Jalan-jalan ke Kebun Binatang

Enta Nola

 

Halo Baltyrans semuanya…

Semoga semua sehat-sehat saja ya.

Baltyrans tentunya pernah jalan-jalan ke kebun binatang dong, kalau belum coba jalan-jalan deh pasti seru dan banyak yang mesti diamati apalagi kalau jalan-jalannya sama anak-anak, tingkah mereka ada-ada saja.

Saya pernah diajak ke kebun binatang Ragunan oleh papa tapi sudah lupa lagi bagaimana keadaan di sana karena saya diajak jalannya waktu umur 3 tahun jadi mana ingat ya…

 

Singapore Zoo

Saya pertama kali jalan-jalan ke kebun binatang bersama anak-anak tahun 2012 di Singapore Zoo. Kami naik MRT dari hotel tempat kami menginap dan melanjutkannya dengan naik bis sampai ke Singapore Zoo. Sewaktu membeli tiket, kami diberi selembar brosur yang isinya denah kebun binatang tersebut dengan rute mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar dan kandang binatang apa saja yang akan kita lalui sepanjang rute tersebut.

Begitu memasuki gerbang, kita disambut oleh panah yang menunjukan jalan masuk dan juga tulisan agar kita mengikuti rute jalan yang ditunjukan oleh panah tersebut. Dimulai dari kandang buaya (bukan buaya darat lho) yang lumayan dalam jadi kita melihat buayanya dari atas lalu disusul oleh binatang lainnya.

Untuk mereka yang tidak kuat berjalan kaki, pihak kebun binatang juga menyediakan mobil kereta di mana kita bisa duduk santai sambil berkeliling menggunakan mobil kereta dan bisa turun di halte-halte yang tersebar di beberapa poin. Tentunya kita sebelum menaiki mobil kereta, kita harus membeli tiketnya terlebih dahulu.

Kami memilih menikmati kebun binatang sambil berjalan santai karena hari itu kami khususkan untuk jalan-jalan di kebun binatang. Ketika sampai di danau, di situ kami bisa menaiki perahu untuk mengitari danau dengan membeli tiket di loket yang telah disediakan.

Pemandangan yang difoto dari perahu

Pemandangan yang difoto dari perahu

Tingkah konyol si sulung yang sungkem sama patung Ahmeng, orang utan maskotnya Singapore Zoo

Tingkah konyol si sulung yang sungkem sama patung Ahmeng, orang utan maskotnya Singapore Zoo

Foto bersama patung buaya karena kalau foto dengan buaya beneran takutlah...

Foto bersama patung buaya karena kalau foto dengan buaya beneran takutlah…

Setelah puas berkeliling maka kamipun memutuskan untuk kembali ke hotel karena hari sudah menjelang sore takut bis umum yang kami tumpangi tidak beroperasi lagi karena letak Singapore Zoo itu jauh ke mana-mana dan agak terpencil lebih baik jangan pulang terlalu sore.

 

Beijing Zoo

Kesempatan kedua mengunjungi kebun binatang ketika kami jalan-jalan ke China akhir tahun lalu.

Dari hotel tempat kami menginap kami naik MRT dan turun di stasiun Beijing Zoo yang letak stasiunnya tepat di depan gerbang Beijing Zoo. Ternyata walaupun musim dingin, banyak juga orang yang memilih jalan-jalan ke Beijing Zoo mungkin dengan berjalan badan jadi hangat…

Tidak jauh berbeda dengan Singapore Zoo hanya Beijing Zoo ini tempatnya lebih luas dibandingkan Singapore Zoo, kamipun diberi brosur denah sehingga setidaknya kami tahu binatang apa saja yang ada walaupun semuanya bertuliskan kanji karena mereka juga membuat gambar-gambar binatang yang ada dalam kandang yang kami lalui di dalam rute.

Rute pertama adalah panda house, ya binatang khas dari China siapa lagi kalau bukan si kungfu panda. Panda-panda tersebut ditaruh dalam kandang tertutup yang dindingnya terbuat dari kaca, sayangnya kami tidak bisa memotret panda tersebut karena si panda selalu menutupi mukanya dengan kaki depan entah karena malu atau sudah bosan dijadikan foto model tanpa bayaran hahaha…

zoo (4)

Dalam panda house kita juga dapat membaca sekilas info tentang si panda dari makanannya sampai cara mereka berkembang biak. Info ini ditulis dalam 2 bahasa Mandarin dan Inggris jadi nambah pengetahuan soal si hitam putih yang lucu ini.

zoo (5)

