To Shoot The Bull

Anwari Doel Arnowo

 

Judul di atas artinya singkat saja: Dusta, bohong, lie (English), ngibul (Betawi), uso (Nihon go), kadzibun (Arabun), geroh (Jawa), liegen (Deutsch)

Sudah banyak saya tulis sebelumnya bahwa saya tidak suka berbohong. Apa benar seperti itu? Iya, meskipun demikian halnya, maka saya berbohong juga. Mau atau tidak mau. Apa ini sifat asli saya untuk berbohong atau berdusta, to tell a lie? Kadzibun? Uso? Faktanya memang iya, saya ternyata berbohong, anda juga, malah semua manusia.

Ini masalah bukan main-main, kita berbohong semua. Seorang manusia bisa saja berbohong antara 10 sampai 200 kali setiap hari. Masa? Iya!! DIULANGI : Setiap Manusia Berbohong Setiap Hari Antara 10 Sampai 200 Kali Sehari. Dua orang yang tidak saling mengenal sebelumnya pun, pertama kali bertemu dan berkenalan saja, dalam 10 menit pertama sudah mungkin berbohong 3 kali. Janganlah gusar dulu. Kalau anda marrrrah dan tidak mau membaca terus nanti apa gunanya dong saya memakai otak saya, juga jari-jari saya mengetik tulisan ini, mengedit dan memikir terruss.

truth-and-lies

Terruss menerrrus agar saya bisa mengeluarkan apapun uneg-uneg saya dan semuanya nanti akan membuat anda okay dalam memenuhi keinginan tau anda semuaa.

Sudah agak lama pernah saya menuliskan bahwa kita semuanya harus selalu berkata benar, akan tetapi tidak semua yang benar itu harus dikatakan. Masa hal yang benar itu ada yang tidak patut dikatakan? Iya ada, dan banyak hal ternyata tidak harus dikatakan, atau mungkin lebih tepat lagi bila dikatakan tidak PERLU dikatakan.

Contohnya banyak dan mudah saja:

1. Saya ini orang kaya raya, biarpun itu benar apa memang perlu dikatakan? Jawabnya hampir kebanyakan: Tidak Perlu.

2. Pak Lurah tadi pagi saya lihat masuk ke sebuah kamar hotel bersama seorang perempuan yang istrinya pak Polisi. Ini mestinya sama dengan yang nonor 1. kan? Setuju? Kalau iya, ya diam-diam saja, tetapi bila tidak setuju maka anda tidak berbohong tetapi ada banyak konsekwensinya. Itu berarti tidak perlu, kecuali Pak Lurah adalah suami anda atau anda adalah Pak Polisi. Apa sebab? Sebab bilamana si perempuan itu Nyonya Setan, maka perbuatan jelek yang mungkin akan terjadi di kamar hotel itu, Pak Setan pasti tidak suka dan dia lapor kepada Tuhannya. Setan kok tidak suka perbuatan “jelek” ya? Biasanya kan suka sekali !!!

3. Si anak sedang mengintip seorang wanita pembantu rumah tangga yang sedang mandi, lalu anda perlu berteriak melarangnya. Si anak menjadi amat malu dan pembantu menjadi tau bahwa dia diintip. Akibatnya bisa saja pembantu minta keluar dari kerjanya  sebagai pembantu di rumah itu. Bilamana anda bersikap lebih tenang, anda bisa diam-diam membawa sang anak pergi, berbicara dan memberi pendidikan khusus bahwa yang seperti itu tidak pantas dilakukan, lalu mulai membuat perbaikan akses kamar mandi, sehingga siapapun di kemudian hari tidak akan bisa melakukan ulang seperti yang dibuat sang anak. Pembantu akan tidak harus dan terpaksa meninggalkan pekerjaannya, nafkah halal batal berhenti.

4. Anda korupsi puluhan miliar Rupiah dari macam-macam perbuatan yang menurut institusi pemerintah kasus anda sedang diproses untuk menyelidiki lebih lanjut kebenarannya.

Tentu saja anda akan membantah, sebab kalau anda bilang iya, maka rekan-rekan anda akan terikut serta  terseret-seret, ketika anda terjerat hukum. Pasti dan jelas anda dihukum dan teman-teman anda akan menghadapi apa yang anda takutkan sebelum ini. Lalu apa? Eh, anda tentu tau kan?! Masak tidak tau?! Korupsi sekian banyak bisa kok, masa tidak bisa memilih yang mana terbaik bagi diri anda. Bilamana akibatnya semua tidak akan baik, maka pilihlah saja yang minimum. Misalnya, saya ajari deh: jalani saja dulu masuk penjara, siapkan paspor nama palsu, suaplah siapapun yang bisa melepaskan anda secara fisik untuk lari ke luar negeri. Lalu larilah dan kaburlah seterusnya.

Operasi plastik muka dan lain-lain agar selamat hidup di luar Indonesia. Kan dulu ada Eddy Tansil sudah berbuat seperti itu dan sampai sekarang tidak ada khabar beritanya. Berarti  dia masih hidup dong?! Atau jangan-jangan Eddy Tansil ini sekarang menjadi tetangga anda. Haaah??

Di dalam acara video di TED, Pamela Meyer bicara pokok topik yang tidak biasa seperti yang dibicarakan orang lain di masyarakat biasa. Judulnya: How to spot a liar. Perhatikan itu bukan STOP akan tetapi SPOT.  Berikut  silakan buka dengan menekan bersama-sama:  Ctrl. dan Enter, link berikut:

http://www.ted.com/playlists/222/5_talks_on_the_truth_about_lyi?utm_source=newsletter_weekly_2015-01-17&utm_campaign=newsletter_weekly&utm_medium=email&utm_content=playlist_button

Di dalam ceramahnya ini Pamela Meyer mengatakan banyak hal yang baru, seperti dusta seorang laki-laki itu biasanya membela dirinya sendiri dalam rangka trust building (?). Kalau wanita dalam rangka membela orang lain, atau mungkin mem”besar”kan orang lain yang akibatnya membuat “kecil” sang suami sendiri. Ah saya kan pernah  mengalami, tetapi saya maklum saja, saya juga orang yang amat banyak kekurangannya? Ada tiba masanya kekurangan uang tunai saja, derajat kita bisa menurun di mata orang lain, padahal kita tidak merasa turun derajat sama sekali kok.

Kata teman saya kemarin: “Aku nggak bawa uang tunai tetapi kartu kredit saya masih longgar kok. Malah masih mampu buat beli mobil sekalipun”. Heeee ??

Pamela ini banyak benar bahannya untuk masalah bohong ini. Dia bilang bahwa tidak ada manusia yang mampu menyembunyikan kebohongan yang sedang diucapkannya. Ini akan tergambar pada body language (bahasa tubuh), terlihat di garis-garis yang muncul di atas permukaan raut muka manusia ketika dia sedang berbohong. Garis seperti ini malah bisa dibedakan yang di sekitar pipi dan yang di samping mata kiri maupun kanan.

Lebih dari itu jari-jari tangan kita juga bisa menunjukkan kepada yang ahli di bidang ini, bahwa seseorang itu sedang berbohong. Dia tunjukkan bagaimana Bill Clinton bicara yang pasti tidak dipercaya oleh khalayak ramai, tetapi melalui videonya anda bisa menebak sendiri. Terserah anda. Juga Calon Presiden yang lalu ada video bohongnya. Barack Obama saja jarinya ter-rekam oleh photo menutupi bohong yang diucapkan seseorang kepada istrinya. Jari tangan Obamalah yang menjadi petunjuknya.

Saya kebetulan membaca percakapan orang-orang Ambon di belanda yang tergabung di dalam RMS (Repoeblik Maloekoe Selatan) yang amat anti NKRI. Dia menyebut teman dan sahabat saya almarhum Abdul Irsan yang waktu itu adalah Duta Besar Republik Indonesia di belanda sebutannya: Dusta Besar.

Mereka itu, orang-orang Ambon yang ayah ibunya telah meninggalkan NKRI pergi ke belanda pada awal 1950an, masih mimpi, ya? Bukankah sudah nikmat di”tolong” belanda. Tinggal dan hidup serta dihidupi oleh belanda, tetapi masih mimpi menjadi Repoeblik Maloekoe Selatan? Ini sama saja membohongi diri sendiri. Memang Pamela Meyer menyebut antara lain, banyak juga unsur manusia yang membohongi diri sendiri. Saya bohong kalau mau mengaku masih muda, karena orang masih memuji saya kelihatan muda sekitar 65 tahun. Faktanya saya sudah 76 tahun, tidak muda lagi. Seseorang menelepon saya menanyakan kesehatan saya, saya jawab saya sehat-sehat saja, padahal saya sedang pusing dan pilek, toh dia tidak melihat saya? Begitu, kan? Tetapi kan bohong juga…… .

Bilamana ada seorang TEMAN yang bertanya: “Anwari apa kamu kekurangan uang?”

Saya jawab: “Tidak!”

Tanya lagi: “Apa kelebihan uang?”

Saya jawab lagi: “Mengapa tanya seperti itu?

… eh …

Dia malah bilang: “Pinjami saya dong 175 juta Rupiah.” Saya harus jawab apa ya??

Saya jawab jujur saja: “Saya tidak ingin meminjami kamu!!”  BERES DEH ……

KITA TETAP BERTEMAN SETELAH PERCAKAPAN TADI.

Begitulah cara pergaulan yang setara dan seimbang, teman adalah teman dan uang adalah uang. Keluh kesah mengenai uang itu amat luas, di dalam dunia dagang, pergaulan politik dan persahabatan dan diantara yang berkasih-kasihanpun,  biasa ada masalah uang.

Kiat jawab saya untuk menghindari berbohong adalah:—

* “Saya tidak mau menjawabnya, kalau untuk itu saya harus berbohong sama kamu”

* “Jangan tanya seperti itu karena saya tidak akan mau menjawabnya. Saya tidak suka pertanyaanmu!!”

* ‘Anda telah menempatkan saya di posisi yang sulit untuk menjawabnya!!”

* ‘Saya tidak dapat menemani kamu pergi berobat karena bukan Rumah Sakit dan bukan Dokter tetapi seperti kamu bilang itu adalah dukun klenik. Saya tidak berpengalaman apapun di bidang itu. Maafkan saya, ya?”

Bohong, sebisanya memang dapat dikurangi, kalau benar semua manusia itu berbohong.

Cari saja yang minimum bohongnya!!

 

Anwari Doel Arnowo 19 Januari, 2015

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.