London

Summer Girl

 

Bulan September lalu saya berkesempatan untuk liburan ke Eropa, sebenarnya vacation ini sudah beberapa kali tertunda, di antaranya karena pasti akan membutuhkan dana yang cukup besar, dan juga saya malas sekali untuk membuat visa.

Setelah menjadi warga Negara amerika di tahun 2013, saya langsung bikin appointment dengan kantor pos untuk membuat passport, di tengah perjalanan ke kantor pos, saya mampir ke Fed Ex untuk melaminating certificate naturalization yang saya miliki dengan maksud supaya tidak gampang rusak, di Jakarta sudah hal yang biasa semua dokumen penting dilaminating dan selama ini tidak pernah dipermasalahkan.

Sesampainya di kantor pos, mereka menolak dokumen tersebut dengan alasan dokumen yang sudah dilaminating berarti sudah tidak valid lagi. Tentu saja saya hampir menangis mendengarnya. Dari kantor pos saya langsung menuju kantor USCIS yang jaraknya hanya satu mile dari rumah, saya pikir pasti urusannya mudah, tinggal diprint lagi dan urusanpun beres. Ternyata urusannya tidak semudah itu, sertifikat naturalization yang sudah dikeluarkan oleh mereka tidak disimpan lagi, kita harus mengajukan permohonan replacement certificate dengan disertai pembayaran $ 345.00. Lamanya proses tidak bisa ditentukan, bisa 6 bulan, 8 bulan, bahkan bisa lebih satu tahun, tergantung dari mereka, sepertinya mereka harus mengecek semuanya dari awal seperti criminal background, pembayaran pajak dan lain-lain.

Di rumah, saya langsung membuka website USCIS, menge-print formulir permohonan untuk replacement tersebut, saya langsung mengisinya dan melampirkan dua lembar pas foto terbaru serta sertifikat yang sudah dilaminating tersebut, tidak lupa cek sebesar $ 345.00. Seminggu setelah dikirim cek saya dicairkan dan saya mendapat tanda terima bahwa formulir permohonan telah diterima.

Dari bulan ke bulan, saya mengecek online, tidak ada perubahan dari status permohonan saya, tepat 6 bulan kemudian baru ada perubahan status bahwa permohonan disetujui dan dokumen baru akan segera diissue. Satu bulan kemudian, statusnya berubah dokumennya telah dikirim melalui certified mail tanggal sekian.

Biasanya dalam beberapa hari saya sudah menerimanya, tetapi saya tunggu-tunggu selama 3 minggu dokumennya tidak pernah sampai. Akhirnya saya pergi ke kantor pos dengan hati berdebar-debar karena takut dokumennya hilang dan dari cerita-cerita di internet kalau hilang begitu USCIS butuh waktu hampir setahun untuk mencarinya. Sesampainya di kantor pos saya bilang bahwa saya menunggu surat penting dari USCIS dan surat tersebut tidak pernah sampai ke alamat rumah, petugas kantor pos meminta ID saya dan mencarinya di dalam, ternyata dokumen tersebut ada di kantor pos dan petugas tersebut bilang sebenarnya sudah diantar tapi tidak ada orang di rumah pada waktu itu. Entahlah dia berbohong atau tidak, yang jelas dokumen tersebut sudah di tangan dan sayapun menjadi tenang.

Kemudian saya langsung bikin appointment untuk apply passport, karena waktu itu sudah hampir akhir tahun jadi tidak perlu waktu lama untuk bikin appointment, seminggu kemudian saya ke kantor pos, semua berjalan lancar dan katanya prosesnya sekitar 6-8 minggu, tapi ternyata hanya dua minggu passportnya sudah jadi dan dikirim ke rumah.

Awal January 2014 barulah kami mencari-cari informasi tentang trip ke Eropa, melalui sebuah agen perjalanan akhirnya menemukan vacation yang pas dengan budget, tur selama 3 minggu dimulai dari London, Amsterdam, Heidelberg, Munich, Innsbruck, Venice, Rome, Florence, Luzern, Paris. Untuk kota sebanyak itu sebenarnya tiga minggu tidak cukup tapi saya anggap ini hanya Europe introduction dan mungkin lain kali saya akan kembali lagi.

Penerbangan non stop dari kota saya menuju London berjalan dengan mulus, tidak terkena delay, sampai di London jam 10 pagi, setelah melewati pemeriksaan imigrasi kami menuju shuttle bus dan memberikan shuttle voucher ke salah satu petugas di sana, 45 menit kemudian kami dijemput dan dibawa ke hotel Tara di daerah Kensington.

Sesampainya di hotel kami belum diperbolehkan check in karena check in time jam 3 sore, sedangkan saya sudah capek dan ingin sekali mandi, akhirnya setelah suami saya complain ke managernya barulah diperbolehkan early check in. Kamarnya cukup bagus tetapi sayang tidak free wifi, harus membayar 17 pound.

Setelah mandi, kami menuju perwakilan dari travel agent tersebut di lantai satu yang hanya available di hotel tersebut dari jam satu siang sampai jam 5 sore, kami diberikan voucher untuk hop in hop off bus dan juga diberitahu jadwal selama di London. Di saat yang saya diberitahukan juga bahwa kita diharuskan sudah siap jam 5.30 pagi di lobby sebelum berangkat ke Brussel dengan Euro Star dua hari kemudian. Sarapan akan diberikan di dalam kotak yang berisi sandwich, apple, air mineral dan breakfast bar. Luggage akan diatur oleh mereka dan sudah harus siap di depan kamar jam 5.15 pagi, jadi kita turun ke lobby hanya dengan membawa handbag saja.

Setelah berbincang sebentar dengan travel agent tersebut, kamipun segera berjalan kaki mencari makan siang, hotel tersebut terletak di wilayah strategis di mana banyak sekali toko-toko, supermarket, restaurant di sekitarnya. Kami berjalan ke Hyde Park dan Kensington Palace. Hyde Park merupakan taman yang besar sekali dan nyaman, banyak orang di sana yang tidur-tiduran sambil membaca buku di atas rumput, banyak juga yang sambil makan siang atau hanya jalan-jalan sambil menikmati pemandangan. Cuaca saat itu sangat cerah.

Europe 045 Europe 039 Europe 040 Europe 025 Europe 038 Europe 042

Kemudian kami segera mencari makan siang, banyak sekali restoran Italia di sekitar area Kensington, harganya lumayan mahal, apa boleh buat, karena lapar dan juga karena sedang vacation, urusan uang bisa dipikirkan belakangan. Kami makan di sebuah resto Italia, porsinya hanya sedikit, kalau di kota tempat saya tinggal selalu diberikan roti sebelum entrée-nya, di sini harus bayar 3 pound, minumpun dari air mineral botolan yang juga kena charge lumayan mahal. Soal rasa, tidak terlalu istimewa.

Setelah makan siang, suami saya bilang ingin kembali ke hotel sedangkan saya lanjut dengan window shopping, banyak toko-toko mahal di sepanjang jalan, tetapi karena saya tidak tertarik untuk belanja barang branded seperti jadi hanya cukup melihat-lihat saja. Saya ingat dulu ada toko Marks and Spencer di Plaza Indonesia, teman saya langganan ke sana karena dia suka dengan body powder dan deodorantnya, tahun 1995 harganya sudah ratusan ribu rupiah, ingin rasanya membeli tapi tidak mampu. Ketika saya di London dan mampir ke toko tersebut untuk melihat-lihat body powder, deodorant dan sejenisnya saya malah tidak tertarik untuk membelinya, lebih baik beli di tempat saya bekerja saja, pakai kupon malah lebih murah (otak asia saya tetap saja bekerja pada saat liburan).

Europe 020

Kemudian saya mampir sejenak ke whole food market untuk membeli snack, saya perhatikan harga-harga di London jauh lebih mahal dibandingkan dengan kota tempat saya tinggal, mungkin karena di London standar gajinya pun jauh lebih besar.

Malamnya kami hanya makan di hotel, di lantai satu ada restoran Singapura yang rasanya seperti Chinese food, saya memesan nasi lemak dengan hot tea, sedangkan suami saya mie goreng ayam, rasa makanannya lumayan enak.

Keesokan harinya kami harus siap sarapan jam 7.30 pagi, sarapannya ala buffet, makanannya banyak sekali, berbagai macam keju, irisan daging sapi, turkey, ham, nasi, sayur2an, muffin, croissant, macam-macam roti, bubur ayam (agak surprise mungkin karena banyak orang Asia yang menginap di hotel tersebut). Pagi itu saya lapar sekali sehingga saya makan 3 mangkuk bubur, orang yang di sebelah saya sepertinya bingung melihat saya makan seperti itu, kelihatannya dia Cuma makan croissant saja, pantas saja badannya sangat langsing karena makannya sangat dijaga.

Selesai sarapan jam 8.30 pagi peserta tour sudah harus berangkat ke Buckingham Palace, Trafalgar Square, Westminster Abbey, Golden Eye, London Bridge. Bis yang kami tumpangi berukuran besar dan nyaman.

Europe 026 Europe 027 Europe 029 Europe 049 Europe 050 Europe 052 Europe 053 Europe 055 Europe 057 Europe 065 Europe 073 Europe 083 Europe 086 Europe 087 Europe 092 Europe 094 Europe 097 Europe 101 Europe 113 Europe 127 Europe 128 Europe 130

Dari pengamatan saya, tinggal di London sepertinya sangat nyaman, teratur, bersih walaupun kotanya terlihat sibuk sekali, restoran di mana-mana penuh, pusat perbelanjaan juga penuh, bahkan pusat perbelanjaan Harrods yang harganya selangit tetap saja penuh dengan pengunjung pada saat itu, tempat makannya yang terletak di lantai dasar juga penuh dengan orang-oranng yang sedang makan malam, berbelanja tea, souvenirs, cake dan lain-lain, sepertinya orang-orang di sana benar-benar sangat menikmati hidup, setelah capek bekerja seharian, mereka mampir ke café untuk bertemu teman, sambil makan malam.

Europe 133 Europe 138 Europe 143 Europe 144 Europe 154 Europe 155 Europe 161 Europe 163 Europe 170 Europe 171 Europe 173 Europe 174

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.