27th Baba Nyonya Convention (2): Fashion Show

JC – Global Citizen

 

Artikel sebelumnya:

27th Baba Nyonya Convention (1): Wayang Cinwa, Wayang Potehi dan Batik

 

Tahun 2014, Indonesia mendapatkan kepercayaan dari Federasi Peranakan Dunia untuk menyelenggarakan Peranakan Convention yang lazim disebut juga dengan Baba Nyonya Convention. Tahun ini adalah konvensi ke 27, sekaligus digabung dengan perayaan ulangtahun ASPERTINA (Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia) yang ke 3. Setelah menikmati acara konvensi yang menarik di pagi harinya plus segala pernik batik, wayang potehi dan wayang cina-jawa, malam harinya digelar gala dinner beserta fashion show dengan thema Kondangan Peranakan Tionghoa 2014 – melanjutkan thema yang sama di tahun 2012 (ASPERTINA First Anniversary: Kondangan Peranakan Tionghoa 2012).

Kali ini jajaran perancang busana yang cukup kondang di Tanah Air adalah: Poppy Dharsono, Itang Yunasz, Samuel Wattimena, Afif Syakur, Geraldus Sugeng dan Handy Wijaya. Tak ketinggalan artis Tina Toons ikut memeriahkan acara dengan suaranya.

IMG_0157 IMG_0158

Jika dibandingkan dengan yang di tahun 2012, hidangan makan malam kali ini jenis dan rasanya masih di bawah rata-rata. Namun, secara keseluruhan acara konvensi sekaligus perayaan ulangtahun ASPERTINA tahun 2014 ini terbilang sukses dan meriah. Sambutan antusias dari para peserta konvensi dari beberapa negara tetangga.

IMG_0160

Sentuhan Eropa era Kolonial dengan payung layaknya Noni Belanda dan beberapa busana gebyarnya:

IMG_0167 IMG_0172 IMG_0178 IMG_0179 IMG_0180

 

Di sana sini nampak corak batik pesisir yang cerah:

IMG_0182 IMG_0183 IMG_0184 IMG_0185 IMG_0188 IMG_0189 IMG_0190 IMG_0191 IMG_0193 IMG_0194 IMG_0196 IMG_0200 IMG_0201 IMG_0203 IMG_0204 IMG_0207 IMG_0208 IMG_0212 IMG_0213 IMG_0290IMG_0219

 

Ada juga corak batik Solo atau Jogja yang nampak:

IMG_0216 IMG_0222 IMG_0224 IMG_0226 IMG_0227

 

Sepertinya ini adalah culture fusion, sentuhan Timur Tengah dengan sentuhan corak tekstil motif Peranakan:

IMG_0264 IMG_0265 IMG_0267 IMG_0268 IMG_0272 IMG_0275 IMG_0282 IMG_0283 IMG_0285 IMG_0286 IMG_0288

 

Konsep bingung, gaya gaun pesta 90’an:

IMG_0232 IMG_0258 IMG_0260 IMG_0261 IMG_0262

 

Yang berani dengan gaya out-of-the-box, untuk saya ini menghadirkan kesan seperti para pendekar dari padang rumput Mongolia:

IMG_0241 IMG_0243 IMG_0246 IMG_0248 IMG_0253

 

Tapi ada juga busana yang boleh dibilang “salah konsep” dan “main tabrak” sembarangan. Sepertinya si perancang kurang persiapan atau kurang memahami thema busananya, terkesan sedikit “serampangan – pokoknya Tionghoa” tempel gambar harimau, bambu, bangau dan ikan koi yang kalau boleh mengutip istilah fashion, ini adalah wardrobe malfunction.

IMG_0235 IMG_0237 IMG_0238

 

Acara ditutup dengan foto bersama para model, panitia, perancang busana dan beberapa tamu kehormatan.

IMG_0231 IMG_0291 IMG_0292 IMG_0295 IMG_0296

Terima kasih sudah membaca. SALAM BUDAYA…

 

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *