Parade Juang 2014

Yang Mulia Enief Adhara

 

Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, dan itu bukan sekedar omong kosong. Baik Pemerintah Kota maupun warganya memang selalu antusias dengan Hari Pahlawan. Toko perlengkapan army ramenya seperti mau Lebaran. Permintaan meningkat drastis. Baju yang dibeli dipakai untuk acara-acara selama perayaan Hari Pahlawan. Nah Pemerintah Kota juga nggak main-main, acara digelar dengan meriah.

Parade Juang (Pawai), Surabaya Membara (Panggung Seni) dan Gerak Jalan. Tiap tahun selalu diadakan dan selalu meriah. Inilah hebatnya Surabaya dibanding kota lain yang seolah ‘biasa-biasa’ saja. Bukankah Hari Pahlawan bukan milik Surabaya saja? Tapi ya sudahlah, intinya Surabaya memang jagonya acara keren.

Tanggal 9 November disiang yang panasnya diatas normal, aku sudah meluncur menuju Jalan Gubernur Suryo. Dari rumah rutenya Lyn G lanjut Lyn V dan dalam tempo 40 menit aku sudah ada di TKP. Mau tau panasnya? Well ilustrasi ini rasanya akurat. Kamu masak air dan saat mendidih pancinya kamu peluk dan airnya buat mandi. Itulah panas yang terjadi di Surabaya. Maklum ia kan kota di pesisir, deket laut dan ada di ujung timur Jawa, jadi gitu deh.

Jam 1.35 Pm aku tiba, warga sudah banyak berkerumun, belum lagi para pedagang yang sibuk mencari posisi wenak. Pemuda pemudi juga nampak hilir mudik berbusana cuek sambil menenteng Camera DSLR.

parade-juang-2014 (1) parade-juang-2014 (2)

Sepanjang rute pawai yaitu di Jalan Pahlawan, Jalan Gemblongan, Jalan Tunjungan, Jalan Gub Suryo disiram air oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Tentu demi mengurangi suhu panas. Petugas Satpol PP juga sudah berada di posisi masing-masing. Hingga akhirnya jam 2.00 Pm semua jalanan yang dilalui rombongan parade pun ditutup.

Cowok di sebelahku yang dari awal kaya orang bingung seolah cuma mau nonton tiba-tiba ngeluarin Camera DSLR (juga) … Eaaa …. Eaaa … Eaaaaaa!!! Semua orang banyak yang pegang camera canggih. Ya sudahlah aku toh tetep bisa menghasilkan gambar seperti yang selama ini selalu melengkapi catatanku. Well emang sih hasilnya kurang bernilai ‘Photography’ tapi I’ll do my best koq. Lagian bukannya aku sok ahli atau sirik, banyak camera DSLR itu di-setting auto, gambarnya pun lebih mirip motret pake HP, so never judge a book by it’s cover emang terus berlaku.

Balik ke cowok tadi yang tiba-tiba sok akrab, “Yuk ke deket Hotel Majapahit aja”, tentu dengan bahasa Surabaya. Aku sih cuma jawab “Kamu aja duluan”, coz aku memang biasanya mondar mandir kaya setrikaan, gak terpaku di satu posisi aja.

Polisi dengan moge (motor gede) tiba-tiba muncul sambil sedikit beraksi akrobat, sekalian memastikan jalan raya resmi ditutup. Sementara aku yang nggak jauh dari Hotel Simpang akhirnya bergerak ke arah Hotel Majapahit. Di lokasi ini lebih aman dari gangguan Satpol PP yang tiada bosan memaksa aku ke pinggir.

Petugas memang punya alasan kuat untuk meminta penonton tetap berbaris di pinggiran. Bukan apa-apa sih, soalnya dari beberapa atraksi memang berbahaya bagi penonton yang melanggar batas. Misalkan saja aksi Drumband yang ditampilkan oleh taruna menampilkan aksi akrobatik. Mereka memutar penabuh bagaikan bermain double stick, lalu mengayun drum ukuran besar, meloncat dan sebagainya yang jelas berbahaya bila penonton terlalu dekat. Tapi khusus mereka yang senang memotret, including me, jelas larangan itu membatasi frame yang ingin diabadikan.

