Anak Asuh

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO   SOBAT  DI  BALTYRA  YANG  BUDIMAN . . .

Mohon maaf, hari Selasa minggu lalu tidak sempat hadir. Benar sekali, memang sedikit atau banyak sibuk, maklum mau mudik dan dalam waktu yang hanya 3 Minggu, ingin berkunjung ke mana-mana. Kali ini memang sedikit melelahkan…  Hahahahahahaha….Atau mungkin karena sudah tua, jadi semuanya terasa banyak yang harus dikerjakan…Sedangkan, jelas tenaga tidak seperti dulu lagi…..

Untuk mengisi hari Selasa minggu ini, perkenankan  Dj. sedikit bercerita tentang anak asuk kami yang pertama, tahun 2000 saat kami mudik. Semoga berkenan dan harapan Dj. siapa tahu ada yang terguguh hatinya dan sudi mengulurkan tangan kasihnya untuk anak-anak yang kurang beruntung, tapi ingin belajar (sekolah).

Selamat membaca dan TUHAN  MEMBERKATI  anda semuanya.

Salam manis dari Mainz daaaaaaaan….

Bagi anda semua yang merayakan Natal, kami sekeluarga mengucapkan…

SELAMAT  MENYONGSONG  HARI  KELAHIRAN  TUHAN  YESUS  YANG  ADALAH  KRISTUS . . .

Raja Damai yang sudi menebus semua dosa orang beriman….

Semoga Damai Natal, menaungin kita semuanya…..

KISAH ANAK ASUH YANG PERTAMA . . .

Dalam suatu perjalanan yang cukup melelahkan… di tahun 2000 saat kami mudik. Di satu daerah… maka kami harus mengisi bahan bakar untuk mobil yang kami tumpangi…Di situ banyak mobil lewat dan juga datang dan pergi setelah mengisi bensin….Karena di Indonesia tidak harus mengisi sendiri, maka waktu yang sebentar Dj. Ingin keluar mobil dengan maksud untuk meluruskan kaki….

Mata Dj. melihat pemandangan yang sedikit aneh di mata Dj. Seorang anak peempuan kecil, berpakaian sedikit kotor, duduk di bawah tiang lampu di pinggir jalan dekat pompa bensin. Dj. menghampirinya dan bertanya, “nak… di sini banyak kendadaraan lewat, mengapa kamu duduk di sini, kan berbahaya….
Dj. sungguh terperanjat, mendengar jawabannya….

Iya Om… di rumah tidak ada lampu, sedang Ani (begitu nama si anak, nama Dj. ganti), ingin belajar agar nanti bisa jadi orang pinter.

Saat itu juga Dj. merinding dan tak terasa air mata keluar dengan sendirinya…Maka Dj. pun memberanikan diri untuk bertanya lagi….Maaf nak, kamu tinggal di mana, apa ibu dan ayahmu tidak marah kalau kamu ada di sini…??? Siapa tahu, mereka sedang mencarimu….
Dia dengan senyum ringan, menjawab….
Tidaklah om, ibu dan bapak tahu kok….
Dj. : Ooooooo….. boleh om tahu di mana kamu tinggal…???
Ani : Iya Om, boleh… tapi apa om punya waktu….???
Dj. : Ya… Oom punya waktu banyak, tolong kasih lihat di mana kamu tinggal…

Maka Dj. minta sopir mobil untuk menunggu di tempat parkir dan Dj. mengikuti si Ani yang berjalan di depan Dj.
Dj. sangat kaget, karena ternyata Ani tinggal di rumah gubuk yang sudah sangat tua dan reyot. Mungkin mendengar suara Ani yang berbincang dengan Dj. maka keluarlah ibunya Ani.

Ibunya Ani kelihatan sedikit heran melihat Ani berbincang dengan orang lain yang dia tidak kenal…..Ibunya Ani menyapa kami, Selamat malam bapak, maaf apa anak saya bikin sesuatu yang tidak baik….
Melihat ibu si Ani yang sedikit kumal, Dj. juga tidak sanggup membendung air mata. Dj. katakan tidak. Ani sangat ramah kok…

Dia berkata, ingin menyilahkan masuk, tapi mana mungkin. Dj. menganggukkan kepala dan kami berbicara di luar pondok yang kelihatan hampir rubuh itu…Di depan ibunya, maka Dj. bertanya ke Ani, apa dia sungguh-sunggu ingin belajar. Nah ya, namanya anak kecil, dia tanpa segan-segan berkata…. Iya bapak, saya mau, apa bapak mau biayai sekolah saya….Ibunya langsung menegurnya…. Ani…!!! Kita kan tidak kenal siapa bapak ini.

Dj. menyela…. Tidak apa-apa ibu, kalau Ani memang mau sekolah, maka saya akan menolongnya. Tapi dengan syarat…. Ani tidak boleh belajar di dekat pompa bensin lagi, okay…??? Ani… Lha belajarnya di mana bapak, di rumah kan gelap… Dj. tersenyum sejanak…. Ayahnya Ani ke mana bu… ?

