Fermentasi Bawang Putih

Dewi Aichi – Brazil

 

Banyak orang tidak suka rasa yang  terlalu kuat dari bawang putih. Dan saya bisa memahaminya kenapa banyak yang tidak suka aroma bawang putih yang keluar dari mulut setelah mengkonsumsinya. Tapi ada solusinya kok, bawang putih yang dibikin acar atau proses fermentasi, tidak akan mengeluarkan aroma yang kuat (tidak mengakibatkan bau mulut beraroma bawang). Proses fermentasi bawang putih akan memperingan aroma aslinya.

Maka, cara ini adalah salah satu cara paling hemat dan mudah untuk mengatasi berbagai penyakit, karena ini sebagai antibiotik juga, dan tidak mengakibatkan bau mulut yang menjadi problem utama bagi yang mengkonsumsinya.

Bawang putih merupakan antibiotik alami yang kuat. Juga kaya akan vitamin B dan mineral antioksidan dan karena itu adalah obat yang sangat baik untuk pilek dan flu.

Bawang putih juga mengatur tekanan darah dan mengurangi tingkat kolesterol dalam darah, mencegah aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular.

Terlebih lagi, bawang putih …

– … Merangsang sekresi insulin oleh pankreas, sehingga mengurangi glukosa darah;

– … Merupakan antioksidan yang kuat, yang membuat makanan menjadi tidak mengakibatkan kanker;

– … Mengurangi risiko serangan jantung dan penyakit jantung;

– … Melawan bakteri dan virus;

– … Menghilangkan cacing dan parasit;

– … Menguatkan kekebalan tubuh

 

Resep fermentasi bawang putih yang sangat sederhana.

BAHAN:

  • Setengah kilogram bawang putih kupas
  • Setengah cangkir (Amerika) white wine
  • Setengah cangkir (Amerika) air
  • Setengah liter vinagre (cuka) putih
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sendok (makan) oregano
  • 2 sdm (sendok makan) minyak zaitun
  • 6 biji merica (gilas)
  • 1 sdm (sendok makan) garam

 

CARA MEMPERSIAPKAN:

  1. Masukkan ke dalam panci: anggur, cuka, air, minyak zaitun, oregano, garam, daun salam dan kemudian didihkan.
  2. Biarkan masak sampai mendidih.
  3. Tambahkan bawang putih kupas. (Untuk mengupas bawang putih lebih mudah, biarkan rendam dalam air dingin selama satu jam.)
  4. Masak selama tiga menit.
  5. Matikan api dan biarkan dingin.
  6. Masukkan ke dalam toples kaca yang bertutup rapat dan kencang (toples disterilkan terlebih dahulu)
  7. Setelah benar-benar dingin, kocok-kocok toples itu sebentar lalu simpan di dalam lemari es.

Setelah lima hari, siap untuk konsumsi.

fermentasi-bawang-putih

Resep di atas dan foto adalah dari temanku.

 

Yang ini adalah yang sudah aku tulis, http://baltyra.com/2014/02/07/koleksiku/

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

One Response to "Fermentasi Bawang Putih"

  1. Nicolas  2 February, 2019 at 13:05

    Dear Dewi,
    I will write in English because I am still learning bahasa indonesia. In the fermentation literature I read, it says the best temperature for fermentation is between 18 to 22 Celsius. If you live in Jogja…it is probably hotter then that . Did you have any problem with mold or yeast overgrowth? Are you using some sort of cooling device to control temperature?

    I live in Jakarta. The weather is usually between 30 and 34 degrees. I tried fermenting cabbage to make sauerkraut. After one day, my kitchen smelled like a giant fart. My maid wanted to “pulang kampung” if I didn’t stop the fermentation project… so it didn’t really worked for me.

    Looking forward to hearing your experience with fermentation

    Thx

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.