Persahabatan Antara Anak-anak dengan Kuda

Nunuk Pulandari

 

De vrienschap tussen de kinderen en de paarden

(Persahabatan Antara Anak-anak dengan Kuda)

 

Teman-teman di Baltyra, sudah lama rasanya pucuk-pucuk jejari saya tergelitik untuk menuliskan cerita kehidupan sehari-hari yang ada di sekeliling saya.

Kali ini tulisan saya berawal dari obrolan dengan salah satu sahabat tentang aktivitasnya di hari Minggu bersama dengan kedua cucu perempuannya. Obrolan yang cukup menarik tentang keceriaan dan kegembiraan dua anak perempuan kecil ketika bermain dan sekaligus belajar dengan kuda-kuda mereka di alam terbuka, di sebuah Zorgboerderij dengan bimbingan dari sahabat saya, sang kakeknya. Suatu hal yang membuat saya begitu antusias untuk turut serta melihat dengan mata kepala sendiri tentang kegiatan yang ada di Zorgboerderij dan menuliskannya untuk para pembaca Baltyra…

Foto 1: salah satu sudut desa Schermer

Foto 1: salah satu sudut desa Schermer

Teman-teman sedikit gambaran tentang apa yang dimaksudkan dengan sebuah Zorgboerderij sehingga kita tidak salah mengartikannya. Boerderij adalah suatu tempat yang luas, yang merupakan rumah tinggal dan sekaligus tempat bekerja bagi petani.

Sedang Zorgboerderij adalah Boerderij yang juga menyediakan jasa-jasa ekstra berupa bantuan bagi perawatan atau bimbingan atau penitipan baik pada orang-orang yang memerlukannya maupun bagi berbagai macam binatang peliharaan seperti kuda, anjing, dan kucing. Dalam Zorgboerderij terlihat adanya kegiatan yang merupakan gabungan antara bimbingan yang diperlukan oleh pesertanya dengan tawaran jasa atau kesempatan yang bisa diperoleh dari Boerderij yang ada. Atau kegiatan yang merupakan gabungan antara kebutuhan pesertanya dengan bantuan penyediaan tempat untuk “in de kost” bagi binatang piaraannya.

Foto 2: berunding sebelum tugas pekerjaan dibagi

Foto 2: berunding sebelum tugas pekerjaan dibagi

Foto3: rumah tinggal-kiri; kandang ayam- di tengah dan kandang kuda-kanan

Foto3: rumah tinggal-kiri; kandang ayam- di tengah dan kandang kuda-kanan

Foto 4: rumah boerderij / zorgboerderij

Foto 4: rumah boerderij / zorgboerderij

Dalam Zorgboerderij yang saya kunjungi bisa dilihat adanya rumah pemiliknya, tanah pertanian yang luas, kandang-kandang kuda untuk plus minus 30 kuda, “gudang-gudang” yang berbentuk lorong-lorong yang luas untuk perternakan ayam yang tiap gudangnya bisa memuat 15.000 ayam dan juga ada padang yang luas menghijau untuk kuda-kuda pony.

Boerderij dengan jasa ekstra ini berhubungan secara langsung dengan masyarakat dan dapat memberikan nilai positief bagi imago dari sektor agraris yang ada. Jenis Boerderij yang termasuk dalam Zorgboerderij ini bisa berupa suatu pertanian ataupun peternakan. Hal ini bergantung pada berbagai jenis hewan atau hasil pertaniannya yang menjadi hasil utama dari Boerderij itu, seperti peternakan ayam, peternakan babi atau perkebunan buah-buahan dll.

Tentang Zorgboerderij yang sempat saya kunjungi dalam hal ini memberikan jasa ekstra yang berupa kesempatan bagi anak-anak untuk belajar disiplin, bergaul dan sekaligus merawat binatang peliharaan yang ada.

Foto 5: Sarah sedang menenangkan kuda dengan cara mengelusnya

Foto 5: Sarah sedang menenangkan kuda dengan cara mengelusnya

Dari kegiatan yang ada di suatu Zorgboerderij, secara tidak langsung tumbuh satu “hubungan” yang erat antara si anak dengan binatang yang diasuhnya. Terlihat misalnya ketika salah satu anak menyerukan nama si kuda pony asuhnya. Dengan segera si kuda pony membalikkan badan dan berjalan mencari sumber suara dan kemudian kuda pony itu berhenti di depan si pemilik suaranya. Juga ketika akan ditinggalkan. Si kuda Pony tampak berusaha untuk selalu berjalan di sebelah kanan anak tersebut sambil sesekali menjilati tangan mungil yang kadang nampak mengelus kepala kuda pony tersebut. Tampak seperti ada pertalian di antara keduanya yang hanya akan nampak bila kita memperhatikan hal-hal kecil atau gerakan halus yang terjadi di antara keduanya.

