik Tutur. Nama Tutur sendiri mengacu pada unsur-unsur yang tertuang dalam Batik Khas Blitar ini. Batik Tutur menggunakan gambar binatang dan tumbuh-tumbuhan sebagai unsur atau ornamen utama. Antar ornamen utama itu kemudian terhubung dengan unsur-unsur tertentu sehingga saling terkait antara satu ornamen utama dengan yang lain dan membentuk sebuah alur cerita atau nasehat (Jawa: tutur).

batik jawa timur (10)

Secara umum harga Batik Tulis Blitar ada di kisaran IDR 140.000 hingga IDR 200.000. Beberapa nama motif Batik Blitar yaitu motif Singo Barong, Sido Mulyo, Kopi Blitar, Koi Penataran, Cinde Gading, Gambir Sepuh, Simo Samaran, Awu Nanas, Winih Semi, Jalu Watu, Celeret Dubang, Tanjung Manila, Mupus Pupus, Galih Dempo, Mirong Kampuh Jinggo, Gunung Menyan dan lain-lain.

 

******

Batik Tulis Tuban berharga kisaran IDR 600.000 dengan pewarna alam, saat berada di booth Batik Tuban aku disambut seorang Ibu yang  ramah, bersama dua orang wanita yang mendampinginya, mereka asik memberi penjelasan sambil menunjukan koleksi-koleksi yang pengen bingit aku masukin tas. Mereka memujiku (bangga) “Mase selerane apik sanget”, saat aku begitu tertarik dengan salah satu koleksi yang ada. Dan tanpa basa basi mereka bertiga langsung berkisah soal Batik Tuban, mereka sangat appreciate sekali akan pertanyaan-pertanyaan yang aku lontarkan. Mereka menjembreng aneka Batik dan Kain Tenun dengan penuh suka cita tanpa memaksa harus membelinya, mereka hanya bangga akan karya indah yang berasal dari tempat mereka.

batik jawa timur (11)

Motif Batik Tulis Tradisional Tuban, apabila di cermati, terlihat betapa motif-motif tersebut sangat dipengaruhi nilai-nilai Budaya Jawa, Islam, dan Tiongkok. Gambar-gambar burung pada motif batik tulis Tuban jelas terlihat pengaruh dari budaya Tiongkok, karena gambar burung yang dimotifkan pada batik tulis tersebut Nampak adalah burung ”Hong”  yang jelas tidak terdapat di wilayah Tuban.

Ada juga kain Tenun Gedog (Batik Gedog) yang khas Tuban, keren banget, harga berkisaran IDR 350.000. Kain ini jelas tidak nyaman untuk dipakai harian, namun sering dipakai oleh mereka yang bergelut di seni pentas,  Tenun Gedog lebih difungsikan untuk pelengkap interior. Batik Gedog Tuban kaya akan motif, warna dan fungsi.

Batik Tuban dikenal dengan motif Panjiserong, Panjiori atau Panjikrendil. Motif panji-panjian ini juga bisa diaplikasikan pada bahan sutra, katun dan blacu. Selain motif panji, kain Batik (Tapih) dalam bentuk sarung maupun kain panjang di Tuban juga memiliki motif religi seperti Kijing Miring dan Ilir Ilir. Bila berminat ini ada salah satu pengerajin dengan nama usaha Sekar Ayu, dengan kontak Ibu Uswatun Hasanah dinomer 081330709716 di Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

batik jawa timur (12)

Di Tuban, terdapat 100 ragam motif Batik, 40 diantaranya sudah dipatenkan pemerintah daerah setempat sebagai upaya pelestarian budaya. Keunggulan Batik Tuban adalah konsistensi perajin untuk melestarikan batik tulis. Kain dan selendang batik tulis tenun Tuban biasanya berwarna kecoklatan. Warna gelap menjadi ciri khas batik gedog dari Tuban. Tapi ada juga Batik Tuban berwarna cerah. Biasanya batik warna cerah menggunakan bahan lain, bukan kain tenun. Batik Tuban juga merupakan salah satu Batik Pesisiran, di mana mempunyai ciri khas yaitu warna yang beragam dan ngejreng. Batik Tuban mirip dengan Batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal serta penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dengan diikuti perubahan pada batiknya, tetapi Batik Tuban tetap mempertahankan keaslian seperti semula.

 

*******

Ngomongin Batik memang nggak akan ada habisnya, begitu banyak jenis dan hampir di tiap daerah memiliki Batik khas daerah setempat, dan menjelajahi perjalanan panjang mengenai sejarah Batik, maka there is no doubt Batik itu asli milik Indonesia, kalau ada negara lain yang meng-claim Batik milik mereka, yuk mare kita gelar aja barang bukti yang jumlahnya tak terhingga ini. Ok perjalanan berlanjut ke Batik Probolinggo.

Pembuatan corak atau motif Batik Khas Kota Probolinggo harus menguasai teknik pembuatan batik secara manual atau batik tulis dengan nuansa alami seperti unsur Bayu, Angin, Anggur dan Mangga (Bayuangga), sehingga batik mempunyai corak khas dan berbeda dengan batik-batik yang lain. Batik Khas Kota Probolinggo yang asli dibuat secara tradisional atau jenis batik tulis yang bermotif alamiah, cara pembuatannya yaitu dengan cara menggambar batik, terus memakai malam, setelah itu diwarnai sesuai dengan motif. Untuk motif mangga biasanya berwarna hijau, motif anggur pakai warna ungu dan memakai water glass, dicuci rebus, kemudian dicuci memakai air hangat dan dikeringkan.

batik jawa timur (13)

Motif Anggur, Mangga, Bayu, dan Angin, atau perpaduan dari unsur keempatnya. Batik ini dibandrol mulai kisaran IDR 350.000. Angka minimal yang terasa ‘mahal’ itu sebanding dengan keindahan maha karya pada Batik Probolinggo, ini salah satu Batik favorit deh. Kalau minat, coba aja hubungi Satimin di 085231395418 dengan Workshop Jalan Sumberparas Dsn Janten Rt 05/02 Ds Bulujaran Lor-Tegalsiwalan-Probolinggo.

Semua harga yang aku sebutkan adalah saat kita berbelanja langsung di pengerajinnya, akan beda saat sudah masuk ke toko apalagi gallery, harga bisa melonjak 300%.

Kita masih akan bicara Batik di bagian kedua ya, so that it for today, please just easy going aja kalo ada beberapa detail yang salah atau kurang tepat, maklum aku bukan ahli Batik, aku cuma suka Batik. Sebagai penutup, ini ada tips merawat Batik,

  1. Cucilah batik menggunakan sari lerak (sabun khusus untuk kain batik). Jangan menggunakan deterjen. Kain batik jangan dikucek terlalu keras.
  2. Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung. Jemurlah di tempat yang teduh.
  3. Hindari kontak langsung dengan setrika. Jika menyetrika lapisi kain dengan koran / kain

 

Oke see u, asli pegel neh

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.