Pikiran Orang Gemblung

Marhento Wintolo

 

mobilSepertinya kita begitu bangga bisa ke kantor naik mobil. Benarkah demikian? Apa yang disebut kebanggaan adalah pengumbaran ego. Ujung-ujungnya justru merugikan kemuliaan jiwa sendiri. Sering kita saat mengendarai mobil pribadi melewati seseorang yang kita kenal, dan melewatinya saja tanpa mengajaknya untuk berbarengan. Padahal kondisi dan situasi sangat memungkinkan. Kita begitu arogan dengan berbuat demikian. Jiwa kita tersiksa akibat perbuatan yang seperti itu. Kita lupa bahwa besyukur itu berbagi. Iulah ungkapan rasa syukur yang sesungguhnya. Menggunakan barang yang sudah kita peroleh untuk kepentingan bersama sehingga orang juga merasakan kebahagiaan/kesenangan yang juga kita rasakan. Bersyukur adalah kemampuan untuk berbagi.

Dalam penggunaan mobil atau kendaraan lain pun kita harus cerdas. Cerdas berarti bertindak secara tepat. Bukan benar. Apakah kita pergi ke kantor yang secara umum bisa dijangkau dengan kendaraan umum masih perlu naik mobil pribadi. Kita bertindak dengan tepat jika kita menggunakan sarana kendaraan umum. Banyak yang bermanfaat. Pertama, emisi karbon dioksida tidak diproduksi dari kendaraan pribadi sendiri. Karbon dioksida adalah elemen utama penyebab pemanasan global. Kedua, paling tidak satu mobil tidak beroperasi di jalan raya. Sehingga sedikit banyak mengurangi tingkat kemacetan. Ketiga, angkutan umum termanfaatkan sehingga bung sopirnya bisa memperoleh setoran. Berarti roda perekonomian berputar.

Jika ada yang berargumen, itu kan kendaraan yang saya miliki, dan saya mempunyai hak untuk menggunakannya? Benar. Inilah yang saya maksud dengan benar tetapi tidak atau kurang tepat.

Benar bagi keuntungan diri sendiri, ya. Tetapi tidak tepat. Dengan kata lain, tindakan yang tepat adalah tindakan yang bermanfaat bagi lingkungan dan kepentingan umum. Tindakan yang tepat bermakna bagi kenuliaan jiwa kita. Tindakan yang benar sering kali dikaitkan untuk pemujaan kenyamanan badan. Inilah ego. Walaupun untuk kepentingan orang banyak bukan berarti kelompok atau golongannya sendiri.

Negeri ini salah urus karena para pemimpinnya tidak memahami arti tindakan yang benar dan tindakan yang tepat. Semuanya tercermin dari perilaku keseharian. Mereka yang bisa membedakan antara tindakan tepat dan benar selalu berpikir bahwa jika tidak disakiti, janganlah menyakiti. Prinsip ini yang sering dilupakan. Prinsip dasar pembentukan bumi. Prinsip dasar keberlangsungan bumi. Hukum aksi reaksi…

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.