Merek GPS Nyap-nyap Itu – Cibunbun

Luigi Pralangga

 

Dalam sebuah pameran produk elektronik akbar itu di gelar di Mishref Trade Fair, Mishref – Kuwait. Di sana ada 8 ruang pameran besar sekali, cukup untuk menampung lusinan gajah sirkus dan satwa berukuran raksasa lainnya, berhembus di sana kisi-kisi pendingin udara dari berbagai sudut, sehingga para pengujung pameran tidak akan merasa kepanasan layaknya suhu di luar gedung pameran yang notabene mencapai suhu 36 celcius.

Bila dibandingkan dengan arena Pekan Raya Jakarta, di bilangan Kemayoran itu, tentu masihlah lebih kecil dan sepintas suasananya lebih mirip pameran khas pasar malam ketimbang trade fair kelas internasional yang mungkin kita biasa datangi.

cibunbun01 cibunbun02 cibunbun03 cibunbun04 cibunbun05

Seperti biasa, Si Ondel-ondel ini adalah salah satu pengunjung yang rasa keingintahuannya jauh lebih besar dari isi dompetnya, sehingga usai sudah 6 gedung pameran dikelilingi tanpa membawa satupun kantong belanjaan layaknya pengunjung asal penduduk setempat yang notabene berbusana khas pria padang pasir, yaitu dishdahsa – semacam daster putih dari pundak terusan sampai ke bawah mata kaki dan kepalanya berbalut kerudung putih dimana kedua tangan-nya paling tidak sudah berbekal barang belanjaan 2-4 kantong penuh, entah apa saja yang dibelinya sudah.

Masuklah Si Ondel-ondel ini ke anjungan perangkat navigasi dimana satu counter produk navigasi genggam (Handheld GPS – Global Positioning System) ramai dikunjungi. Maklumlah bahwa suasana pameran seperti ini, sang penjual sudah pasti memanfaatkan kesempatan menjual apapun dan berinteraksi dengan siapapun yang mendekat, meski kalau saja dia bisa membaca pikiran dan mempunyai penginderaan super mampu melihat isi dompet pengunjung maka ia akan hanya mendekati mereka yang berduit tebal (dan bukan Si Ondel-ondel ini).

“Hello selamat malam, bisa dibantu?..”

Sapaan manis dari seorang pramuniaga manis berparas wajah Asia, rambutnya pirang kemerahan macam lepas ketumpahan obat merah Betadine gitu warna rambutnya. Berbalut gincu merah muda dan lensa kontak dengan warna retina persis kucing anggora tetangga sebelah Si Ondel-ondel ini.

In overall, si pramuniaga ramah berdada maju ini: Manis juga sih.. agak nggak tega kalau langsung dijudesin bin galak gitu.

“Hi.. ‘malam.. saya sedang lihat-lihat saja dulu..”  – Maksudnya bilang begitu agar bisa‘menggebah’ (baca: mengusir) si penjual.

“Kamu nampaknya masih baru ya tinggal di Kuwait..?..” – Mulai deh kelakuan ‘sok tahu banget’ penjual beraksi.

“Saya punya model GPS yang cocok buat pendatang anyar seperti kamu… ini dia Kremin XC-123”(Baca: Merek & Model umpama ngaco)

“Kamu tahu.. GPS model ini punya kemampuan unik berbicara dan memandu pengemudi yang sering nyasar di Kuwait..” 

“Mau bahasa apa? dia tersedia lengkap tinggal pilih disini… nih.. di sini ya tombolnya…, keren khan?” 

“Misal saat kamu terlewat satu belokan.. maka kurang dari 2 detik GPS ini akan mengabari alternative rute, hebat khan?” 

“Sedari tadi kamu senyum-senyum aja.. pasti kamu setuju bahwa GPS ini cocok buatmu..”

