Jatim Fair 2014 – Let’s Talk About Batik (2)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Akhirnya aku sampai di Batik Sampang Madura. Baru lihat dari jauh aja udah jatuh cinta pas deket makin cinta aja. Batik Sampang Madura sangat keren dan dihargai 1.500jt tapi di toko atau butik batik bisa melejit menjadi IDR 4.000.000. Batik ini hanya by order dan limited. What you see is what you get, really interesting. Pengerajinnya hanya satu keluarga dan itu bila mereka mau saja atau luang. Bisnis utama mereka adalah tembakau. Batik ini setahun hanya 6 lembar saja. Ini master piece, Yang kolektor atau kurator Batik wajib deh mengoleksi.

Soal selera aku tidaklah umum, dan setelah Batik Pacitan Batik Sampang adalah yang membuat aku nggak bisa tidur, ini super cool ini maha karya. Batik tulis walau jenis motifnya sama (remake) misalnya ‘Ayam Jago’ tapi tetap tidak akan sama persis dengan yang sebelumnya dibuat. Alasannya itu adalah tulis bukan cetak dan mood saat membuatnya tidak akan sama dan pewarnaan pun tetap tidak akan sama ketajamannya, akan bergeser sesuai kondisi saat itu. Namun dari jauh ya tetap saja ‘sama’.

batik-jawatimur2 (1)

Batik Sampang dikenal juga sebgai Batik Kotah, Batik Kotah motif dan warna hampir sama dengan batik Madura umumnya. Motif kembang dan burung paling dominan dengan warna merah dan hijau. Batik itu digambar di atas kain katun yang dibeli dari Surabaya. Batik Sampang nyaris punah lantaran tidak ada dukungan dari pemerintah setempat, Bupati Sampang pernah mendatangkan Ramli seorang designer Jakarta untuk memperkenalkan Batik Sampang, namun “bahasa” yang tidak sama dengan keinginan pengerajin membuat usaha itu gagal.

Pada 18 Mei, Ramli menggelar peragaan busana ke San Fransisco, Los Angeles, dan Chicago dengan busana motif Batik Sampang dan Madura lainnya. Tapi  para perajin batik yang lain kecewa karena tidak bisa merasakan dampaknya. Pasalnya, Ramli hanya pernah memesan empat potong kain sesuai dengan motif yang diinginkan. Lalu muncul sebuah pertanyaan, dari mana Pemkab Sampang mengklaim Ramli bakal memamerkan Batik Sampang ke AS padahal di kampung Batik itu kondisi para perajin ibarat tinggal menunggu ajal.

*****

 

Batik Tulis Sumenep dihargai kisaran IDR 80.000 – IDR 450.000, Biasanya beda harga itu karena pemakaian pewarna alam dan sintetis, Pengerajinnya meyakinkan bahwa harga di bawah IDR 100.000 tetap Batik Tulis tanpa campuran Cap setidaknya bila bicara Batik Madura. Di Madura Batik Cap apalagi Printing kurang diminati dan lebih banyak butuh alat (walau tetap dibuat juga).. Madura ini memang memiliki banyak Batik yang sangat keren. Menemukan keindahan corak dan motif Batiknya dengan warna yang tegas dan berani. Meski tampak kasar, bukan berarti Batik Madura murahan lho! Keistimewaan batik ini adalah warnanya yang semakin lama akan semakin cerah.

batik-jawatimur2 (2)

Ohh iya saat berminat dengan sesuatu yang warnanya hijau, maka jangan kaget bila pedagangnya (Orang Madura asli) akan berkata biru daun, di Madura tidak ada warna hijau, semua yang hijau menjadi  biru daun sedang warna biru disebut bungoh atau ghedhung. Di Madura sendiri, membatik merupakan budaya yang diwariskan turun-temurun. Corak dan ragamnya begitu bebas dan unik. Satu helai kain batiknya dibuat dengan keterampilan individu secara satuan kain. Bahkan saat ini pun mereka masih mempertahankan cara tradisional pembuatannya dengan ditulis menggunakan bahan pewarna alami yang ramah lingkungan.

batik-jawatimur2 (3) batik-jawatimur2 (4)

Batik Madura adalah memiliki warna yang cerah dan beragam seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna-warna tersebut dihasilkan dari pewarna alam yaitu soga alam seperti mengkudu dan tingi untuk warna merah. Daun tarum untuk warna biru, kulit mundu ditambah tawas untuk efek warna hijau. Warna terang dan gelapnya dihasilkan melalui lamanya perendaman kain selama 1 hingga 3 bulan, bahkan ada yang mencapai 1 tahun. Perendaman ini juga akan membuat warna kain batik lebih awet dari biasanya.

Ragam motifnya diambil dari motif  tumbuhan, binatang, serta motif kombinasi hasil kreasi pembatiknya. Batik Madura terdiri dari berbagai motif Batik sesuai daerahnya. Batik pesisiran memiliki motif dan warna yang berani, sedangkan Batik pedalaman bercorak klasik dan cenderung redup warnanya. Hal tersebut terkait  dengan sifat masyarakat pesisir yang terbuka dari pengaruh budaya luar. Ciri khas lain Batik Madura adalah banyaknya garis yang terpampang dalam satu desainnya. Tiap desain Batik tersebut pun memiliki cerita masing-masing yang menggambarkan keseharian rakyat Madura.

******

 

Batik Ponorogo secara umum dihargai kisaran IDR 400.000 – IDR 1.000.000, detail motif Batiknya memang lebih rumit so itu meningkatkan harga Batik Ponorogo sempat tenggelam dan menghilang dari pasaran, ketika semua kabupaten di Provinsi Jawa Timur memunculkan Batik Tulis dengan corak daerah masing-masing. Padahal, Ponorogo dulunya merupakan salah satu kota di Indonesia yang pernah menjadi bukti sejarah perbatikan di Indonesia. Pada era tahun 1960-1980, kota Ponorogo memiliki 750 pembatik.

batik-jawatimur2 (5)

Batik Ponorogo terbagi dua, yaitu Batik Klasik Ponorogo dan Batik Kontemporer Ponorogo. Batik Klasik memiliki warna yang cenderung gelap dengan motif flora dan fauna yang motifnya condong ke Solo dan Jogjakarta. Motif-motif itu diantaranya adalah Latar Ireng Reog, Sekar Jagad, Djarot Asem, Klitik dan sebagainya. Batik Ponorogo juga terkenal dengan motif meraknya yang diilhami dari kesenian reog yang menjadi ikon di daerah ini, motifnya antara lain Merak Tarung, Merak Romantis, dan Batik Reog. Kain batik yang diproduksi tidak melulu tulis, tetapi juga cap sehingga semua kalangan mampu membeli batik.

 

Sedangkan untuk Batik Kontemporer memiliki motif abstrak sehingga tidak bisa ditiru. Salah satu batik kontemporer Ponorogo yaitu Batik Lesoeng, Batik ini mulai populer sekitar 5 tahun yang lalu. Batik Lesoeng adalah Batik dengan lebih memberikan warna dalam Batik yang sudah ada, memberikan kesan yang berbeda agar lebih menarik dan memberikan energi baru untuk para pengrajin batik dan pecinta batik. Warna batik juga eksklusif karena pewarnaan memanfaatkan daun atau pohon, bukan produk kimia dengan warna dominan yang berupa warna merah, hijau, dan biru.

 

Hal tersebut dikarenakan pada awal penciptaannya Batik ini terinspirasi dari kesenian Reog Ponorogo yang sering menggunakan warna burung merak. Yang menjadi keistimewaan dari batik ini adalah motif yang dihasilkan tidak ada yang sama persis. Batik Lesoeng merupakan gabungan dari Batik Tulis dan Lukis sehingga proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, antara 15 sampai 30 hari.

 

 

*****

 

 

Batik Tulis Sidoarjo memiliki motif yang sederhana, well bisa dipakai untuk harian, Harganya kisaran IDR 110.000 – IDR 200.000,  Sejarah munculnya Batik Sidoarjo berawal dari peran seorang lelaki legendaris bernama Mbah Mulyadi. Mbah Mulyadi inilah yang menyebarkan ketrampilan membatik di Sidoarjo. Mbah Mulyadi merupakan keturunan raja Kediri yang lari ke Sidoarjo untuk menghindari kejaran penjajah Belanda pada tahun 1675. Agar terhindar dari kejaran Belanda, Mbah Mulyadi menyamar sebagai pedagang. Karena memiliki ketrampilan membatik, Mbah Mulyadi kemudian mengajarkan kepada orang-orang sehingga terbentuklah sebuah komunitas. Dari sinilah seni batik kemudian berkembang ke daerah-daerah lain di Sidoarjo. Cerita lain menyebutkan, batik di Sidoarjo baru dimulai tahun 1920-an. Ada juga yang menyatakan batik sudah ada sejak tahun 1922-an. Tak ada kepastian yang menegaskan kapan kegiatan perbatikan mulai di Sidoarjo.

