Selfish Desires

Marhento Wintolo

 

Selfish desires adalah sifat kewanitaan sejati. Seorang ibu rela hanya makan sisa daging yang melekat pada tulang ayam karena ia memberikan seluruh daging pada anaknya. Senyumnya mengembang bahagia saat ia melihat anaknya makan dengan lahap daging pemberiannya. Ia juga bisa makan sambil tersenyum ceria walaupun hanya menggerogoti sisa-sisa daging.

panda

Sifat kewanitaan ini sesungguhnya tidak hanya monopoli seorang perempuan. Pria pun memilikinya. Kerelaan memberikan yang ia miliki pada sesama adalah sifat ilahiah yang dimiliki insan manusia. Tidak memandang jenis kelamin. Sifat ke-perempuan-an seperti ini bisa luntur dan tertutup berubah sifat kebuasan hewaniah. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Makanan yang kita konsumsi. Daging hewan membawa sifat hewaniah yang seringkali menjadikan manusia bertindak reaktif. Tindakan reaktif adalah tindakan yang tidak lagi menggunakan pemikiran manusia secara mendalam. Seekor hewan begitu reaktif saat di sakiti. Inilah sesungguhnya yang membedakan manusia dengan hewan. Hewan tidak mengenal tindakan yang memuliakan, mereka kenal tindakan yang menyenangkan emosinya.

Tindakan yang memuliakan atau shreya tindakan yang memuliakan jiwa. Lawannya adalah preya tindakan yang menyenangkan badan. Tindakan yang hanya mementingkan kelompok, golongan dan diri sendiri. Tindakan shreya adalah tindakan yang responsif. Tindakan yang mengutamakan kepentingan bersama. Kepentingan yang selaras dengan sifat semesta…

Tindakan reaktif adalah tindakan dengan sifat preya. Tindakan ini bertentangan dengan sifat ke-perempuan-an, selfish desire. Banyak juga wanita tidak memiliki sifat aslinya. Ia terbutakan oleh kenyamanan diri. Ia rela menguburkan sifat aslinya, selfish desire. Sifat ini juga tidak hilang. Buktinya saat ia berkumpul dengan anaknya, watak ini bisa muncul. Namun ketika bebicara tentang kekayaan atau keduniawian, watak asli ini bisa terpendam dengan mudah.

Tiada orang lain yang bisa memunculkan dan memelihara sifat asli ini kecuali diri sendiri. Boleh saja seorang wanita menimbun duit dan kekuasaan, namun jika ia kehilangan sifat yang mulia, selfish desires, sama saja sudah kehilangan kemanusiaannya.

Banyak pelajaran yang sudah mengulas tentang hidup dengan prinsip kemuliaan jiwa. Sayangnya pelajaran ini tetap menjadi basi selama kita tidak bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang disebut pengetahuan pinjaman. Baca pengetahuan dan lakoni dalam keseharian. Jika sudah dilakoni, energi yang terkandung dalam penyampainnya akan berbeda… Inilah yang di sebut knowingness… Ubahlah pengetahuan menjadi pengalaman…

Menyadari potensi kemuliaan jiwa sendiri dengan cara tetap mengimplementasi sifat selfish desires…..
Inilah sesunguhnya kemuliaan manusia….

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.