Deng Xiaoping

Iwan Satyanegara Kamah

 

WAKTU kecil kalau lihat mainan di etalase toko cuma nelen ludah seperti gadis penjual korek api. Mahal dan tak terbeli. Umumnya impor dengan label “Made in Hong Kong”. Kalimat yang sesuatu banget saat itu kalau meihat barang import. Kini mainan-mainan anak yang mahal jadi murah seperti beli kangkung. Semua dibuat dari Tiongkok (dulu sebutnya Cina). Murah, masif dan variatif. Yang tak terbayang dulu mahal kini menjadi biasa saja dan murah.

mainan-tiongkok1 mainan-tiongkok2

Semua ini gegara pemimpin Tiongkok (paramount) Deng Xiaoping yang membuka negeri raksasa itu dari luar. Liberalisasi ekonomi (tetap komunis dan pernah membantu PKI), tapi prakteknya kapitalis. Semua barang diproduksi massal dan murah sampai bingung mikirin kalkulasi harga yang kelewat murah (ongkos kirim yang jauh, upah buruh, biaya sogok bea cukai di sini) tapi tetep murah. Negara-negara ekonomi kuat di barat berlomba membikin pabrik di Tiongkok agar murah harga produksinya tanpa mengurangi kualitas.

tiongkok

Deng yang gemar rokok dan main bridge, matinya lebih tua dan lebih lama daripada Imam Khomeini, pendiri revolusi Islam Iran, yang anti rokok dan pastinya tak mungkin main bridge dan memilih dzikir mendekatkan diri kepada Allah.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.