Iseng (3)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BBERBAHAGIA . . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa….Dj. harap, anda semua ada dalam keadaan sehat dan tidak krang satu apa pun…

Okay…. Dj. ingin melanjutkan cerita yang Dj. sudah tulis dua kali di minggu-minggu lalu…Mungkinn ada dari anda yang penasaran dan pasti ada juga yang tidak ambil pusing…Okay, itu hak anda masing-masing…Bila masih ingin mengikuti cerita selanjutnya, silahkan…

Dalam oret-oretan yang lalu, Dj. sudah cerita tentang iseng yang Dj. bikin..

1. http://baltyra.com/2014/10/14/iseng/

2. http://baltyra.com/2014/10/21/iseng-2-di-cafe/

Okay… apa yang terjadi selanjutnya…??? Jelas, hari Sabtu itu, semua telah berjalan dengan baik dan kamipun kembali ke rumah dengan wajah berseri. Bahkan dalam perjalanan pulang, kami masih sering mengulang cerita, apa yang terjadi di Cafe….Kadang kami dengan tertawa dan menertawakan diri sendiri, karena kami anggap sedikit lucu.

Rasanya sangat lama untuk menanti hari Senin, karena untuk hari Sabtu semua cerita di Cafe sudah selesai, walau kadang muncul dan diiringi dengan senyum atau tawa….Sampai malam saat kami akan tidurpun, sambil memandang langit-langit kamar, kami masih bercakap akan
apa yang terjadi hari ini….

Susi masih sering berucap… : Du bis verrückt (Kamu gila) ….!!!
Dj. membela diri….: dihadiahi kok dibilang gila…. Hahahahahaha….
Susi : Kan saya sudah punya, untuk apa beli lagi…..?
Dj. : Okay, kalau tidak mau, ya Senin Dj. minta uangnya saja kemnali…
Susi : Jangan dong…. Mau…. Hahahahahahaha….
Bingung kan,tidak mau, tapi mau….??? Piye jal… ??? Hahahahahaha…..!!!

Hari Minggu, kami masih bercerita soal itu juga, seolah ini thema tidak mau pergi…Hari Minggu, setelah makan siang, Dj. ajak Susi jalan-jalan di pinggir sungai Rhein. Dj. pikir satu ide yang baik, agar tidak jenuh di rumah dan menanti hari Senin….Dan setelah capek jalan-jalan, maka kami mampir di Cafe Alex lagi, hal ini sedikit lucu….

Karena Dewi yang saat itu juga turut, dia buka bicara, kemarin di sebelah kiri kami dan sekarang di sebelah kanan kami. Ya, hari itu kami tidak sarapan, tapi Kaffeezeit (tea time), lumayan sekedar istirahat dan menikmati susu coklat panas dan waffeln + es grimm

iseng3-01 iseng3-02

Hanya Dewi yang masih lapar, karena belum makan siang dari rumah….

iseng3-03 iseng3-04

Dan tibalah hari yang ditunggu, yaitu hari Senin, tapi dia masih harus ngarit, jadi pagi itu dia belum bisa memakainya. Jam 11 Dj. sampai di toko dan Dj. cukup penasaran, akan apa yang Dj. akan terima…. Ada 3 pegawai toko yang akhirnya sudah Dj. kenal dengan baik….Mereka amenyambut Dj. dengan wajah berseri…. satu tanda yang baik… Di dalam hati, Dj. teriak…. HALELUYA . . . ! ! !

Belum juga Dj. buka suara, mereka serentak, menyapa, Guten morgen Herr Paisan (Selamat Pagi bapak Paisan). Dj. benar-benar gembira, karena salah satu dari mereka berkata, barangnya baru saja sampai dan anda bisa duduk dulu. Kami akan antar ke meja. Dj. merasa seperti yang beli barang yang sangat mahal, padahal hanya kalung dengan diamond setengah karat saja. Pelayan toko yang pertama kali melayani Dj. dia juga yang hari ini berhadapan dengan Dj. Dia membawa pesanan Dj. yang masih di dalam kotak, membukanya dan memperlihatkan ke Dj.

iseng3-05 iseng3-06

Dia masih berkata…. : Saya yakin anda puas dan satu saat anda pasti akan kembali untuk beli yang lebih besar, 1 karat, mungkin…???
Dj. jawab…. : Tidak mungkin, tidak akan beli yang satu karat.
P.T….. : mengapa tidak…???

Dj. jelaskan mengapa Dj. tidak mungkin beli yang satu karat… bukan tidak ada uangnya… tapiiii…..Karena 1 karat, dalam bahasa kami itu = sekarat dan sekarat itu = orang yang sulit mati, sangat menderita….Kami jadi tertawa bersama…. Hahahahahahahaha…..!!! Nah, setelah kalung tersebut dimasukan kembali ke dalam kotak dan kemudian kotak bersama Certificatenya di dalam tas.

iseng3-07

Dan dia masih berkata, tasnya saya beri pelekat, agar tidak jatuh keluar… Hanya Kwitansi pembelian saja yang tidak dimasukan dalam tas.

iseng3-08

Maka Dj. pun pulang dengan hati riang….Jam 13:00 siang, Susi pulang seperti biasa istirahat, untuk makan siang di rumah, maka dia telah melihat, bunga yang di dalam Vase dan tas dari toko Christ.

iseng3-09

Dj. sangat ingin melihat wajahnya, bila dia melihat kalung yang Dj. beli. Dj. pura-pura ngajak dia makan dulu, walau Dj. sendiri juga penasaran…. Hahahahahaha…Dan Susipun menjawab, apakah boleh buka tasnya dulu….??? Dj. pun mengangguk dan dia Dj. foto di depan bunga yang hadiah dari toko.

iseng3-10

Aneh, tapi nyata…. dia mulai buka, tapi malah pelan-pelan….Mungkin dia takut kalau isinya kalung miliknya sendiri lagi…. Hahahahahahaha…

iseng3-11 iseng3-12 iseng3-13 iseng3-14 iseng3-15 iseng3-16

Okay….Demikianlah, apa yang telah terjadi karena iseng…..Tapi satu kebahagiaan yang tersendiri, walau kami tidak muda lagi. Namun kebahagiaan ini tetap mengiringi kami, karena TUHAN selalu bersama kami.

Apakah selesai sampai di situ….??? Ternyata, saat akan tidur dia masih kasih Dj. tunjuk, bahwa kalungnya sangat cocok dengan anting yang dia sudah punya. Dia langsung pakai dan kasih lihat Dj.

iseng3-17

Kami pun malam itu banyak bercakap masa lalu, di mana semua itu, dulu hanya sebagai impian saja. Puji TUHAN . . . ! ! ! Dia telah memberikan Kasihnya dan apa yang dulu hanya impian, sekarang telah menjadi kenyataan…

Okay, Dj. mohon maaaf… jelas ada banyak kata-kata yang tidak berkenan….Terimakasih atas perhatian anda semuanya, yang selama ini selalu menanti hari Selasa dan membaca oret-oretan Dj. Terimakasih juga kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. di hari Selasa.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

iseng3-18

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.