Melewati Perbatasan Peru – Chile

Nia

 

Rute perjalanan saya di Amerika Selatan sebenarnya dari Ecuador ke Peru dulu tapi karena dari Peru saya ke Chile dan kembali lagi ke Peru maka saya tulis tentang perjalanan di Chile dulu :)

Saya masuk Chile melalui perbatasan Tacna – Arica. Perjalanan berawal dari Arequipa, Peru dengan bus ke Tacna. Tiket bus saya beli di agen tour di dekat Plaza de Armas Arequipa. Ada beberapa perusahaan bus yang melayani rute Arequipa – Tacna dengan harga sekitar 30 Soles atau sekitar 10 USD untuk kelas VIP. Jika beli tiket bus di agen tour harga jadi lebih mahal menjadi sekitar 40 Soles tapi ada juga yang buka harga dari 80 Soles. Di Plaza de Armas tour agen berjajar jadi mudah untuk membandingkan harga.

Terminal Bus Tacna, Peru

Terminal Bus Tacna, Peru

Border Control Office Arica, Chile

Border Control Office Arica, Chile

Saya membeli tiket bus Moqegua yang berangkat dari Terminal Bus Arequipa jam 7.15 dan sampai di Tacna sekitar jam 15.00. Moqegua sebenarnya adalah nama sebuah kota di Peru selatan yang terkenal sebagai penghasil buah-buahan. Jika tidak ingin langsung ke Tacna kita bisa juga menginap di Moqegua.

Untuk ke Arica, Chile dari Tacna sangat mudah. Ada banyak bus dan taxi yang melayani 2 kota perbatasan ini. Soal biaya yang paling murah adalah dengan bus tapi karena saya tidak mau antri lama di border control maka saya memilih untuk naik shared taxi.

Penukaran Uang di Terminal Bus Tacna

Penukaran Uang di Terminal Bus Tacna

Bus dan taxi ke Arica berangkat dari Terminal Bus Internasional yang letaknya berselahan dengan Terminal Bus Domestik. Begitu melewati gerbang masuk Terminal Internasional tengok kanan dan kita akan melihat loket penjualan tiket pajak terminal. Kalau tidak salah harganya 1 soles. Untuk bisa naik bus atapun taxi kita harus punya tiket pajak terminal.

Setelah beli tiket pajak kita bisa cari agen bus jika ingin naik bus atau berdiri sebentar sampai ada orang yang menawarkan taxi ke Arica. Taxi disini bukan seperti taxi biasa yang melayani rute dalam kota tapi mobil sedan biasa yang bisa mengangkut 5 penumpang. Tiap penumpang membayar 25 soles atau 4000 Chilean peso.

Sebelum berangkat sopir akan meminta kartu identitas atau passport penumpang, mendaftarkan identitas penumpang di sebuah kantor dan memberikan kartu imigrasi untuk masuk Chile. Sampai di border control sopir akan membawa penumpang (dengan semua barang bawaannya) ke salah satu loket. 1 taxi, mobil, atau bus akan dilayani oleh 1 petugas di 1 loket. Setelah itu penumpang harus melewati x-ray untuk pengecekan barang dan menunggu di pintu keluar. Sopir akan menjemput penumpang di pintu keluar.

Ketika memasuki wilayah Peru kita akan diberikan kartu imigrasi. Simpan baik-baik kartu itu karena untuk bisa keluar Peru dengan lancar kita harus menunjukkan kartu itu. Begitu pula dengan Chile untuk masuk dan keluar negara ini kita harus punya kartu imigrasi. Proses di border control Chile sama dengan di border control Peru. Bedanya cuma 1 yaitu petugas-petugasnya lebih ganteng.

Pelabuhan Arica, Chile

Pelabuhan Arica, Chile

Pelabuhan Arica, Chile

Pelabuhan Arica, Chile

Pelabuhan Arica, Chile

Pelabuhan Arica, Chile

Pemandangan laut saat matahari terbenam

Pemandangan laut saat matahari terbenam

Di Arica taxi berhenti di Terminal Bus Arica dan jika ingin menuju tempat lain di Arica kita perlu cari taxi di luar terminal. Perlu diketahui bahwa di Arica banyak mobil sedan yang mirip taxi tapi sebenarnya semacam angkot yang melayani rute tertentu. Umumnya ada papan tulisan nomor rute di atasnya.

Tujuan utama saya di Chile adalah mengunjungi Gurun Atacama, tempat paling kering di muka bumi. Dari Arica ada 3 perusahaan bus yang melayani rute ke San Pedro de Atacama yaitu Turbus, Pulman Bus dan Willer. Harga tiketnya relatif sama dan jam keberangkatan juga hampir sama yaitu sekitar pukul 22.00.

Saya sebenarnya ingin langsung ke San Pedro de Atacama malam itu juga tapi uang Chilean Peso yang saya punya tidak cukup untuk membayar harga tiket dan ATM yang ada di terminal bus tidak bisa memroses kartu saya jadi saya putuskan untuk menginap di Arica dan mencari ATM lain di kota.

Salah satu jalan di pusat kota

Salah satu jalan di pusat kota

Salah satu jalan di pusat kota

Salah satu jalan di pusat kota

Arica kotanya bersih dengan jalan raya yang lebar dan mulus. Suasana kotanya lebih sepi dari kota-kota di Peru. Orang di jalanan lebih jarang, beda dengan di Peru yang di mana-mana ramai. Saya merasa seperti tidak di Amerika Selatan karena di Arica saya bisa dengan mudah menyeberang jalan. Sebagian besar pengemudi akan berhenti jika melihat pejalan kaki akan menyeberang di zebra cross. Di Peru pengemudi berhenti jika sudah hampir tabrakan.

No Man's Land

No Man’s Land

Saya benci-benci cinta dengan Arica. Harga penginapan dan makanan yang mahal membuat saya tidak betah lama – lama di kota ini tapi cowoknya ganteng – ganteng! Latin-latin bule gitu. Tapi lebih cool dari pada cowok Peru dan Ecuador. Lebih pelit senyum dan bicara seperlunya saja. Ah percuma saja cerita soal cowok ganteng ya… toh tetap tidak berhasil bawa pulang walau cuma 1.

 

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

2 Comments to "Melewati Perbatasan Peru – Chile"

  1. nia  15 March, 2017 at 11:46

    Hi mbak Tika,

    Ini bagian perjalanan saya ke Amerika, Eropa dan Asia. Tiket gak langsung ke Chile. Dari Jakarta saya ke US dulu (New York) baru turun sampai Chile.
    ke Amerika Selatan dari Indonesia bisa cek KLM ke Lima via Amsterdam atau airlines lain yang lewat New Zealand atau US.

    salam

  2. Tika  15 March, 2017 at 11:38

    Hi mba Nia,

    Bolehkan saya minta info, flight apa yg digunakan dari Jakarta ke Chili?
    & Visa apa aja yg perlu disiapkan?
    Any respons from you, highly apreciated

    Have a great day..

    Salam,
    Tika

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.