batik-jawatimur2 (6)

Batik Sidoarjo memiliki ciri khas yang tegas, jelas dan ekspresif serta warna batik cenderung kecoklatan. Batik Sidoarjo mendapat pengaruh dari Batik Madura karena kerap didatangi oleh para pendatang yang berasal dari Madura, baik yang menetap ataupun yang hanya tinggal sementara waktu. Konsumen Batik Sidoarjo juga kebanyakan masyarakat Madura. Motif Batik khas Sidoarjo yaitu Beras Utah, Kembang Bayem, Kebun Tebu, dan lain sebagainya. Makna filosofisnya berkaitan dengan potensi maupun kearifan lokal yang ada di Sidoarjo. Beras Utah ini terkait dengan melimpahnya bahan pangan terutama padi yang ada di Sidoarjo.

Motif Kebun Tebu ini terkait dengan Sidoarjo yang dulunya dikenal sebagai penghasil gula terbesar. Sehingga, tentu banyak pula kebun-kebun tebu yang menjadi bahan baku gula. Situs-situs yang menunjukkan Sidoarjo sebagai penghasil gula pun masih ada. Motif Kembang Bayem ini terkait dengan banyaknya sayuran bayam di daerah pedesaan Sidoarjo. Tanaman tersebut sangat mudah dijumpai di sekitar rumah penduduk, baik yang ditanam maupun yang tumbuh liar. Keunggulannya Batik Sidoarjo ini warnanya bisa tahan lama, sampai 10 tahun.

******

 

Batik Bondowoso rata-rata harganya di atas IDR 500.000, kisaran IDR 850.000 – IDR 2.500.000 up. Batik Bondowoso banyak terinspirasi dari bentuk tanaman daun singkong dan daun tembakau yang membuat batik ini terlihat sangat unik. Motif Batik Daun Singkong dan Daun Tembakau tersebut merupakan motif Batik yang cukup populer dari Batik Bondowoso, sehingga banyak masyarakat yang menyebut batik ini dengan nama Batik Singkong Maesan atau Batik Sumbersari. Untuk motif Tembakau dan Daun Singkong diambil dari filosofi mata pencaharian orang Bondowoso yang banyak bertani tembakau dan penghasil tape yang bahan dasarnya singkong. Kedua motif batik itu sama-sama memiliki keindahan dan kekuatan masing-masing.

batik-jawatimur2 (7)

*******

 

Batik Madura Dengan bentuk khas dan motif batik tulis Madura memiliki keunikan sendiri untuk konsumen. Gaya dan berbagai unik dan bebas, sifat pribadi produksinya dilakukan di unit, mereka masih mempertahankan produksi tradisional, yang ditulis dan diolah dengan cara tradisional. Harganya mulai IDR 110.000 ke atas.

batik-jawatimur2 (8)

Batik Pamekasan harganya berkisaran IDR 75.000 – jutaan (IDR 5.000.000) Keunikan Batik Pamekasan Madura terletak pada warnanya, yang sebagian besar berwarna merah terang dalam motif bunga atau daun. Warna klasik ini telah menjadi tren warna Batik Tulis Klampar Madura yang sangat melegenda. Pamekasan juga masuk dalam rekor MURI karena berhasil membuat kain batik tulis hingga mencapai 1.530 meter. Pemecahan rekor ini dilakukan pengrajin batik secara beramai-ramai dalam satu kali pembuatan pada tahun 2009. Kain tersebut dapat dilihat di Museum Umum Daerah yang dikelola Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan.

batik-jawatimur2 (9)

 

*******

 

Kota Blambangan ini, mencatatkan batiknya dalam 21 motif, meskipun sebenarnya batik banyuwangi memiliki banyak motif yang hampir seluruhnya menggambarkan kekayaan alam. Batik Banyuwangi dihargai sekitar IDR 200.000 . Motif batik Banyuwangi cukup khas dengan warna-warna yang mencolok pada dasar kain maupun motif kain. Berbeda sedikit dengan batik Madura yang corak warnanya tajam pada motif kain.