Sejak tadi Si Ondel-ondel ini memang sudah menahan diri agar tidak menggubris si penjual yang mengidap “Acute STB-SKSD Syndrome” (Maksudnya: Sok Tau Banget & Sok Kenal Sok Deket Stadium Akut), namun komentar terakhirnya ini yang nampaknya ibarat kotak sihir yang tadinya berstatus ‘verbooden’ itu akhirnya terbuka deh.. itulah mengapa saduran diskusi selanjutnya berlanjut sebagai berikut:

“Iyah, benar sekali saya tersenyum.. sebab saya kagum sekali dengan kehebatan GPS yang kamu ceritakan.. namun, saya sebenernya sedang mencari GPS model khusus, rekomendasi kawan saya di Amerika bahwa saya harus membeli merek dan model ini.. kamu bisa bantu?” 

“Tentu dengan senang hati, coba silahkan ditengok katalog ini.. saya akan siapkan saat sudah ketemu, sementara saya layani orang di sebelah ya…”

Tengok sebentar si katalog, lalu ta’ acuhin sambil meneruskan tengak-tengok sana sini. Emang dasarnya penjual dia nggak akan menyerah sebelum berhasil menjual sekecil apapun, dikejarnyalah Si Ondel-ondel ini seraya bertanya:

“Gimana ‘bapa… sudah ketemu model apa?” 

“Maaf, mba.. sayangnya merek dan model yang saya cari tidak ada di katalog ini.. sepertinya saya harus ke Amerika beli di sana” 

“Iiih…. masak sih? Penasaran banget saya.. kita ini distributor GPS merek apapun di Kuwait, lho.. gak mungkin deh!” – Sambil sedikit menghela nafas, membulak-balik si katalog dan mikir merek apa yang nggak ada di katalog dia ya..

“Udah ketemu, ‘bapa?.. coba kasih saya nama model dan mereknya saya cari dalam katalog elektronik kita.. ih, masak sih kita punya toko se-Kuwait ini nggak ada..? – Coba sebutkan mereknya, ‘Bapa…”

“Cibunbun…”

“What? Boleh diulangi lagi tadi nama merek-nya, kok sepertinya saya nggak nangkep..” – tanya si Mbakyu ini dengan penasaran stadium lanjut dan terlihat jelas itu alisnya meliuk-liuk saat lembar demi lebar katalog produk setebal buku halaman kuning telepon dibulak-baliknya.

Menahan tawa, khususnya pada situasi seperti ini sama hebat dan beratnya persis menahan/menunda sebuah tekanan kentut. Sesekali mata si Ondel-ondel ini di-“Bolototkan” agar terlihat sedikit serius, padahal, mah sumpaaah.. saya ge’ udah mau ketawa meledak. Entah darimana itu ilham merek GPS “Cibunbun” mendadak melintas di benak dan tersebut oleh lisan ini.

“Boleh, ya saya lihat ke sebelah sana sambil menunggu…”

Sahut saya, sambil berpikir keras bagaimana caranya bisa menjauh dan ketawa sedikit saja tanpa ketahuan, sebab sedari tadi si Mbakyu ini serius benar membulakbalik katalog ibarat peserta ujian Sipenmaru yang sudah kepepet dering bel habis waktu. Tentunya 1 – 2 langkah menjauh, akhirnya berujung pada langkah seribu bahkan menyudahi kunjungan si Ondel-ondel ini lalu pulang ke rumah. Kebayang pasti betapa kesalnya si Mbakyu itu sudah juling-keriting kedua matanya disuruh mencari merek GPS: “Cibunbun” pada katalog dengan ketebalan hampir sejengkal itu.

“Gusti Alloh, maafkan hambamu ini.. lagi pula si Mbakyu itu terus terang STB-nya (Baca: Sok Tau Banget) nggak ketulungan..”

Bicara soal GPS, si Ondel-ondel ini memang sudah memilikinya dan memang berhak untuk diberi gelar: “GPS Nyap-nyap” – yang pengertian dalam bahasa sederhanyanya adalah‘Penunjuk jalan/arah tujuan yang tiada cape mengomel’  (Apalagi kalau si pengemudi tadi tidak cukup pandai mengingat dan faham jalan/rute mengemudi rutin dan selalu mendapati dirinya salah belok, kelewatan arah belokan dan bercampur rasa sok tahu-nya mengakibatkan kesasar ke daerah yang sama sekali asing dan berada jauh melenceng dari alamat tujuan semestinya).