So seperti biasa aku mengabaikan para petugas, aku harus dekat dengan object tanpa harus mengganggu konsentrasi peserta atau membahayakan diri sendiri.

parade-juang-2014 (3) parade-juang-2014 (4)

Parade bertema Hari Pahlawan ini melibatkan para veteran yang sudah sangat sepuh (tua) mungkin usianya kisaran 70 hingga 85 tahun. Hebatnya mereka tetap antusias, sekalipun ada yang memakai kursi roda. Harus dipahami bahwa tanpa yang tua maka tidak pernah ada yang muda, yang sekarang muda kelak akan menua. Tanpa para pahlawan, kita tidak bisa seperti sekarang, so hargai mereka, jangan diabaikan seolah yang saat ini ada, muncul begitu saja. Asal tau aja, kita belum sepenuhnya merdeka, perbedaan etnis, agama dan entah apalagi masih sering menjadi konflik (tapi jujur aja kalo di Surabaya gak ada tuh ribut gituan, kami asik berdampingan nih)

Aneka motor jaman perang mengisi arak-arakan. Motor tua ini masih berfungsi dengan sangat baik. Ada motor BMW, Norton, Kawasaki dan lain lain yang sangat vintage sekali.

parade-juang-2014 (5) parade-juang-2014 (6) parade-juang-2014 (7) parade-juang-2014 (8)

Selanjutnya rombongan Paskibraka yang tepat di belakangnya terdapat drumband persembahan AAL. Wah keren bingit deh, mereka melakukan gerakan yang atraktif dengan formasi yang terlatih. Saling silang mengisi ruas jalan, tetap rapih dan tetap memainkan alat musik. Bayangin deh kaya gimana latihannya. Dan jangan berfikir aku sok asik ada diantara mereka buat memotret, coz ada rasa was-was juga takut kena pentung atau kena tabok dari perangkat yang diayun kesana kemari.

Selanjutnya TNI menampilkan aneka senjata dan juga ilustrasi saat mereka berperang. Mantap pokoknya. Berikut muncul lagi barisan dari Trip yang tiap tahun diundang oleh Bu Risma yang mana beliau juga ada di barisan. Gambar yang aku ambil ini aku dapat karena aku masuk ke barisan, ditarik sama pengawas lantaran takut mengganggu barisan dan aku tetep keukeuh motret. Dan gilaknya di sini ada temen lama Mas Alex Pradapa dan aku nggak ngeh, kita gak sempat saling bertemu dan say “hi” ….. ironic, padahal gak lebih dari 4 meter.

parade-juang-2014 (9)

Berikutnya parade Busana Nasional yang ditampilkan oleh siswa siswi di Surabaya. Dan ada satu yang agak nekad ya (I think) yaitu saat bagian pakaian Dayak. Dari sekian model ada satu yang seperti memakai cawat minim (memang khas Dayak). Salah satu siswa memakai model itu dan dia benar-benar memakai G-string. Pernonton langsung gerendengan kaya nyamuk, apalagi yang cewek-cewek ABG tuh, langsung berisik. Lha gimana gak malu-malu ngintip? Lha disuguhi 2 bongkah pantat di siang bolong. Tapi ya untung aja nggak ada yang pake koteka, alamat para ABG bisa minta kawin buru-buru deh (ngakak).

parade-juang-2014 (10) parade-juang-2014 (11) parade-juang-2014 (12)

Nah ada satu orang Irian, ini justru jadi primadona, banyak yang ngajak foto. Beberapa penonton pakek bahasa Inggris, dalam hatiku agak mikir, apa penonton ngira dia Negro ya? Emang sih item tua tapi kan bukan berarti Negro?

parade-juang-2014 (13)

Rombongan siswa siswi SMP-SMA ini menampilkan busana Nusantara tapi hanya berjalan baris. Next kudu ada gerakan tari walau lambat namun tidak kaku dan nggak berkesan. Tapi ya sudahlah gak apa-apa baris juga, itu aja udah lumayan. Yang anak kuliah kan juga gak kalah tampil, arek-arek ITS menampilkan drumband yang cukup keren. Secara umum aku disuguhi pemandangan anak-anak muda yang kreatif, nggak sok malu geje dan tentunya kuat. Itu jarak mereka jalan jauh lho?!!

