Hidrogel

Dewi Aichi – Brazil

 

Sekitar 2 tahun yang lalu, Brasil dihebohkan dengan kasus silikon import dari Paris, yang belakangan diketahui bahwa produk ini berbahaya dan memicu kanker. Pemerintah secara resmi mengumumkan dan menarik produk ini, dan juga memberitahukan bagi masyarakat yang memakai produk ini karena alasan kesehatan, disarankan untuk segera menghubungi dokternya masing-masing untuk mengambil silikon yang dipakainya, biaya ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan bagi mereka yang menggunakan produk ini karena alasan estetika atau kecantikan, diserahkan kepada mereka, pemerintah tidak bertanggung jawab atas biaya untuk pengambilan kembali silikon.

hidrogel

Kini, Brasil kembali dihebohkan dengan kasus hidrogel. Hidrogel yang sudah 6 tahun lalu diproduksi di Brasil. Produk ini adalah produk kecantikan dan juga pengobatan. Biasanya digunakan untuk campuran produk cream anti aging, untuk digunakan menghilangkan bekas operasi, menghilangkan kerut di wajah, menghilangkan selulit, tentu jumlah pemakain sudah ada aturannya sendiri.

Jika di Indonesia, wanita akan dikatakan cantik apabila kulit tampak putih bersih, langsing, dan kaki juga langsing dari pangkal paha hingga telapak kaki. Payudara yang besar, pantat yang besar, perut yang langsing, ketek berbulu, kaki berbulu tidak begitu diperhatikan. Paling menarik perhatian jika ada wanita berkulit putih bersih, tinggi semampai. Itu biasanya dikategorikan cantik di Indoensia.

Wanita Indonesia tidak akan melalukan waxing di beberapa tempat anggota tubuh yang biasanya tumbuh bulu. Wanita Indonesia tidak akan melakukan operasi plastik untuk membesarkan pantat, payudara, menghilangkan kulit perut yang menggantung seperti karung, membesarkan paha atau apapun untuk merubah penampilan secara instan. Ada sih, tetapi kalangan tertentu saja, seperti orang kaya, artis, pejabat. Wanita muda Indonesia biasanya tidak akan melakukan hal tersebut, kecuali alasan kesehatan.

Lain halnya dengan di Brasil, wanita dikatakan cantik apabila mempunyai paha yang besar, payudara yang besar, pantat yang besar dan perut tipis dan padat. Wanita-wanita bahkan bisa dikatakan masih remaja, sudah banyak yang melakukan operasi plastik untuk memenuhi kriteria itu. Tidak terbatas, dari kalangan mana, siapapun, wanita biasa, pelajar, pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, mereka melakukannya.

Dalam kasus yang muncul sekarang ini berkaitan dengan hidrogel, yaitu kematian wanita 39 tahun asal Goiânia, Ia melakukan aplikasi hidrogel di klinik kecantikan untuk memperbesar pantat, sebulan yang lalu. Setelah kasus pertama ini beredar di media, kasus kedua menimpa presenter cantik dan terkenal, yang beritanya di’blow up di beberapa stasiun TV dan media online. Presenter ini dalam keadaan kritis di salah satu rumah sakit di Porto Alegre.

Andressa Urach namanya, 5 tahun yang lalu melakukan aplikasi hidrogel untuk memperbesar pahanya, sebanyak 400 ml. Ketika itu usia Andressa adalah 22 tahun. Setelah 5 tahun, Andressa mengalami kesakitan luar biasa di pahanya, dimana ia melakukan aplikasi hidrogel. Terasa sakit ketika melakukan aktivitas fisik, olah raga. Lama-kelamaan memerah dan membengkak karena hidrogel tidak bisa menyerap.

Kini Andressa berada di ruang ICU dengan status kritis, dan dipasang alat bantuan pernafasan. Dari kedua kasus ini, maka bermunculan banyak wanita, remaja, yang panik karena mengalami sakit yang sama di bagian dimana Ia lakukan aplikasi hidrogel. Panik karena mereka pun melakukan hal yang sama.

Entah apa yang ia inginkan lagi, dari kasus silikon yang membuat panik banyak kalangan, ternyata tidak menjadikan pelajaran bagi banyak wanita yang ingin kecantikan fisik semata. Hidrogel kini telah memakan korban. Tidak hanya itu, kasus sedot lemak juga sering membawa korban. Kasus kegagalan operasi plastik juga banyak sekali terjadi. Tetapi bagi mereka yang memang ingin cantik secara instan, tidak akan memikirkan resikonya.

Kalau saya tidak akan punya keberanian melakukan hal itu. Biarkan saja seperti ini, menua secara alami. Yang penting bisa jaga kesehatan, Tuhan kasih tubuh yang sempurna dan lengkap. Itu yang harus disyukuri.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *