Balada Seorang Sandwich Maker Bernama Deanne

Dian Nugraheni

 

Paling senang ketika ketulusan kita, dihargai oleh orang lain…dan sebaliknya, sangat senang bila kita pun bisa menghargai ketulusan orang lain…

Kali ini, ketulusan disampaikan oleh seorang mahasiswa pelanggan Deli, Warung Sandwich tempat aku bekerja.

Sabtu kemaren, dia ada menitipkan sebuah amplop berwarna merah, yang disampaikan oleh kawan kerjaku, Senin, pagi ini, karena Sabtu kemaren kebetulan giliranku libur.

Dengan ditulis tangan sendiri, dia menyampaikan ucapan yang sangat manis dan bersahaja…Oya, dia menulis namaku Deanne…he..he.., emang amat sulit bagi mereka untuk menyebut maupun tulis spelling nama Dian…

deanne1 deanne2

Tolong jangan masalahkan, kok ucapan Merry Christmas, emang mbak Dian agamanya apa, sudah pindah agama kah setelah tinggal di Amrik..? Bla..bla…bla..(seperti beberapa inbox yang acap kali menanyakan hal ini..he..he..he..)

Whatever…
Sebagai manusia, aku sudah selesai dengan urusan, apa nama agamamu, siapa nama Tuhanmu. Bagiku, agamaku adalah rahasiaku, dan bagaimana aku menyebut nama “Tuhan” adalah bentuk kemesraan pribadi yang nggak perlu aku pamer-pamerkan pada siapa pun.

Bagiku juga, siapa pun mau beragama atau tidak, bagaimana menjalankannya, apa sebutmu terhadap Tuhanmu, tak akan pernah mempengaruhi penilaian atau hubunganku dengan siapa pun…

Dari apa yang aku pamerkan ini, aku cuma pengen bilang, betapa indahnya ketulusan, betapa indahnya saling menghargai, dan betapa indahnya, bila itu memang diungkapkan….bukan cuma dibatin tok..emang kita aliran kebatinan, apa..hixixixixi..

_Salam tulus nan indah…, makasih banyak yaa…_

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *