Mawar di Kebun Jagung

Wendly Jebatu Marot

 

(Persembahan buat invisible face)

Nak, sekarang musim hujan sudah tiba. Lahan sudah siap. Mari kita menanam jagung!
Bibit ada di rumah nenek!

Aku disuruhnya pergi mengambil bibit dan pulang kubawa serta seekor ayam berbuluh tiga warna merah, putih dan hitam. Itu kado dari nenek.

Pagi yang cerah. Ibu dengan anaknya beranjak ke kebun di sebelah timur bukit tempat matahari tersenyum setiap pagi..

Aku bawa keranjang bibit dan ayam jantan itu.
Mama bawa pisau, cerigen air dan tofa kayu yg kami sebut cua buat menikam tanah dan mengisi bibit jagung.

Sepanjang jalan mama menyanyi sesuai kebiasaan.
Aku bersiul nadanya lagu mawar tak berduri..
Tentang Maria bunda Tuhan..

Mama tidak tahu, aku telah menyembunyikan stei bunga mawar di dasar keranjang.
Stek itu aku dapat dr teman sepermainanku yg punya halaman rumah luas dan penuh bunga mawar berwarna warni..

Ini bibit mawar! Katanya.

Warna apa? Tanyaku.

Merah!

Asyik! Warna darah! Pemberani dan cinta!

Aku tahu! Katanya ketus.

Tapi aku tak punya halaman! Kataku

Tanam di kebun! Katanya sambil berlalu dengan pilu.

Aku termangu..

Mawar itu harus ditanam! Teriaknya dr halaman rumah megahnya dan masuk.

Sejak itu aku berjuang meyakinkan mama utk rela memberiku sedikit lahan dari kebun satu2nya tuk kutanam mawar.

Dasar mama! Dia menolak malah mawar dianggapnya menjijikkan. Katanya ia fobia merah. Memang ia tak pernah memakai pakaian warna merah..

Aku tahu, satu-satunya alasan adalah karena lahan cuma satu.

Pagi-pagi buta, aku menaruh mawar itu di dsr keranjang.
Mama tidak tahu..

Begitulah aku melancarkan rencanaku.

Di kebun, sebelum menanam, mama berdoa secara adat. Lalu ayam disembelih. Darahnya disiram pada bibit jagung.

Diam-diam aku mengoleskan darah ayam pd stek mawar.

Doaku sama seperti doa mama.
Semoga tanamanku bertumbuh subur dan menghasilkan buah berlimpah.

Setelah ritus itu, mama mulai menanam. Diam-diam aku mengekor.
Aku menusukkan batang mawar itu pada lubang bibit jagung. Sampai tuntas walau mawarku tak sampai sebanyak bibit jagung.

Senja kami pulang dengan senyum sumringah.
Akhirnya selesai juga na!

Iya ma! Jawabku dengan senyum sipu.

Hujan datang tiap hari. Kadang pagi, kadang sore.
Kadang malam.

Jagung bertumbuh subur.
Mawar pun bertumbuh anggun.

Saat menyiang, aku selalu memilih di jalur mawar. Aku bahagia, mawar bertumbuh dan tetap akrap dengan jagung.

Suatu pagi mama mndahuluiku di kebun. Dia terkejut karena di antara bunga jagung terselib bunga mawar merah..

Dia memanggilku dengan senyum.
Aku pun tersenyum dan aku tahu arti senyum itu.

Ada apa dengan mawar? Tanya mama

Aku tunduk malu.

Tak apa? Mawar itu tak menusuk jagung..

Aku senang sekali.

Besoknya, aku ke rumah sahabatku utk mengatakan bahwa mawar itu sudah berbunga d ladang jagung.

Dia sedang sakit dan tak boleh ditemui.

Aku pulang dengan sedikit kecewa. Tapi aku berharap dia cepat sembuh..

Malam itu. Di rumah. Mama menanyakan arti mawar merah buat saya. Lalu aku mengatakan semuanya.
Mama tertawa..

Besok kita panen jagungnya. Biar mawarnya tumbuh sendiri dan mama tidak takut merah lagi..

Kupanggil temanku dan ternyata dia sedang bersiap untuk berangkat ke tempat yang jauh di timur.

Beruntung dia masih mau mengikutiku ke ladang jagung kami.
Hari itu kami memanen jagung.
Mawar tumbuh dan berbunga anggun..

Setelah jagungnya di potong. Ladang kami berbalut gaun merah bunga mawar.

Mamaku tersenyum riang.
Temanku berlari riang.
Aku memetik mawar itu untuknya.

Merah! Kataku

Iya! Tanda keberanian dan cinta! Jawabnya.

Lalu?

Biar kita mencintai dengan jalan menjauh. Tapi aku bahagia..
Ladang jagung jadi ladang mawar…

Begitulah kelak, kita akan berubah menjadi pencinta.

Lalu dia pamit dengan senyum
Aku melihat punggungnya dengan mawar di tangan yang teracung ke langit.

Dan mamaku kini mengerti arti mawar merah buatku.
Begitulah selanjutnya. Ladang kami selalu ada mawar di antara jagung.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.