Surat Keenambelas dari Desa

Angela Januarti Kwee

 

Dear David,

Menurutmu apakah yang paling ditakuti manusia mengenai kematian? Aku harap kamu tidak kaget bila aku tiba-tiba bertanya seperti ini. Sejujurnya aku takut dengan kematian, terlebih bila aku memikirkan harus meninggalkan orang-orang yang kukasihi. Aku juga takut bila mereka meninggalkanku. Kata seorang Rabi, hal yang ditakuti manusia mengenai kematian antara lain: Apa yang terjadi kemudian? Ke manakah kita pergi? Apakah seperti yang kita bayangkan? 的an … dilupakan. Ketika seseorang meninggal dan dilupakan, ia mengalami kematian kedua. Kamu tahu David, di sinilah peran penting keluarga karena melalui keluargalah seseorang berharap bisa terus hidup selama beberapa generasi lagi. Ketika keluarga mengenang dan mendoakannya, ia akan terus hidup.

Sebulan lalu, aku bermimpi bertemu nenek yang telah lama meninggal. Dalam mimpi tersebut nenek tersenyum penuh kasih padaku. Saat terbangun, aku menangis. Aku merindukannya. Aku merasa bersalah karena dua tahun terakhir tidak mengujungi makamnya. Peringatan Arwah Semua Orang Beriman sering jatuh pada hari kerja dan membuatku tidak bisa berkunjung ke kampung halaman mama. Aku bersyukur tahun ini jatuh pada hari Minggu. Aku bilang pada mama, aku ingin ikut ke kampung karena nenek datang dalam mimpiku.

Kondisi makam saat kami pertama kali tiba. Tampak sudah lama tidak dibersihkan

Kondisi makam saat kami pertama kali tiba. Tampak sudah lama tidak dibersihkan

Kondisi makam saat kami pertama kali tiba. Tampak sudah lama tidak dibersihkan

Kondisi makam saat kami pertama kali tiba. Tampak sudah lama tidak dibersihkan

Kondisi makam saat kami pertama kali tiba. Tampak sudah lama tidak dibersihkan

Kondisi makam saat kami pertama kali tiba. Tampak sudah lama tidak dibersihkan

Tahun ini aku pergi ziarah bersama papa, mama, adik dan ponakanku. Kami berangkat pagi agar tidak terlambat tiba di kampung. Suasana rumah bibi terasa ramai karena mereka bersaudara tengah berkumpul. Dalam ziarah ini, kami berkunjung ke makam bersamaan dengan orang-orang di kampung. Mereka memukul tiang listrik untuk memberitahu penduduk agar mulai berangkat ke makam. Penduduk membawa parang untuk menebas pohon dan rumput yang membuat area pemakaman kotor dan tidak rapi. Di sini, semangat gotong royong masih terjaga, David. Aku saja terkagum-kagum melihatnya. Hanya dalam sekejap makam sudah bersih.

Kondisi makam setelahnya sudah jauh lebih bersih

Kondisi makam setelahnya sudah jauh lebih bersih

Kondisi makam setelahnya sudah jauh lebih bersih

Kondisi makam setelahnya sudah jauh lebih bersih

Kami melakukan ibadat bersama yang dipimpin oleh pemimpin umat stasi tersebut. Kebiasaan di kampung saat ziarah, mereka membawa minuman (arak dan tuak), lauk-pauk dan buah-buahan untuk diberikan pada keluarga yang sudah meninggal. Sambil memberikan semua itu mereka berkata-kata, seakan tengah berbincang dengan keluarga yang sudah meninggal. Tampak pula mereka yang menangis mengenang orang-orang yang dicintai. Bibi yang ditinggal oleh suami dan anak lelakinya juga tampak menangis.

Dua makam yang usianya sudah tua menggunakan kayu tebelian/ulin

Dua makam yang usianya sudah tua menggunakan kayu tebelian/ulin

Melihat semua ini, ada perasaan bersyukur bahwa penduduk di kampung masih terus mengenang dan mendoakan sanak keluarga yang pergi mendahului mereka. Melewati waktu sehari bersama mereka membuatku bertekad untuk terus mengenang dan mendoakan orang-orang yang sudah meninggal, terlebih mereka yang kukasihi. Jangan sampai mereka mengalami kematian kedua karena terlupakan.

David, suatu hari kelak. Ketika salah satu di antara kita pergi terlebih dahulu, berjanjilah bahwa kita akan selalu mengenang dan mendoakan satu sama lain. Semoga suratku ini bisa memberikan satu inspirasi untukmu di sela pekerjaanmu. Jangan lupa balas suratku ya.

 

Penuh cinta untukmu,

surat-keenambelas (7)

Mawar

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.