Memanggul Beban

Dwi Klik Santosa

 

Bekisar Merah, tim futsal kampungku, pagi tadi memulai turnamen futsal antar kampung di kaukus Puri Bintaro Hijau, tempat kami tinggal. Total Football, pola dan gaya yang saya latih dan saya inginkan menjadi ciri dari permainan anak-anak ini, tak cukup maksimal kiranya dijalankan. Hanya gara-gara dikarenakan sebuah insidental di menit pertama, yang menjadikan gol bagi lawan, kami harus memanggul beban kekalahan dini, menjadikan masing-masing awak Bekisar Merah tidak bisa bermain lepas dan maksimal sebagaimana diperagakan dan dimainkan sewaktu mereka latihan atau latih tanding.

Cukup stress bagi saya melihat suasana ini. Hingga 10 menit babak pertama, masih saja buntu, serangan demi serangan tak menghasilkan gol. Musuh memiliki kiper yang cukup tangguh, sehingga saya hitung lebih dari 15 bola mengarah ke gawangnya, tapi tak juga jadi gol. Bahkan 2 kali shoting kiper dari belakang, sebagai konsepsi dari total football, yaitu semua pemain berpotensi bikin gol, hanya membentur gawang dan juga satunya berhasil ditepis kiper. Rotasi atau pergantian pemain pun saya lakukan. Toh, masih saja, terganjal, lahirnya gol itu untuk membuat aman bagi Bekisar Merah. Baru satu menit menjelang akhir, yiatu 10 menit babak kedua, lahirlah gol itu dari striker Bilal, pemain paling kecil, dengan umur 9 tahun di tim Bekisar Merah. Setidaknya pemain mungil yang baru saya mainkan di babak kedua itu mengalirkan angin segar. Dengan drible-nya yang cukup bagus, setidaknya 5 kali saya hitung membuat tendangan keras ke arah gawang musuh, namun semua dapat ditepis kiper musuh yang bermain sangat cemerlang. Satu-satunya gol itu, setidaknya menjadi penyelamat kami, dan terhindar kekalahan.

“Saya tidak akan memberi komentar apapun selama pertandingan berlangsung,” ujar saya sebelum pertandingan berlangsung,” saya percaya kepada Iyong sebagai kapten. Saya minta kalian ikuti strategi dan kode-kode itu dari Iyong.”

Begitulah, rasa-rasanya, kesepakatan itu pada akhirnya harus saya langgar, karena saya lihat Iyong, sang kapten, sangat down dan seperti terbebani karena keadaan yang stag dan macet. Ia sendiri yang paling bagus dalam hal shoting, 3 kali tendangan kerasnya hanya bisa membentur gawang. Betapa makin manyun saja. Apalagi musuh, juga terhitung punya permainan yang cukup bagus dan membahayakan, sehingga ia harus bertahan pula di belakang, sebagaimana itu saya tekankan untuk menjalankaan strategi dan konsep “Total Football”.

“Semua boleh menyerang dan bikin gol, itulah total football,” selalu begitu penjelasan saya, ” tetapi semuanya harus konsisten dan konsekwen menjaga peran dan daerah operasinya. Jangan terlalu asyik menyerang, tetapi lupa turun ke posisinya masing-masing.”

Ya, ya … memang sesuatu hal yang beda, antara latihan atau latih tanding dengan jika harus melakukan pertandingan yang sebenarnya dalam turnamen atau kejuaraan resmi. Mental ingin menang, justru kebalikannya, menjadi belenggu untuk memaksimalkan adanya sebuah kemenangan. Kalau saja, anak-anak Bekisar Merah cukup sabar dan bisa bermain lepas, saya kira, akan banyak gol menjadikan kemenangan. Namun begitu, semua tetap saya puji. Dan meskipun tak terelakkan saya tekankan dengan nada keras.

“Bertanding atau berlatih, anggap saja seperti sedang main-main!”

Dan tak urung, pelatih lawan pun menghampiri saya, menyalami.

regu-merah

“Tim yang hebat, mas,” katanya.

Dan memang banyak yang lantas mengucapkan hal serupa itu. Memang bagaimana pun, sebuah permainan sepakbola itu tidak hanya urusan kalah atau menang, tapi dengan bermain bagus, sportif dan indah — dalam kategori saya memberi tajuk soal gerak-gerak dan kesantunan– mendapatkan perhatiannya yang tersendiri.

“Saya tidak mengharuskan kalian menang,” ujar saya, “tapi jika sudah sebagusnya kalian menjalani peran kalian dalam bermain, saya rasa, akan menjadi hal yang menyenangkan. Sudah tentu jika kalian bermain lebih bagus dari lawan, niscaya akan ada kemenangan.”

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.