Menikmati Nias (1): Pantai-pantai Nias Selatan

Handoko Widagdo – Solo

 

Pesawat ATR 800 Wings Air meninggalkan Kualanamu saat gerimis masih merintik. Saya duduk di kursi dekat jendela tepat di belakang sayap. Posisi ini membuat saya leluasa untuk mengambil gambar keindahan Kualanamu dari udara. Persawahan yang terhampar menyampaikan selamat jalan kepada para penumpang yang menuju Bandara Binaka di Gunungsitoli.

nias1 (1)

Pesawat melayang memotong Pulau Sumatra dari timur ke barat. Puncak-puncak bukit barisan menyampaikan khabar bahwa kami telah melewati setengah lebih Pulau Sumatra. Selelah melintas di selatan Kota Sibolga, pesawat mulai menyeberangi laut. Warna air laut yang berbeda-beda menunjukkan bahwa antara Pulau Sumatra dan Pulau Nias terdapat laut dalam dan laut yang dangkal. Selanjutnya, hutan nyiur melambai-lambai bagaikan sederetan gadis yang menarikan tarian selamat datang. Ya’ahowu.

nias1 (2)

Setelah selesai mengurus bagasi, kami segera berangkat menuju Telukdalam di Nias Selatan. Mula-mula kami menyusuri bukit. Tanaman kelapa, kakao, pinang dan ubi jalar menemani kami di antara jalan yang berkelok-belok. Jalanan sepi karena anak-anak masih di sekolah dan para orang tua sedang mengurus ladangnya. Setelah dua jam menelusuri perbukitan, tiba-tiba kami disuguhi pemandangan laut yang sangat indah. Dari pinggir jalan yang masih sedikit di atas bukit, kami bisa menyaksikan ombak yang menari menuju dinding bukit. Tempat kita memandang indahnya laut ini bernama Genasih.

nias1 (3) nias1 (4)

Setengah jam kemudian sampailah kami di hotel Hawu-hawu. Kamar-kamar hotel ini berada di atas air laut. Saat air pasang, deburan ombaknya menyertai mimpi kita. Dari depan kamar, saat laut pasang kita bisa memancing ikan. Sayang sekali karang di pantainya sudah rusak sehingga tak banyak jenis ikan yang bisa kita saksikan.

nias1 (5)

Dari depan kamar hotel tersaji pemandangan laut yang sangat indah. Karena hotel ini berada di ceruk, maka, kemanapun kita memandang, laut akan bertemu daratan yang dipenuhi pohon kelapa.

nias1 (6) nias1 (7)

Nias sangat kaya dengan pantai-pantai indah yang masih sepi dan bersih. Sepanjang jalan, di balik rerimbunan kelapa selalu ada pantai yang sangat memesona. Salah satunya adalah Pantai Lagundri. Deburan ombaknya tak terlalu kuat, namun riak-riak buih menari di atas air laut yang berwarna biru begitu indah. Warna pasir coklat muda berpadu dengan batang-batang kelapa yang kelabu bertajuk hijau.

nias1 (8)

Pantai Sorake adalah salah satu pantai yang sangat terkenal. Pantai ini memiliki ombak yang mengundang para peselancar dunia mendatanginya. Ombaknya yang tiada henti, khususnya di bulan April sampai Juli membuat wisatawan asing penggemar selancar mengincar pantai ini. Sayang sekali sejak gempa, ombak di Pantai Sorake tak setinggi sebelumnya. Namun peselancar masih juga mengunjunginya.

nias1 (9) nias1 (10)

Jika ingin menikmati sunset, Pantai Baloho adalah tempat yang sangat cocok. Pantai Baloho tidak berombak. Airnya biru karena lautnya dalam. Saat mentari menuju peraduan, pohon-pohon kelapa menjadi siluet yang memesona.

nias1 (11) nias1 (12) nias1 (13) nias1 (14) nias1 (15)

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.