Selain itu bila diperlukan dalam sebuah Zorgboerderij tersedia pula tempat untuk menginap, semacam in de kost-an, bagi hewan piaraan yang memerlukannya.

Foto 6: kuda-kuda pony yang menginap dan dititipkan di Zorgboerderij

Foto 6: kuda-kuda pony yang menginap dan dititipkan di Zorgboerderij

Di Zorgboerderij ini anak-anak melakukan kegiatannya berdasarkan pada kemampuannya masing-masing dan berdasarkan pada kebutuhan yang diperlukannya, tentunya dengan bimbingan dari para ahlinya. Melalui kegiatan ini anak-anak juga berkemungkinan untuk sekaligus mencapai pendidikan yang diinginkannya dan mendapatkan ijazah yang diperlukannya. Hal ini berlaku terutama untuk Zorgboerderij yang diakui dan memang dikembangkan untuk tujuan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan yang khusus.

Foto 7: ketika Sarah sedang belajar memeluk kuda titipan

Foto 7: ketika Sarah sedang belajar memeluk kuda titipan

Bekerja di sebuah Zorgboerderij sering dialami oleh para pelakunya sebagai hal yang bermanfaat dan menyenangkan. Memang sering terlihat sebagai pekerjaan yang cukup berat. Seringkali dilakukan di udara terbuka. Satu hal nyata memang kegiatan yang ada bisa memberikan perasaan lelah dan kepuasan tersendiri. Selain itu kegiatan melalui perawatan binatang peliharaan, tanaman, ladang yang ada juga dapat memberikan rasa percaya diri dan sikap mandiri yang besar. Struktur hari dan musim dapat memberikan kejelasan tentang kegiatan yang tertentu secara tertata rapih yang dalam hal ini bisa memberikan ketenangan pada yang bersangkutan.

Foto 13: Sarah sedang belajar menuntun kuda pony

Foto 8: Sarah sedang belajar menuntun kuda pony

Teman-teman, kedua cucu sahabat saya baru berumur 4 (Livia) dan 7 tahun (Evlyn), sejak kecil mereka sudah dibiasakan bergaul dengan binatang peliharaan.

Foto 7: 4 (Livia) dan 7 tahun (Evlyn) with the ponny

Foto 9: 4 (Livia) dan 7 tahun (Evlyn) with the ponny

Foto 8: 4 (Livia) dan 7 tahun (Evlyn) with the ponny

Foto 10: 4 (Livia) dan 7 tahun (Evlyn) with the ponny

Foto 9: 4 (Livia) dan 7 tahun (Evlyn) with the ponny

Foto 11: with the ponny

Mereka tinggal di seberang sungai de Waal dekat Nijmegen dekat perbatasan Belanda dengan Jerman. Tepatnya tinggal di kota Lent yang berjarak tempuh plus minus selama 1¾ jam naik mobil dari Schermer. Meskipun jarak yang ditempuh cukup jauh untuk dapat membelai, menunggang dan menyikat bulu-bulu kuda-kuda poni, hadiah dari opanya mereka tetap bersemangat dan selalu penuh dengan keceriaan setiap kali datang berkunjung ke Zorgboerderij. Mengingat jarak yang ada kedua cucu sahabat saya hanya bisa mengunjungi kuda-kuda poninya setiap dua minggu sekali.

Foto 12: mereka sedang belajar menyikat bulu-bulu kudanya

Foto 12: mereka sedang belajar menyikat bulu-bulu kudanya

Foto 13: merawat kuda termasuk membuat "kepang"

Foto 13: merawat kuda termasuk membuat “kepang”

Foto 14: merawat kuda termasuk membuat "kepang"

Foto 14: merawat kuda termasuk membuat “kepang”

Keberadaan kedua cucu di Zorgboerderij ini diisi dengan kegiatan seperti menyikat badan kuda pony, atau memberikan makanan, atau mengganti minumannya dan menunggangi kuda punynya dengan menggunakan pelana kuda. Hal ini sangat dinikmati keduanya.

Foto 14: Ketika Evlyn belajar memegang tali kekang kuda untuk pertama kalinya

Foto 15: Ketika Evlyn belajar memegang tali kekang kuda untuk pertama kalinya

Menurut sang opa kedua cucu tampak semakin hari semakin terampil dan percaya diri dalam melakukan semua kegiatan yang harus dilakukannya. Tentunya semua itu tidak terlepas dari hasil pengalaman dalam praktek kegiatan yang ada dan juga merupakan hasil dari pengembangan rasa intuitief dalam menangani kuda-kuda ponynya serta dalam berhubungan dengan orang-orang yang ada di Zorgboerderij itu…. Sampai pada akhir kunjungan nampak mereka agak kelelahan bahkan Livia nampak bersandar ke perut sang kudanya.