Aneka mobil perang juga hadir, wah banyak yang foto-foto lho, jarang-jarang kita bisa nyender di mobil gituan, apalagi aku, nyender di mobil biasa aja susah bingit apalagi nyender di mobil perang? Hiburan terus berlanjut, lagu yang lagi booming “Sakitnya Tuh Di sini” menjadi lagu andalan. Asli heboh deh. Aku aja nggak berasa ikutan goyang. Aneka komunitas ikut memeriahkan pawai kali ini, komunitas sepeda ontel, pencinta motor sepeda, vespa dan banyak lagi. Banyak Oma dan Opa yang masih enerjik ikut tampil.

parade-juang-2014 (14) parade-juang-2014 (15)

Nah kini muncul atraksi heboh tepat di depan Hotel Majapahit, wah ada penampakan drumband dari POLTEKPEL Surabaya yang memang keren aksinya. Dari posisiku masih 100 meter dan aku segera ke lokasi. Jadi gini, tiap barisan, khususnya yang mempunyai gerakan atraktif itu akan dilakukan tiap berapa jarak. Jadi misalnya aksi akrobatik yang dilakukan di depan Hotel Majapahit maka baru akan diulang di depan Hotel Simpang yang jaraknya sekitar 500 meter. Sekedar saran, Hotel Majapahit adalah salah satu check point, so atraksi spektakuler setelah berjalan panjang akan dilakukan di titik ini.

Oke balik ke aksi keren POLTEKPEL Surabaya, seperti biasa di bagian depan ada penabuh drum ukuran besar. Pelakunya cowok-cowok ganteng (bukan kebetulan) tapi jangan buru-buru bilang mereka modal tampang, mereka itu menabuh benda bulat besar di dada mereka dengan aksi yang beneran spektakuler. Meliuk, khayang, bahkan drum itu ‘dipegang’ dengan gigi. Pria dan Wanita menjadi satu team dengan aneka variasi gerakan yang keren.

parade-juang-2014 (16) parade-juang-2014 (17)parade-juang-2014 (18)

Terus beriringan aneka komunitas dan elemen masyarakat dengan aneka gaya yang bercerita tentang masa perang. Hingga rombongan bocah yang membawakan theatrikal dengan yel-yel yang disuarakan dengan sangat lantang. Di barisan selanjutnya ada rombongan Atlet Nasional tapi sejujurnya aku gak paham mereka itu siapa. Tapi bajunya sih anggar, karate, angkat besi bla bla bla.

Acara memang meriah, warga terus berantusias dan semua sibuk narsis. Nah tibalah drumband persembahan dari ATKP muncul dengan aksi yang super cool. Beneran akrobatik yang beneran keren dan penuh adegan berbahaya, pliz dun try at home!!! Aksi akrobat ini dilakukan hampir tiap 200 meter, gilak staminanya tuh. Dan ternyata banyak ya taruna yang cakepnya lebih pas saat dia memilih jadi model ketimbang tentara. Tentu aja beberapa ABG sibuk ngajak foto bareng.

parade-juang-2014 (19) parade-juang-2014 (20) parade-juang-2014 (21)

Sebagai penutup, rombongan jeep tua jaman baheula nampak beriringan. Semua rombongan berakhir di halaman Balai Kota. Nah malamnya akan digelar acara “Surabaya Membara”. Hampir seluruh halaman Taman Surya (Balai Kota) dihiasi tenda megah dengan tema merah putih.

parade-juang-2014 (22) parade-juang-2014 (23) parade-juang-2014 (24) parade-juang-2014 (25) parade-juang-2014 (26) parade-juang-2014 (27)

Sayang aku nggak mengikuti, asli capek bingit. Peserta pawai pulang, aku jugak, dan mungkin aku masih akan tertarik sama acara seperti ini. Aku pulang sambil mikir, gimana cara anak-anak ATKP itu punya perut 4 jengkal? I hate my belly … my damn belly grrrr…

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.