Nah, di sinilah ‘alarm’ GPS Nyap-nyap bermerek: “Cibunbun” itu kemudian sigap menjerit… eh, maksudnya bersuara merdu sehingga membuat telinga pengemudi yang menyasarkan kendaraan itu memerah dan hati kemudian menjadi panas.. bagi penumpang (tamu) lain yang kebetulan berada dalam satu tumpangan dan mendengar GPS nyap-nyap itu bersuara, pasti akan berucap:

cibunbun06

“Hahaha…rasain! – Ini GPS canggih juga dalam mengajari pengemudi agar tidak lagi salah ambil belokan dan jangan ngasar lagi..” – paling tidak dia akan berucap dalam hatinya.

Tanpa baterai, dan tidak perlu terhubung dengan paket langganan dan lain sebagainya. Tidak bisa masuk dalam kantong namun GPS ini akan setia menemani kemanapun si Ondel-ondel ini pergi.. apalagi saat akhir pekan. Dengan bobot yang hampir setara.. berkacamata dengan jemari lentik itu, tiada lain dia adalah: “Si Bunda” – demi kepentingan merek dagang maka dirombak sedemikian rupa untuk menambah nuansa kecanggihannya menjadi: “Cibunbun”.

cibunbun07 cibunbun08

GPS Nyap-nyap ini memang canggih, sebab dia sudah faham benar seluk-beluk jalan di Kuwait, sampai sudut pasar becek tradisional Kuwait yang notabene, si Ondel-ondel ini pun malas sangat untuk masuk ke sana, dan faham benar barang diskonan apa saja yang ada di dalamnya, termasuk itu beberapa setel busana lawas ala “Back to the 60-ies” yang berhasil dibelinya hanya untuk beberapa dinar saja.

Bagaimana dengan si Ondel-ondel ini ? – Mohon dimaafkan, kapasitas memory GPS di kepalanya itu hanya kompatible dengan peta jalan & rute Kuwait pada era 1990-an mungkin ya, yang tidak lebih baik daripada rute sbb:

  1. Rumah – Kantor – Rumah
  2. Rumah – Shopping Mall langganan – Rumah
  3. Rumah – Airport / Bandara Internasional – Rumah
  4. Rumah – alamat rumah beberapa sahabat – Rumah

Tidaklah canggih bila dibandingkan dengan si GPS Nyap-nyap itu yang tanpa ba-bi-bu akan faham sekali harus belok dimana dan ambil rute highway nomor berapa serta keluar di jalur exit nomor berapa.

cibunbun09

Apalah jadinya si Ondel-ondel ini pergi sendirian tanpa bersama-nya… jelas, nyasar nggak puguh dan bisa berujung si kendaraan berada di tapal batas Kuwait – Iraq atau malah di ujung satu lagi: Kuwait – Saudi Arabia.

cibunbun10

Meski telinga ini panas dan hati memerah, nampaknya itulah konsekuensi yang harus difahami dan dimengerti saja dengan tukaran manfaat yang amat bernilai yaitu: “Tiba di lokasi tujuan tepat waktu, dan selamat..”

cibunbun11 cibunbun12

Bagaimana dengan GPS punyamu itu? – pengalaman berkendaramu di Kuwait kalau masih sering nyasar, sudah waktunya untuk segera mengganti GPSmu. Silahkan kontak agen terdekat GPS Nyap-nyap dan hubungi saja layanan konsumen-nya pada: 1-800-NYAP2.

Cibunbun – I love you banged deh! Dan kamu tahu benar akan hal itu..

 

 

About Luigi Pralangga

Luigi Pralangga, currently serving for peace operations in Afghanistan - Previously lives and work in the Middle East, West Africa and New York - USA.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.