Ibu Ani menjawab : Ayahnya Ani, mungkin tidur di mesjid bapak…
Dalam hati Dj….. lha ini orang bagaimana…. keluarga begini, sang ayah malah tidur di mesjid…. mbok ya cari nafkah untuk keluarga, entah kerja apa saja. Tapi Dj. tidak sampai hati mau bicara demikian….Ibu Ani berkata, sebentar bapak, saya akan ke mesjid memanggilnya. Dj. mengangguk, entah apa kelihatan di wajah anak kecil ini satu senyum yang menarik.

Saat ibunya Ani ke mesjid untuk memanggil suaminya, Dj. betanya ke Ani… Kalau nanti besar ingin jadi apa….???
Ani mulai cerita… Dj.. mendengarkannya, sehingga harus senyum sendiri…Pingin jadi lurah, mengatur kampungnya agar bersih dan ada lampu…..Lucu, tapi itu yang kemungkinan jadi pemikirannya saat itu, melihat kampungnya yang kumuh….

Saat ayahnya datang, langsung bertanya, apa ada sesuatu…??? Setelah memperkenalkan diri, maka Dj. berkata, jangan kasih Ani untuk belajar di pinggir jalan, karena berbahaya, banyak kendaraan lalu-lalang…Ayahnya… Ya, bagaimana bapak, karena kami tidak mampu untuk membayar listrik di rumah kami….Setelah kami lama bercakap-cakap, maka Dj. pun kembali ke mobil…

Puji TUHAN….!!!

Esoknya kami berbelanja untuk keperluan Ani dan Dj. sangat bahagia, melihat gadis kecil ini begitu gembira. Walau saat Dj. tawari ini dan itu, dia kelihatan sedikit bingung dan bercampur malu. Dia selalu memandang ke arah ibunya, ingin rupanya dia mendapat persetujuan sang ibu…. Satu minggu kemudian Dj. kembali menengok mereka dan Dj. sangat bahagia melihat di rumah mereka sudah ada lampu penerang, walau sangat sederhana saja..

Dj berjanji akan selalu menolong mereka sebisa mungkin. Dan pesan Dj. agar Ani diperhatikan, agar sekolahnya bisa maju….Beberapa tahun kemudian Ani sudah duduk di Universitas dan kami sangat bangga. Satu kebanggaan yang sangat sulit diceritakan dalam kata-kata….Terlebih, saat dia sudah bisa mencari nafkah dan membantu orang tuanya, dia menulis surat…. Bapak, tidak perlu mengirim uang lagi, biar untuk adik yang lain yang membutuhkannya. Terimakasih banyak untuk seluruh bentuannya.

Dj. terkenang pertemuan pertama kali di dekat pompa bensin dimana dia duduk belajar…. itu tahun 2000. Entah sekarang Ani di mana, karena di rumah reyot yang dulu sudah tidak ada lagi penghuninya….Semoga engkau bahagia, anakku, Dj. selalu mengiringimu dengan doa-doa. Bahagiakan kedua orang tuamu, agar dimudahkan rejekimu….

Anda semua bisa menolong anak-anak yang kurang mampu. Percayalah, ini satu pengalaman yang sangat indah dan anda bisa menikmatinya. Bukan dengan hal-hal yang mewah, tapi cukup dengan memberikan kesempatan agar banyak anak-anak yang kurang beruntung, bisa menikmati masa belajar di sekolah. Saat Dj. menolong Ani, hanya dengan uang € 10,-/ bulan untuk uang sekolah, seragam dan buku. Untuk uang pendaftaran atau masuk peruguruan tinggi, jelas lain lagi….

Tapi kami marasa senang, karena sudah dibalas dengan satu dengan satu kebahagiaan, dimana Ani sudah berhasil dan semoga sudah bisa membahagiakan orang tuanya. Dan dengan demikian sudah meringankan beban orang tuanya dan mereka sudah merasa bersyukur dan bisa fokus untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Semoga uluran tangan kasih anda bisa menjangkau anak-anak yang kurang mampu. Jangan merasa tidak mampu, karena TUHAN sendiri yang akan memampukan anda untuk hal kebaikan yang akan anda kerjakan. Dan hal ini adalah kesempatan emas yang akan anda alami, jangan lewatkan. Anda hanya sebagai alat saluran Kasih saja…
Anda mungkin akan ketagihan, Ani adalah anak asuh kami yang pertama, yang kemudian dari satu menjadi 3 kemudian 5, 8, 11 dan terakhir menjadi 14 anak-anak. Mulailah dengan keluarga sendiri, kalau memang ada di dalam keluarga kita ada yang masih menanti pertolongan kita.

Selamat berbagi, karena berbagi itu sangat indah.
Membahagiakan orang lain, adalah kebahagiaan diri anda sendiri.
TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA . . .

 

Dj. 813
Foto rumah hanya sekedar ilustrasi saja, tapi masih banyak rumah yang demikian…

rumah-gubuk

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.