Setelah dari panda house, kami berkeliling lagi menuju rute berikutnya. Berhubung musim dingin jadi semua binatang tidak ditaruh dalam kandang terbuka melainkan mereka ditaruh dalam kandang tertutup yang menyerupai gedung atau menyerupai akuarium raksasa. Gedung ini terletak di setiap belakang atau samping kandang masing-masing. Beijing Zoo juga memiliki aneka jenis rubah dari yang mukanya imut-imut seperti boneka sampai yang tampangnya sangar. Berbagai burung juga ditaruh dalam akuarium besar.

zoo (6)

Binatang favorit yang paling ramai dikunjungi adalah gajah. Ada sekitar 4 atau 5 gajah yang ditaruh dalam masing-masing kandang dalam sebuah gedung besar. Anak saya walaupun sudah sering melihat gajah tetap saja ingin masuk dan melihatnya. Anak saya agak heran kok gajah yang mereka lihat agak berbulu di bagian punggungnya lalu saya jelaskan binatang juga beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka tinggal karena di China ada musim dingin jadi mereka tumbuh bulu untuk menjaga kehangatan tubuh mereka. Setelah puas berkeliling, kamipun kembali ke hotel.

 

Gembira Loka (kebun binatang di Jogja – Indonesia)

Sebenarnya kami tidak niat untuk mengunjungi kebun binatang sewaktu berada di Jogja pekan lalu tapi anak saya meminta kami untuk mengunjungi kebun binatang yang ada di Jogja karena dia pernah melihat acara yang ada di salah satu stasiun televisi.

Akhirnya kamipun mengunjungi Gembira loka, sewaktu membeli tiket orang yang antri di depan saya meminta peta pada petugas loket. Oh ternyata mereka menyediakan brosur denah juga tapi sayangnya mereka tidak otomatis memberikan brosur pada setiap pengunjung melainkan memberikan pada yang meminta saja berbeda dengan di Singapore Zoo dan Beijing Zoo yang otomatis memberikan denah pada pengunjung. Setelah masuk dari pintu gerbang, kami menjumpai gedung yang menyerupai museum zoology di Bogor yang di dalamnya berisi tanaman dan hewan yang diawetkan. Dari museum zoology kami mengikuti petunjuk arah untuk menyeberangi sungai.

Surprise, kami melihat rute jalan yang kami lalui tertata rapi, tidak terlihat sampah berserakan di mana-mana. Setiap jarak beberapa meter terdapat tempat sampah yang lumayan besar jadi pengunjung bisa membuang sampah pada tempat-tempat yang telah di sediakan dan juga Nampak beberapa petugas kebersihan menjalankan tugasnya dengan baik.

Petugas kebersihan yang sedang menyapu jalan agar tetap bersih

Petugas kebersihan yang sedang menyapu jalan agar tetap bersih

Di situ juga tersedia perahu yang mengelilingi danau buatan yang kecil, kami menaiki perahu dengan membayar tiket sepuluh ribu rupiah per orang, berikut foto dari atas perahu dengan brosur petanya.

???????????????????????????????

Kami juga mencoba fish spa, karena saya dan si kecil belum pernah mencoba maka kamipun mencobanya dengan membayar Rp. 25.000/orang, kami berdua mencobanya sedangkan suami tidak mau karena takut tidak tahan sensasi gelinya. Awalnya sih terasa geli banget seperti dikitik-kitik saya sampai angkat kaki dari kolam karena tidak tahan geli tapi lama-lama rasanya enak seperti dialiri listrik kedut-kedut rasanya. Bila kulit mati di kaki kita bersih maka si ikan pun dengan sendirinya meninggalkan kaki kita dan berpindah ke kaki yang lain yang belum bersih. Oh iya sebelum mencelupkan kaki ke dalam kolam, kita diharuskan mencuci kaki kita terlebih dahulu biar ikannya tidak mabok karena bau kaki kali ya hihihi…

Kaki yang lagi di'fish spa

Kaki yang lagi di’fish spa

Setelah puas berkeliling, kami pun mengakhiri wisata kami di Gembira Loka. Patut saya acungi 2 jempol untuk seluruh pihak yang mengurus kebun binatang Gembira Loka sehingga wisatawan dapat menikmati kebun binatang yang asri, rapi an bersih. Seharusnya kebun binatang lain yang ada di Indonesia meniru apa yang telah dilakukan oleh pihak Gembira Loka sehingga semua bisa jalan-jalan sambil mengedukasi anak-anak.

Sekian reportase saya dari berbagai kebun binatang, mudah-mudahan tidak bosan ya membaca artikel saya…

 

Salam Hangat

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.