Kuda-kuda pony yang mereka miliki dalam kesehariannya dititipkan di Zorgboerderij di Schermer. Sedang sang opa, hampir setiap hari Minggu berkunjung ke Zorgboerderij tidak hanya untuk membantu merawat kuda-kuda (tanpa dibayar) yang ada disana tetapi juga sekaligus untuk sosialisasi dengan masyarakat yang bekerja dan tinggal di sana.

Aktivitas di Zorgboerderij bagi para pelakunya ternyata cukup berat karena dalam mengerjakan kegiatan itu tenaga yang dibutuhkan memang cukup banyak. Juga hewan-hewan, dalam hal ini kuda-kudanya, itu menyita “perhatian” yang besar dari para perawatnya. Perhatian yang diberikan pada kuda sedapat mungkin juga harus bisa dibagi rata di antara sesama kuda yang ada di kandang-kandang itu. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Seperti dalam satu kejadian yang saya alami yang bisa menjadi contoh dari masalah ini.

Foto 15: Sang opa mencoba menenangkan kuda-kuda yang agak beringas

Foto 16: Sang opa mencoba menenangkan kuda-kuda yang agak beringas

Ketika saya ada di depan salah satu kandang kuda dan sedang mengelus wajah sang kuda, tiba-tiba dari kandang lain yang ada di belakang saya terdengar bunyi keras seperti hasil tendangan / lemparan benda keras ke arah pintu kandangnya. Bunyi itu terdengar sampai dua atau tiga kali. Dan baru berhenti ketika sahabat saya menengok ke arah kuda yang bersangkutan. Dalam keterkejutan saya menanyakan mengapa kuda itu membuat suara yang begitu kerasnya. Sahabat saya bercerita bahwa dalam dunia perkudaan juga tidak berbeda jauh dengan dunia manusia. Rasa cemburu sering sekali diperlihatkan oleh salah satu kuda yang ada bila dia melihat dan merasa sang perawat / pengunjung terlalu banyak memberikan perhatian pada kuda lain yang dianggapnya sebagai saingannya… Ha, ha, haaa

Kalau dalam kesempatan ini saya kebetulan hanya dihadiahi suara tendangan yang cukup keras, tetapi sahabat saya bercerita bahwa dia sudah mengalami beberapa kali digigit tangannya atau disepak kakinya sehingga dia terjatuh… Achhhhh, toch demi rasa cintanya pada kuda sahabat saya masih tetap bekerja di Zordboerderij untuk mengisi waktu kosongnya…

Teman-teman, berkunjung ke Zorgboerderij juga mengingatkan pada saya pada perjalanan dengan mobil yang sering saya lakukan melalui ladang-ladang pertanian yang luas. Dalam perjalanan demikian sering tiba-tiba tercium bau yang sangat menyengat sehingga dari kursi mobil sebelah terlontar gurauan tentang bau “Parfum” gratisan yang bisa didapat di udara terbuka. Untuk teman-teman yang tidak terbiasa dengan bau “Parfum” hasil kotoran kuda kalau sudah tidak tahan lagi tentu terpaksa harus sering menutup hidung untuk mengantisipasinya.

Foto 17: J’adore tidak mampu lagi mengantisipasi bau di kandang kuda

Foto 17: J’adore tidak mampu lagi mengantisipasi bau di kandang kuda

Satu hal sudah jelas bahwa Parfum J’adore dengan aroma yang cukup menyegarkan kewangiannya, yang sempat saya semprotkanpun tidak berdaya untuk mengatasi bau yang sangat menyengat hidung. Suatu resiko yang saya juga harus terima ketika duduk di dalam mobil dalam perjalanan pulang. Bau “Parfum” yang ada ternyata juga melekat erat dan tertinggal di dalam handuk-handuk penutup jok kursi duduk mobil…

Daaaannnn jangan lupa ketika sampai di rumah untuk segera mencuci badan dan pakaian yang dikenakan. Kalau sampai terlupakan jangan-jangan akan menarik perhatian lalat-lalat untuk mencari asal usul sumber “Parfum” dan menyambangi rumah dan mengerubuti badan kita…Seperti yang sempat terlihat dan menempel di badan-badan kuda yang ada. Ha, ha, haaa…Tentunya kita semua tidak mengharapkannya…..

 

Selamat beraktivitas dan prettig lezen…..Nu2k

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.