batik-jawatimur2 (10)

Beberapa motif Batik Banyuwangi antara lain, Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Alas Kobong, Paras Gempal, Kopi Pecah, Gèdèkan, Ukel, Moto Pitik, Sembruk Cacing, Blarak Semplah, Gringsing, Sekar Jagad.  Motif yang paling dikenal dari Banyuwangi adalah motif gajah oling atau motif oling. Motif ini adalah penggambaran Oling yaitu binatang yang mirip dengan belut sawah tapi memiliki daun telinga. Ada juga yang mengatakan kalau Gajah Oling itu adalah senjata khas kota Banyuwangi.

 

******

 

Malang juga punya Batik, Batik Malang biasa disebut Batik Malangan. Batik Malang memang belum sepopuler batik yang ada di daerah Jawa, namun keindahaan Batik Malang tidak kalah bagusnya dengan batik yang ada di daerah lain karena memiliki corak Batik tersendiri yang khas dan unik. Sebenarnya Malang sejak masa Kerajaan Kanjuruhan maupun Kerajaan Singosari telah memiliki ciri khas Batiknya, namun karena pada masa itu Malang sebagai pusat kekuasaan yang mengedepankan ilmu kanuragan dan kadigdayaan untuk mendukung stabilitas kekuasaan sehingga perkembangan Batik justru terabaikan

 

Motif-motif Batik Malang antara lain, Sawat Kembang Pring (motif bambu Jawa sakbarong), Dele Kecer (hijau-merah), Teratai Singo, Kembang Kopi (gambar kopi dibelah dua berwarna hitam), Kembang Juwet (biru-hijau), Kembang Tanjung (kuning-sawo matang, bentuk bunga bulat tengah pinggir bergerigi), Kembang Jeruk (coklat), Kembang Manggar (putih-kuning), Kembang Mayang (merah-kuning), dan Kembang Padma (teratai), dan lain sebagainya.

batik-jawatimur2 (11)

Batik Malang dihargai kisaran IDR 250.000 – IDR 300.000. Motif Batik yang menjadi ciri khas Malangan tersebut dapat diperoleh dari candi-candi yang merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan dari abad ketujuh. Salah satu motif yang menjadi ciri khas Malangan tersebut adalah motif bunga teratai. Batik Malangan memiliki tiga ciri pokok dan menjadi bagian dari tiga komponen pokok batik, yakni pertama pada tanahan atau dasar yang diambil dari motif batik di Candi Badut yang merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan tahun 760 Masehi. Komponen kedua berupa motif pokok (hias isian) diisi dengan gambar tugu Malang yang diapit oleh rambut singa pada sisi kiri dan kanannya sebagai lambang Kota Malang, serta komponen ketiga adalah motif hias untuk tumpal (pinggiran plus isen-isen) yang diisi tiga sulur yang membentuk sebuah rantai. Motif hias berupa sulur-sulur bunga yang dimaksudkan untuk menggambarkan Malang sebagai kota bunga.

 

 

*******

 

 

Selain Batik khas Jawa Timur, dipameran ini juga muncul Batik dari beberapa daerah diluar Jawa Timur, misalkan Batik Kalimantan yang lebih menuju kemotif Jumputan dengan  coloring-nya juga lebih banyak ke warna terang dan itu nggak menarik buatku. Namun jelas ini Batik Tulis, harga kisaran IDR 125.000

batik-jawatimur2 (12)

Lalu ada Tenun Kapas Sutra

batik-jawatimur2 (13)

Lalu Batik Cirebon yang memang keren dan ini salah satu favoritku untuk Batik asal Jawa Barat.

batik-jawatimur2 (14)

Dan tentu saja Batik Solo yang sudah sangat kondang dan memiliki motif yang oke dan bikin mupeng.

batik-jawatimur2 (15)

Nah demikian hasil celingukan bin jelalatan selama ada di JATIM FAIR 2014 yang konon paling meriah dibanding tahun sebelumnya dengan perputaran uang hingga IDR 52,8 Milyar. juga berhasil menarik 190.000 pengunjung. Tahun depan acara yang sama akan digelar pada 8 – 18 October 2015, so yang mau berburu Batik Jawa Timur secara lengkap, siapin aja nabung dan go to Surabaya, see u next year.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.