KOKAS

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

JANGAN sembarangan sama arek Suroboyo, kalau mukamu gak mau dirawon sampai lumat. Tentara Sekutu (Inggris) mengalaminya. Mereka tak paham harga diri arek Surabaya. Sering cekcok tembak-tembakan dengan arek. Sampai Presiden Soekarno, Hatta dan rombongan perlu mendamaikan datang dari Jakarta dan mendarat di Morokrembangan. Itupun masih ditembaki oleh arek karena salah paham dan sedang esmosi.

soekarno

Akhirnya 29 Oktober 1945 Soekarno berani naik mobil terbuka ketika keadaan genting di Surabaya denga gayanya yang funky. Gaya seperti ini diikuti pemimpin-pemimpin barat sana yang sok deket dengan rakyat. Setelah berunding genjatan senjata hari ini 1945, Soekarno dan Brigjen Mallaby dan petinggi militer Inggris sepakat gencatan senjata dan Soekarno pulang ke Jakarta. Tapi… arek masih emosi dan terjadi insiden: Brigjen Mallaby terbunuh tanggal 30 Oktober 1945 di Jembatan Merah. Kematiannya memicu pertempuran yang kemudian kita kenang Hari Pahlawan dan Surabaya dijuluki Kota Pahlawan, padahal Kota Rawon!

Bagi yang belum kenal arek Surabaya, pasti ngeri. Ternyata (pengalaman pribadi), orang Surabaya itu friendly sekali, melebihi warga Jakarta yang ganas walau kalau bicara selalu pakai tanda seru tiga kali!!! Jiancuk!!!

Kini Brigjen Mallaby sudah bobo tenang di Menteng Pulo dekat mall raksasa Kota Kasablanka (Kokas). Kalau malam banyak orang suka melihat seorang bule tegap berpakaian militer mondar mandir di belakang mal. Kadang kalau nonton midnite XXI di Kokas, suka ada bule baret militer berdiri dekat parkiran dan menghilang. Siapa dia?

Gendruwo!

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *