Guntur Sukarnoputra, saksi hidup terakhir Proklamasi 17 Agustus 1945

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

GUNTUR SUKARNOPUTRA 70 TAHUN

Guntur Sukarnoputra, saksi hidup terakhir Proklamasi 17 Agustus 1945 dan dikencingi (bersama Megawati) oleh Soekarno

 

SENANG sekali Soekarno menamakan anak-anak laki-lakinya dengan suasana alam yang gempita. Ada guruh, ada guntur, ada taufan juga bayu. Guntur adalah nama putra pertama Presiden Soekarno yang lahir 9 bulan sebelum dirinya memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia di teras rumahnya.

Guntur Sukarnoputra lahir pada dini hari 3 November 1944 di rumah Jalan Pegangsaan Timur 56, tempat negara Indonesia diproklamasikan. Dalam kandungan saja, Guntur menjadi saksi penting, bagaimana ibunya bersusah payah mencari kain untuk dijahit dan dibuat bendera Merah Putih yang kemudian menjadi Bendera Pusaka.

Ketika usia 9 bulan, Guntur yang masih bayi diajak orang tuanya pulang pergi yang melelahkan dalam situasi mencekam dari rumahnya dini hari 16 Agustus 1945, ke Rengasdengklok. Lalu kembali malam harinya. Di pagi harinya, tanggal 17 Agustus 1945, Guntur menyaksikan keramaian para patriot berkumpul di rumahnya menghadiri pembacaan kemerdekaan Republik Indonesia oleh ayahnya bersama Hatta. Guntur Sukarnoputra adalah saksi hidup terakhir (last survivor) yang diketahui menyaksikan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di rumahnya.

Sejak kecil Guntur sudah berkenalan dan bertemu dengan tokoh-tokoh dunia. Mulai dari Presiden Eisenhower, Nixon, Kennedy, Lyndon Johnson, Gamal Abdul Nasser, Walt Disney dan banyak lagi. Dan mengenal baik semua presiden RI dari Soekarno hingga Joko Widodo.

Kehadiran sangat dinantikan oleh keluarga Soekarno, mengingat usianya ayahnya sudah 43 tahun dan belum memiliki anak. Kelahirannya dihadiri kakeknya, Sukemi Sastrodihardjo dan keluarga ibunya. Sejak itu sebagai balita, Guntur hadir menyaksikan peristiwa penting negeri ini di saat perjuangan masa revolusi.

Bayi Guntur menjadi semangat ayahnya untuk memberi semua tenaga dan pikirannya dalam membidani kelahiran sebuah negara yang bernama Republik Indonesia.

Guntur 70 Tahun 1 Guntur 70 Tahun 2 Guntur 70 Tahun 3 Guntur 70 Tahun 4 Guntur 70 Tahun 5 Guntur 70 Tahun 6 Guntur 70 Tahun 7 Guntur 70 Tahun 8 Guntur 70 Tahun 9 Guntur 70 Tahun 10 Guntur 70 Tahun 11

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.