Banjarnegara Menangis Kembali

Christiana Budi

 

Banjarnegara Menangis Kembali

Tragedi Dusun Sijemblung – Desa Sampang – Karangkobar – Banjarnegara

 

Sepanjang hari kamis status saudara dan teman di Banjarnegara memasang foto Sungai Serayu yang meluap, beberapa wilayah seperti Pikas tempat arung jeram sudah rusak, kami semua mengkhawatirkan Bendung Mrican jebol. Namun Puji Tuhan itu tidak terjadi, sebab jika terjadi ratusan orang akan terkena dampaknya.

Foto: Dusun Sijemblung yang sudah rata tertimbun dengan tanah

Foto: Dusun Sijemblung yang sudah rata tertimbun dengan tanah

Namun pada Jumat sore sontak saya terkaget seakan tidak percaya karena berita dari saudara dan teman serta berita di TV mengatakan adanya longsor menimpa dusun Sijemblung desa Sampang Kecamatan Karangkobar. Ingatan saya kembali ke peristiwa desa Sijeruk (Januari 2006) Delapan tahun yang lalu, dimana longsor gunung Raja menimpa 4 RW di desa Sijeruk Banjarnegara membuat rata pemukiman warga dengan tanah.

banjarnegara (2) banjarnegara (3) banjarnegara (4)

Perasaan sedih dan haru datang, sebagai putri Banjarnegara ikut berduka, Banjarnegara terkenal kembali karena bencana bukan karena prestasi. Bencana ini lebih hebat dari tragedi Sijeruk bukan saja meluluhlantakkan dusun Sijemblung namun juga menimpa jalur jalan provinsi yang menghubungkan Pekalongan dan Banjarnegara serta ke Dieng. Dari berita di TV wilayah dusun Sijemblung di huni oleh 33 KK atau sekitar 300 jiwa, saat ini informasi dari BNPB pada minggu siang 14 Desember 2014 adalah: 20 korban meninggal sudah ditemukan, 88 jiwa masih hilang dan 577 orang mengungsi. Longsoran ini menimpa bukan saja warga dusun Sijemblung juga menimpa kendaraan yang sedang melintas diwilayah itu seperti motor, mini bus dan mobil, sehingga jumlah korban sulit juga diprediksi.

banjarnegara (5) banjarnegara (6)

Ingatan saya melayang saat saya masih sering melewati wilayah ini dari tahun 1998-2001, karena saya bekerja di wilayah Wanayasa, Karangkobar, Pejawaran dan Kalibening. Wilayah ini berada di lembah dan jika melihat dari kejauhan sangat indah, sayang sekarang sudah luluh lantak. Wilayah Banjarnegara khususnya diwilayah karangkobar dan sekitarnya berada diwilayah lempengan, struktur tanahnya sangat labil, saat kita melewati akan terlihat jalan yang mulai retak-retak dan bahkan turun berpindah tempat kebawah dari posisi semula, rumah yang retak dan tanah longsor disana-sini. Ditambah sering adanya gempa tektonik dan vulkanik dari pegunungan Dieng menambah labilnya tanah di sekitar daerah itu. Untuk melewati wilayah itu harus extra hati-hati karena banyak tikungan tajam dan seringkali jalannya membentuk letter S serta jalan yang cukup sempit, akan sangat licin jika hujan. Saya tidak berani naik sepeda motor melewati wilayah tersebut jika sudah di atas jam 5 sore karena resiko jalan licin dan berkabut serta udara yang dingin menusuk tulang.

banjarnegara (8)

Wilayah yang indah itu saat ini menyisakan kepedihan yang mendalam untuk Bangsa Indonesia. Korban jiwa dan harta benda begitu banyak serta pengungsi yang hanya membawa baju melekat untuk menyelamatkan diri.

banjarnegara (9)

Evakuasi korban berjalan lambat karena cuaca yang tidak mendukung, hujan lebat terus menerus membuat potensi longsor susulan masih bisa terjadi serta wilayah yang berlumpur dan tanah yang terus bergerak. Potensi longsor juga mengintai desa desa lainnya di sekitar wilayah dusun Sijemblung, karena banyak rumah-rumah yang retak akibat pergerakan tanah maka banyak penduduk dari wilayah sekitar banyak yang mengungsi. Jumlah pengungsi akan semakin bertambah di wilayah pengungsian bukan hanya dari wilayah bencana.

banjarnegara (10)

Dari informasi BMKG hujan deras akan terus mengguyur beberapa hari ke depan, karena saya orang Banjarnegara saya sangat mengenal cuaca di wilayah ini jika bulan Desember dan Januari akan hujan tiap hari dengan intensitas hujan lebih dari 100 mm, bisa dibayangkan kondisi yang ada di wilayah itu sangat berbahaya, berlumpur, tanah bergerak serta suasana udara yang sangat dingin karena memang wilayah di situ beriklim sejuk dan dingin karena di wilayah pegunungan. Jika dilihat di pengungsian (dari TV) kita bisa melihat banyak anak-anak dan Ibu-Ibu yang mengungsi, bahkan Ibu yang sedang hamil tua. Mereka membutuhkan bantuan terutama selimut dan pakaian bayi sebab mereka tidak sempat membawa barang –barang apapun dari rumah mereka.

banjarnegara (11) banjarnegara (12)

Banjarnegara menghiasi setiap berita TV, bukan dengan berita bahagia namun dengan berita sedih dan pilu, Banjarnegara kembali menangis setelah delapan tahun lalu menangis dengan tragedi Sijeruk dan Indonesia berduka kembali. Posko pengungsi ada sekitar 10 titik di wilayah Karang kobar, Leksana, Slatri dan Wanayasa, ratusan jiwa mengungsi dan membutuhkan uluran tangan kita. Saat ini saya sedang tidak di Banjarnegara namun rutinitas untuk pulang saat Natal semoga saya bisa berbuat sesuatu di kampung halaman saya. Teman-teman Baltyra mari kita memanjatkan doa untuk saudara kita sebangsa yang sedang terkena bencana dan mengulurkan bantuan untuk saudara-saudara kita sebangsa yang sedang mengungsi karena bencana khususnya bagi anak-anak dan Ibu-Ibu yang banyak berada di pengungsian.

Nb: Foto diambil dari berbagai sumber di teman-teman di Facebook dan kiriman di Messenger.

 

Tuhan Selalu memberkati dan Mencintai Indonesia…

 

Jakarta, 14 Desember 2014

Christiana Budi

 

NOTE REDAKSI:

Bagi yang ingin membantu saudara-saudara kita di Banjarnegara, Christiana Budi akan menyalurkan bantuan dan akan melaporkan di BALTYRA (dan secara langsung ke penyumbang) pertanggungjawaban dana bantuan yang masuk.

Bank Mandiri KCP Makasar Pettarani 152-00-0770156-4 atas nama Budi Christiana.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.